Menantikan Tuhan -Rabu 5 Des 2012


Bacaan: Mikha 7 :7-13

7:7 Tetapi aku ini akan menunggu-nunggu TUHAN, akan mengharapkan Allah yang menyelamatkan aku; Allahku akan mendengarkan aku! 
Mikha meletakkan protes di bibir rakyat, menawarkan tanggapan iman yang diharapkan Allah.  Kekerasan, penipuan, dan praktik bisnis curang merajalela. Semuanya itu akan menyebabkan kehancuran terhadap negeri.

Di tengah-tengah kehidupan sosial yang secara yang secara akhlak gering, Mikha mengandalkan  janji-janji-Nya. Dia beriman Allah akan menopang siapa saja yang setia dan bersandar pada-Nya. Dia berkeyakinan kelak Allah akan memberi hukuman atas semua kejahatan yang dilakukan manusia, dan menjadikan keadilan Allah berkuasa (ayat Mi 7:9)

* Allah memanggil orang percaya di dalam Kristus untuk hidup “sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia” (Fili 2:15)

Mikha memberi motivasi yang luar biasa- AKU AKAN BANGUN PULA  terhadap kaum sisa yang benar di Yehuda yang  sedang menghadapi hari-hari suram karena ganjaran Allah atas dosa-dosa bangsa itu.

pendirian-karang

Intermezo

Kehidupan orang Israel pada masa hidup Mikha .

  • Ibadah yang dilakukan dengan kemegahan hanya rutinitas atau seremonial belaka tidak ada spritualitas.
  • Doa bukan sebagai tanda penyerahan diri.
  • Persembahan yang dilakukan  “membayar upeti” pada  Allah dengan beharap berkat yang berlipat kali ganda , bukan sebagai tanda ungkapan syukur atas kasih karunia Allah.

Karena prilaku mereka dalam menyembah Allah (ibadah) dengan motivasi yang melenceng yaitu sekedar memuaskan hawa nafsu mereka. Sebab itu jangan heren di lingkungan mereka terjadi penyimpangan  seperti  perselingkuhan, pemerasan, penindasan dan penipuan.

Allah – melalui Mikha menyuarakan kekesalan-Nya. Allah menolak semua ibadat, doa dan persembahan mereka.

Hidup  benar yang diharapkan Allah pada umatnya dinyatakan dalam Mikha 6:8- “Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu 1 : selain berlaku adil, i  mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati j  di hadapan Allahmu?”

Ada suatu pengharapan yang besar dalam diri Mikha dalam ayat 7 & 8 agar  Allah tetap mengasihi Israel. Mikha menyerahkan hidupnya secara total kepada-Nya   dan mereka yang masih setia kepada Allah untuk memperbaharui keadaan yang bobrok itu. Mikha yakin Allah akan mengasihi mereka.

Kesimpulannya, para pendengar Mikha di kemudian hari menerima pesannya. Kata-kata pengharapannya memberikan hati yang baru kepada mereka untuk hidup sebagai umat Allah di dunia yang gelap.

Kontemplatif

~ Hidup di dalam Allah adalah hidup yang penuh dengan pengharapan. Jangan biarkan pengharapan yang kita miliki itu menjadi lenyap hanya karena keinginan dalam diri  yang tidak pernah puas.

Ilustrasi

Ada seorang pemahat dan anaknya laki-laki  yang dengan setia menunggu dan melihat ayahnya memahat kayu-kayu bekas menjadi sebuah patung…singkat cerita anak itu mencoba meniru apa yang dilakukan ayahnya, memahat sebuah kayu bekas  sampai terbentuk sebuah patung yang asal jadi dan amat jelek. Ia sangat menyenangi hasil karyanya itu yang terbuat dari kayu-kayu bekas ini. Patung  ini menjadi teman mainnya setiap hari.

Tahun berganti tahun  anak itu bertumbuh menjadi dewasa dan sudah bekerja. Sampai  suatu hari ia membersihkan gudang di rumahnya dan  ia menemukan patung kayu  itu yang bersebu, rusak dan berlubang -lubang karena dimakan rayap. Bentuk patung itu semakin tidak karuan. Bagian kepalanya sudah tidak ada hidungnya dan bagian kaki serta tangannya putus. Sang ayah mengusulkan agar ia membuang patung itu karena sudah jelek dan usang. Tetapi ia menolak dan berkata, “patung  ini boleh rusak dan usang dimakan rayap. Tetapi ia adalah milik saya yang paling berharga dan yang paling saya sayangi. Oleh sebab itu saya tidak akan pernah membuangnya.”

Anda dan saya  seperti sebuah patung  usang seperti dalam cerita tadi, yang cacat dan patut untuk dibuang. Tetapi Anda dan saya adalah boneka usang yang dikasihi Allah. Allah mengasihbukan karena Anda dan saya tidak bercacat. Allah mengasihi bukan karena Anda dan saya sempurna justru  Dia mengasihi dalam kelemahan dan keberdosaan Anda dan saya. (Martha Belawati)

 “Oleh karena engkau berharga di mataKu dan mulia, dan Aku ini mengasihi Engkau.” (Yesaya 43 : 4a).

Titus 2:11-13 “Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata. Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus.” Tuhan akan memberikan lebih dari apa yang kita harapan dan Tuhan akan memberikan tepat pada waktunya.

Kata Bijak

Pengharapan itu bagai sauh yang kuat. Kapal yang diombang-ambingkan badai sekalipun tidak akan karam karena sauh yang kuat. Demikianlah hidup Anda dan saya. Letakkanlah sauh Anda pada BATU KARANG YANG TEGUH. Saat Anda  mengalami badai hidup, letakkanlah sauh itu kepada BATU KARANG YANG TEGUH , maka pengharapan Anda tidak  akan karam.

images jpg

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s