Utusan yang menggemakan suara Kenabian (Minggu,18/11/2012)


Bacaan : Zakharia  1: 7-17

  16 Sebab itu, beginilah firman TUHAN, Aku kembali lagi   kepada Yerusalem dengan kasih sayang. Rumah-Ku akan didirikan pula di sana, demikianlah firman TUHAN semesta alam, dan tali pengukur   akan direntangkan lagi di atas Yerusalem. 17 Serukanlah ini selanjutnya: Beginilah firman TUHAN semesta alam:  Kota-kota-Ku akan berlimpah-limpah pula dengan kebajikan, dan TUHAN akan menghiburkan   Sion dan akan memilih   Yerusalem   pula.”

Zakharia memakai  penglihatannya sebagai cara untuk menunjukkan karya TUHAN yang luar biasa. Penglihatan ditunjukkan dalam bentuk simbol-simbol, misalnya penunggang kuda denganberaneka warna; empat tanduk dan empat tukang besi; malaikat-malaikat yang menerangkan penglihatan; gulungan kitab yang terbang; dan empat kereta terbang

Ia mengumandangkan pesan agar hidup dalam kekudusan dan memiliki sikap moral yang jujur.Ia juga mewartakan bahwa Tuhan  akan memberikan kesejahteraan dan kedamaian.

Zakharia memiliki cara berpikir bahwa kembalinya bangsa Israel dari pembuangan di Babel adalah suatu peristiwa eskatologis dan mesianis.

Mereka adalah sisa Israel yang mendapat keselamatan dari TUHAN; atau memperoleh perlindungan, perhatian, penjagaan-Nya sehingga bisa pullang ke tanah airnya.

Perhatian khususnya adalah pembangunan bait Tuhan yang dihancurkan sebelum pembuangan di Babel dan membangun masyarakat yang hidup sesuai dengan kehendak-Nya.  .Perhatian khususnya adalah pembangunan bait Tuhan yang dihancurkan sebelum pembuangan di Babel dan membangun masyarakat yang hidup sesuai dengan kehendak TUHAN.

Hanya ada satu tindakan kenabian yang dialami oleh Zakharia, yaitu perintah untuk MEMUNGUT PERSEMBAHAN.Melalui suara kenabian ini, dia ingin menyatakan makna pengharapan setelah pembuangan, yaitu pengharapan akan karya TUHAN di masa mendatang yang harus dibangun dalam kehendak TUHAN. Sisa-sisa bangsa akan mampu menimbulkan tunas-tunas yang dikehendaki oleh TUHAN dan dari situ akan muncul kehidupan.

Intermezo

SUARA KENABAIAN, adalah suara yang menyatakan kehendak Tuhan> menyatakan apa yang benar dan salah. Jaman ini kebenaran menjadi sesuatu yang relatif. Apa yang bisa dinyatakan salah, begitu juga sebaliknya. TIDAK ADA KEBENARAN YANG MUTLAK.

Sebagai orang kristen kita diberi anugerah untuk menyuarakan apa yang benar dan salah. Menjadi pemberita kebenaran Tuhan dibutuhkan keberanian dan ketulusan. Di hadapan para pejabat yang korup atau para pemimpin negara yang berbuat jahat, suara kenabian yang menyampaikan kebenaran Tuhan seharusnya terus disampaikan. Jangan pernah berhenti karena ancaman dan penganiayaan. Zaman ini membutuhkan orang-orang seperti Zakharia dan seperti para rasul yang rela dan berani untuk terus mengabarkan kebenaran dan Injil Tuhan walaupun menghadapi ancaman dari pihak penguasa maupun dari masyarakat.

dengarlah  suara kaum kecil: petani sederhana yang hanya bergantung pada tanah, nelayan miskin yang ingin hidup dari ikan-ikan di laut , dan generasi masa depan yang tidak rela menjadi budak di atas tanahnya sendiri.  Gereja harus membuka mata, sekian lama mereka menantikan hadirnya suara kritis-profetis Gereja di tengah gelombang kebohongan, penipuan, dan manipulasi licik kaum kapitalis yang berkolusi dengan aparat birokrasi . Jadikan  suara Gereja ini adalah kekuatan kaum kecil melawan kekuasaan dan kekuatan besar kapitalisme yang bersembunyi “manis” di balik  gebyar pembangunan yang menindas.

Tembok kebisuan Gereja harus diruntuhkan agar dapat melihat rintihan dalam ketidakberdayaan mereka yang tertindas. Suara umat kecil adalah suara Tuhan. SUARA KENABIAN adalah inspirasi dan kekuatan Gereja untuk mengumandangkan KEBENARAN, apa pun situasinya. Justru suara kenabian itu diperlukan, tidak sebatas untuk menyuarakan rintihan kaum pinggir tetapi sekaligus menjadi kritik konstruktif bagi siapapun yang atas nama kekuasaan politik dan kapitalisme menindas dan membodohi manusia. Itulah tanggung jawab etis moral yang diperlukan untuk membarui komitmen kemanusiaan ketika kekuasaan dan uang begitu sederhana menggadaikan moralitas dan etika kristiani.

 GPIB  menyatukan tangan, membangun jejaring perjuangan guna menyelamatkan mereka yang semakin menderita ketika pembangunan dilaksanakan secara eksploitatif dengan menghancurkan alam, menebang pohon, menggunduli kawasan hutan lindung, dan membangun industri yang mencemari sungai sebagai sumber air minum bagi penduduk miskin dan merusak biota laut sebagai sumber kehidupan nelayan. Maka, yang mesti dikedepankan adalah pembangunan yang sekaligus melestarikan lingkungan dan memberantas kemiskinan Kita mengharapkan agar suara kritis GPIB  terdengar sebagai peringatan kenabian bagi manusia zaman ini. JANGAN HANYA JADI RAKSASA DALAM TEMPURUNG

Kontemplatif

GPIB seharusnya menjalin kerja sama dengan organisasi dan para tokoh lintas agama  yang mendapat dukungan luas dari sejumlah elemen masyarakat sipil yang bergabung dalam Badan Pekerja Gerakan Tokoh Lintas Agama Melawan Kebohongan .

Suara Kenabian
Kita/ GPIB jangan berpikir sempit  bahwa dengan keikutsertaannya GPIB telah masuk dalam ranah politik praktis. “Suara para tokoh agama itu adalah suara kenabian, sehingga kalau mereka melihat apa yang salah, para tokoh agama itu harus bersuara, kalau tidak buka mulut, tokoh agama bisa dicap telah dikooptasi atau dibeli kekuasaan, dan itu tidak boleh terjadi,” . GPIB diharapkan  tidak ragu-ragu dan takut  menyuarakan kenabiannya terhadap pemerintah sebagai tanggung jawab moral. GPIB sudah saatnya keluar dan membuat komitmen  untuk menjalankan dan mengawal apa yang sudah dinyatakan oleh para tokoh lintas agama.

Disamping itu GPIB  juga menyuarakan kebenaran firman Tuhan sebagai pijakan yang melandasi perkembangan iptek, termasuk bioteknologi. Dalam konteks itu, pesatnya perkembangan riset dalam rekayasa genetika pada era globalisasi ini menuntut para teolog dan etikawan Kristen berani menyuarakan suara kenabiannya, di tengah arus cepat perubahan zaman. Kita sebagai orang Kristen harus berani untuk mengambil sikap dalam menghadapi isu-isu bioteknologi seperti inseminasi buatan dan kloning pada manusia,” . Iman Kristen seharusnya memberi landasan moral dan etika terhadap perkembangan iptek. GPIB jangan hanya berkutat dalam program ke dalam saja yang dari tahun ke tahun tidak ada perubahan.

“GPIB, seharusnya berani untuk menyuarakan suara kenabiannya dalam menghadapi perkembangan bioteknologi seperti ini karena itulah salah satu fungsi gereja sebagai garam dan terang dunia. GPIB  tidak pernah berani ambil sikap tegas menanggapi hal-hal seperti ini. “Padahal pada saat-saat seperti inilah bangsa membutuhkan suara kenabian gereja.”  “Tampaknya GPIB kita mau cari aman. Mungkin saya keliru dalam hal ini.

” Bagaimana jalan keluar dari masalah diamnya suara kenabian ini?  “Saya pikir kita para pendeta juga perlu di tatar secara khusus mengenai isu yang sedang berkembang dalam masyarakat dan tanggung jawab moralnya selaku pemimpin umat. MS  undang pembicara  Kristen maupun non kristen yang memang ahli di bidangnya untuk memperluas wawasan kita. Peran MS seharusnya sangat vital dan strategis perannya dalam menghasilkan pemimpin-pemimpin Kristen yang tidak hanya kokoh dalam bidang teologia tapi juga memiliki respek dan tanggung jawab sosial serta keberanian moral untuk menyuarakan kebenaran firman.

Pentingnya peranan seorang pemimpin Kristen baik dalam menyuarakan kesaksian gereja maupun dalam pembinaan umat. “Salah satu tugas dan panggilan para  pemimpin umat adalah menjadikan warga awam waspada dan kritis terhadap masalah tanggung jawab moral yang terkandung dalam setiap kehidupan. Karena tantangan yang dihadapi gereja dan para pemimpin Kristen makin beragam dan kompleks di era globalisasi ini, gereja saat ini membutuhkan pemimpin-pemimpin yang tidak hanya kokoh dalam pengajaran Alkitab, tetapi juga harus memiliki wawasan yang luas dan keinginan yang kuat untuk selalu well-informed terhadap realitas dan perkembangan informasi di luar bidang teologia dan kekristenan yang digelutinya. “Singkatnya, selain memperdalam Alkitab, para pemimpin memahami dunia informasi agar mereka benar-benar tahu info berita mutakhir agar dapat menghadapi setiap problematika etik dan moral yang terkandung di dalamnya secara cepat dan tepat berlandaskan kebenaran firman Tuhan.

Mungkinkah GPIB masih perlu pemahaman yang utuh  sebagai garam dan terang dunia harus menyuarakan suara kenabian? Suara kenabian yang bagaimana yang relevan dengan konteks pluralitas masyarakat Indonesia?. Ini suatu pertanyaan, tantangan dan ajakan agar kita lebih bijak untuk bertindak.

Pemahaman Alkitab dengan benar, akan berakibat pada tindakan yang benar pula. Kepedulian sosial dan penginjilan yang kita lakukan bermuara pada mandat kebudayaan (Kej 1:26-28) dan mandat agung (Mat 28:19-20). Kedua mandat tersebut harus dilihat seperti dua sisi mata uang, yang tidak terpisahkan. Pemahaman kita terhadap ke dua mandat dengar benar akan menjadikan kita sebagai pelaku firman dengan benar pula.

Secara Alkitabiah, kita bisa belajar dari Tuhan Yesus yang telah memberi teladan dalam hal: teaching, healing, concern, evangelism. Sepanjang pelayanan Yesus tidak memisah-misahkan, apalagi menekankan pada satu sisi saja. Antara kepedulian sosial dan penginjilan tidak dapat dipisahkan. Kepedulian Yesus adalah cerminan kasih-Nya terhadap sesama. Kepedulian sosial Yesus mencerminkan pula hati-Nya, yang memperdulikan mereka yang terasing, terbuang dari masyarakat, juga mereka yang lapar, haus, tertindas, tercabut haknya, dan lain-lain. Bila kita meyakini bahwa Allah kita adalah benar,  dan peduli terhadap manusia, mengapa kita takut membicarakan kebenaran dan keadilan .

Kata Bijak

“Jadilah tunas-tunas yang sesuai dengan kehendak-Nya dan berani menyuarakan kebenaran tanpa memandang muka” – Martha Belawati

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s