Kepemimpinan yang sesuai rencana Tuhan (Rabu,14/11/2012)


Bacaan: Daniel 11:29-35

Intermezo

Sikap dasar Daniel yang harus kita pahami sebagai dasar KEPEMIMPINAN YANG SESUAI RENCANA TUHAN, ialah:

Daniel  tidak menajiskan dirinya

  • Hidup berkenan dihadapan Tuhan.
  • Orientasi pemikirannya   berpusat kepada Tuhan ( menerapkan prinsip IMAGO DEI), Misalnya: dalam mengartikan mimpi.
  • Daniel mengambil rupa seoarang pelayan (tidak ingin diidolakan). ( Dan 2:27-30)
  • Daniel berani dalam mengambil dan melakukan  keputusan (karena dia tau apa yang dilakukan sesuai rencana oleh Tuhan). ( Dan 4 )
  • Daniel orang yang memperhatikan
  • Daniel pribadi yang penuh Iman.
  • Daniel pribadi yang penuh dengan Roh Kudus.
  • Daniel pribadi yang penuh dengan Karunia.
  • Daniel pribadi yang penuh dengan Kuasa.
  • Daniel pribadi yang penuh Hikmat.
  • Daniel pribadi yang penuh Kemuliaan.
  • Daniel pribadi yang senantiasa menjaga kekudusan

Ada suatu proses

  • Proses “pengkaderan”  di Babelonia ( Pasal 1 )
  • Menafsirkan mimpi Nebukadnezar di bawa ancaman pemenggalan
  • Dimasukan ke dalam perapian yang menyala-nyala
  • Ancaman singa karena kesetiaannya terhadap Tuhan.

Proses (baca: rencana Tuhan) yang dialami dalam kehidupan Daniel  diwarnai dengan sebuah perjuangan iman yang luar biasa untuk menjaga kesetiaannya. Tuhan telah  melimpahi dengan kekuatan, kekuasaan dan kedaulatan-Nya yang melampaui pikiran manusia.

Kontemplatif

Hamba Tuhan sebagai pemimpin  harus bercermin pada seorang pelayan.Kepemimpinan  adalah “orang-orang biasa yang mempunyai kemampuan luar biasa dan perseverance untuk melakukan panggilan Tuhan .

Melihat kerasnya hidup ini, jemaat tentu butuh peran seorang pemimpin/pendeta  yang cakap , mau mengerti berbagai permasalahan mereka. Sukses seorang pemimpin  yang dipercayakan Tuhan kepadanya bukanlah tergantung dari usia, lamanya melayani atau kemampuan berbicara. Itu mungkin bisa memberi bantuan, tetapi bukanlah merupakan faktor utama yang terpenting. Ada kriteria  khusus  untuk bisa menjadi seorang pemimpin yang sesuai dengan rencana Tuhan. Secara spesifik Alkitab mencatat tiga kriteria yang diajukan Tuhan bagi seseorang untuk bisa menjadi seorang pemimpin, termasuk di dalamnya pendeta:

“Aku akan mengangkat bagimu gembala-gembala yang sesuai dengan hati-Ku; mereka akan menggembalakan kamu dengan pengetahuan dan pengertian.” (Yeremia 3:15).

Jika kita membaca ayat dalam Yeremia 3:15 di atas, kita akan melihat bahwa gembala yang akan berhasil adalah gembala yang :
– Sesuai dengan hati Tuhan
– Memiliki Pengetahuan
– Memiliki pengertian/hikmat

Seorang pemimpin, termasuk pendeta tentunya harus tahu apa yang menjadi visi Tuhan dalam menggembalakan jemaat agar pelayanannya sejalan dengan apa yang dikehendaki Tuhan. Tanpa itu, semua akan jalan di tempat bahkan bisa mengarah pada kegagalan karena salah dalam melangkah.

Artinya, pemimpin-pemimpin ini diwajibkan untuk selalu mencari tahu isi hati Tuhan dan memimpin dengan visi yang jelas yang berasal daripadaNya. Mereka harus mampu menangkap dengan benar apa yang menjadi rencana Tuhan. Pesan Tuhan untuk disampaikan dan kemana mereka harus menggiring umat atau orang-orang yang dipercayakan kepada mereka. Bagaimana jika para pemimpin ini kemudian berjalan hanya mengikuti keinginannya sendiri dan tidak mengacu kepada petunjuk Tuhan? Ayat inilah yang kemudian terjadi. “Sungguh, gembala-gembala sudah menjadi bodoh, mereka tidak menanyakan petunjuk TUHAN. “Karena Tuhanlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian.” (Amsal 2:6).

Kepemimpinan bukanlah sebuah pengetahuan, tetapi lebih merupakan skill yang diberikan Tuhan.  ( Matius 6:33, Amsal 1:4 ) .Tidak “OMDO”/”Gedabrus”.

“Leader is logical and not confusing,”  2 Timotius 1:7.  Pemimpin harus bersikap logik dan tidak membingungkan banyak orang. “Kunci utama menjadi pemimpin adalah takut akan Tuhan. Karena sekali ia membuat keputusan salah, selesailah semuanya,” .
Dalam kepemimpinan seorang pemimpin  harus memiliki kasih yang kuat.  Seseorang tidak akan menjadi pemimpin kalau tidak ada yang dipimpin. “Karena itu, a good leader should be a good follower too,” . Seorang pemimpin yang baik seharusnya jadi pengikut yang baik. Dalam hal ini menjadi pengikut Kristus, sebagaimana ditegaskan Matius 10:42-45.
Seorang pemimpin harus memiliki motivasi  dan menjadi pemotivator. “Sekarang semua tergantung apa motivasi Anda. Mau melayani atau dilayani?” seorang pemimpin yang baik harus memberi motivasi melalui pelayanan kepada anggota/jemaatnya. “Bukan malah mencari kekuasaan dengan jabatannya,” .
Lima sikap yang harus dimiliki pemimpin yang baik:
Considering     : seorang pemimpin harus memiliki sikap tenggang rasa, jujur, dan pengertian.
Caring                : seorang pemimpin harus bertanggungjawab atas beban pekerjaannya. Caring menuntut sebuah aksi, bukan perasaan semata.
Listening          : seorang pemimpin harus banyak mendengar, dan tidak boleh asal berasumsi. “Ingat, asumsi adalah ibu dari semua kebingungan” Direction          : seorang pemimpin harus memberikan arahan yang jelas dan menginspirasi anggotanya untuk meraih pencapaian yang diharapkan
Discipline         : seorang pemimpin harus menjadi panutan dan hidupnya memiliki akuntabilitas tinggi, sehingga hidupnya menjadi teladan .
Seorang pemimpin harus “tahan banting”. Orang yang tidak tahan banting tidak akan bisa jadi pemimpin. “Kalau tidak mau menerima kritik, ya lebih baik tidak jadi pemimpin, tapi jadi follower saja” .
Kepemimpinan yang baik mendapatkan hikmat dalam menjalankan tugasnya. Menyediakan waktu dengan Tuhan sebagai prioritas hidupnya,”. Harus konsekuen dengan apa yang dikatakannya.
“Walk the talk. Jangan membangun kepempinan berdasarkan kebohongan,” .
Sebagai kesimpulan,  perbedaan antara pemimpin duniawi dan  yang takut akan Tuhan. Pemimpin yang berkembang secara alamiah memiliki kepercayaan diri, mencari pikiran manusia, dan membuat keputusan berdasarkan pertimbangannya sendiri. “Sementara pemimpin yang takut akan Tuhan percaya kepada -Nya, mencari pikiran, dan membuat keputusan berdasarkan rencana Dia ,” . Seperti Daniel.
Kata bijak
“Kepemimpinan yang mengandalkan Tuhan akan membiaskan cahaya kemulian” -Martha belawati
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s