MENGASIHI TUHAN MENGASIHI SESAMA (Minggu 25/11/2012)


Bacaan: Wahyu 2:1-7

2:4 Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu  yang semula 

Kitab Wahyu adalah sebuah kitab yang mendasarkan pemikiran serta kesusasteraan apokaliptik. kitab Wahyu diperlihatkan dengan adanya berbagai macam bentuk penglihatan. Penglihatan yang disampaikan terutama menyangkut pada zaman terakhir.Pada zaman terakhir ini, kuasa-kuasa jahat akan menindas umat yang setia pada ajaran agama, tetapi pada akhirnya kejahatan itu akan dihancurkan dan umat yang beriman akan diselamatkan melalui Kristus yang membebaskan semua umat orang.

Ada tiga  pandangan teologis untuk memahami Kitab Wahyu antara lain

 A. Pandangan Profetis

Pandangan profetis menganggap Wahyu sepenuhnya merupakan nubuatan tentang akhir zaman. Pandangan profetis terbagi dalam tiga aliran yaitu,

pandangan preteris > sebuah pandangan lain tentang akhir Zaman

-pandangan futuris >pandangan yg lebih mementingkan pemenuhan arti masa depan

 -pandangan historis

B. Pandangan Spiritualistis

Pandangan ini menekankan makna spiritual di balik pewartaan Kitab Wahyu

C. Pandangan Historis Kritis

Pandangan ini memahami Kitab Wahyu dengan pendekatan historis-kritis.

Kitab Wahyu berisi tentang:

-Eskatologi

-Etika

-Eklesiologi

Jika dipahami dengan seksama, jemaat di Efesus adalah jemaat yang dewasa rohaninya karena mereka setia, tekun, mampu membedakan guru-guru palsu (ayat 2), bahkan dikatakan:  “…engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku;  dan engkau tidak mengenal lelah.” (ayat 3).   Tetapi mengapa Tuhan masih mencela mereka? 

Mata Tuhan sanggup melihat jauh melampaui pikiran dan juga penampilan luar kita karena  “…tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia,…”  (Ibrani 4:13).

Kontemplatif

“Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.”  Wahyu 2:4

Jika  jemaat Efesus adalah jemaat yang dewasa rohaninya, setia,tekun, sabar dalam penderitaan, bahkan tak mengenal lelah. Begitu luar biasanya. Tetapi toh mereka kehilangan kasih yang semula. Bagaimana dengan gereja kita  ?  jangan lengah dalam menjaga kasih.  MENGASIHI TUHAN BERARTI KITA MENGASIHI SESAMA .

Tidak perlu sombong dengan kerohanian  karena kita sudah melayani Tuhan dan terlibat aktif di gereja .  Melalui renungan ini kita diingatkan untuk tidak terlalu membanggakan diri karena yang berhak menilai ‘kualitas’ pekerjaan kita bukanlah manusia, melainkan Tuhan.

Jadi, Tuhan tahu keberadaan setiap jemaat dan individu yang ada di dalam gereja secara mendalam.  Saat ini mungkin yang menjadi fokus kita adalah hal-hal yang tampak dari luar:  jemaat yang banyak, organisasi gereja yang solid, aktivitas rohani (pelayanan yang padat), pula gedung gereja yang tampak megah dan besar dan sebagainya.  Tetapi ada hal penting yang malah terabaikan, dan itulah yang sedang Tuhan ungkap terhadaap jemaat di Efesus ini.  Ternyata banyak dari kita telah meninggalkan kasih mula-mula dengan kata lain, kesibukan dan  formalitas yang rutin  dilakukan. Kita lupa orang-orang di sekitar  yang membutuhkan kita.  Yang Tuhan mau bukan hanya rutinitas keberagamaan (seperti ahli taurat). Dia mau kita menjadi LAKON KASIH

Gereja tanpa misi?… ibarat masakan tanpa garam. Tetapi tanpa disadari, itulah yang terjadi dalam kehidupan kita ber-gereja. Jadwal kegiatan lengkap dan banyak bahkan. Tertib organisasi rapi, program pelayanan tersusun apik, lalu apanya yang salah? Tidak ada yang salah! Tapi ada yang kurang, yaitu tanpa hati. Kasih yang mula-mula sudah tidak membara? Semua itu dikare-nakan arah pandang tidak lagi kepada Kristus Tuhan. Arah pandang gereja hanya pada yang kelihatan, yang bisa dilihat dan diraba. Segala sesuatu diukur dengan ukuran manusia dan kurang bahkan tidak melibatkan Tuhan.

Kalau manusia diciptakan dengan kodrat untuk dapat mengasihi Allah dan mengasihi sesama ? Jawabnya adalah karena kita menemukan kebahagiaan di dalam kasih kepada Tuhan, dan tidak di dalam hal-hal lain, seperti: uang, kehormatan, kekuasaan, kesenangan, bahkan juga kebajikan.

Mengasihi Allah dan sesama merupakan hukum yang terutama bagi umat beriman, dan merupakan panggilan yang diserukan oleh Gereja kepada semua orang yang berkehendak baik.

Jadi bagi semua jelaslah, bahwa semua orang Kristiani, bagaimanapun status atau corak hidup mereka, dipanggil untuk mencapai kepenuhan hidup Kristiani dan kesempurnaan cinta kasih.

Kata bijak

Kasih itu lemah lembut dan tidak sombong

Iklan

11 pemikiran pada “MENGASIHI TUHAN MENGASIHI SESAMA (Minggu 25/11/2012)

  1. Terimakasih renungannya, Bapa di Sorga selalu memberkati anaknya yang selalu memberitakan FirmanNya dan menjelaskan maksud dari Firman tersebut. Amin ….GBU

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s