Rabu-Yohanes 1:43-51


Injil Yohanes, tidak seperti ketiga Injil lainnya, tidak menyajikan suatu daftar formal dari para murid Yesus, akan tetapi menyebut jumlah mereka yakni Dua Belas dalam Yohanes 6:67, 6:70, dan 6:71. Dalam Injil Yohanes Hanya sepuluh orang rasul yang disebutkan namanya, yakni:
–          Petrus
–          Andreas (diidentifikasi sebagai saudara dari Petrus)
–          Anak-anak Zebedeus (bentuk jamak berarti sekurang-kurangnya ada dua Rasul)
–          Filipus
–          Natanael
–          Tomas (yang disebut pula Didimus) (Yohanes 11:16, 20:24, 21:2))
–          Yudas Iskariot
–          Yudas (yang bukan Iskariot) (Yohanes 14:22)
Tokoh yang bernama Natanael dalam Injil Yohanes secara tradisional diidentifikasi sebagai orang yang sama dengan tokoh yang oleh Injil-Injil Sinoptik disebut Bartolomeus,

Intermezo

Kehidupan saling percaya adalah dasar dari setiap relasi manusia.
Dalam kehidupan kini rasa saling percaya hal yang sangat langka di dalam komunitas manusia.  Kita sulit percaya kepada sesuatu yang belum kita lihat dan saksikan.

Setiap kita sering berpikir dalam menentukan dan mengiyakan sesuatu yang belum dilihat.  Thomas, tidak akan percaya sebelum melihat dan menjamahnya.
Atau seperti kata pepatah, “TIDAK ADA YANG LEBIH BAIK MENGENALI ANDA, KETIMtidak ada yang lebih baik mengenalimu, ketimbang om google..” Ya, sekarang segala sesuatu harus dikonfrontasi dengan google, mesin pencari sedunia ini. Apa saja yang kita cari dan ingin ketahui dapat dilihat dengan sekali dua sentuhan pada layar dengan mengetikkan beberapa patah kata kunci.  Bahwa kebenaran tentang Dia akan diungkap dan dinyatakan kepada mereka yang menerima Dia sebagai juruselamat. Yang dengang penuh harap dan pergumulan mau menerima-Nya sebagai juruselamat. Dan memang kita butuh juruselamat, bukan guru selamat. Itulah Tuhan!

Teman Percaya
Dalam close reading (ini istilahnya Gerrit Singgih), kita tahu Yesus punya wibawa saat Dia memanggil seseorang untuk menjadi pengikutnya. Church do not see your leadership, but how long have you been a followers.. dan gereja ada sebagai upaya memuridkan. Ada juga gereja untuk mencari teman, koq.
Seseorang akan dikenali dari siapa temannya. Dari teman atau sahabatnya seseorang diketahui apa hobi, perjalanannya dan mungkin banyak hal lain yang tidak diketahui umum.’

Natanael memang bukan seorang yang mudah percaya.  Natanael tidak percaya bahwa Yesus adalah Mesias karena keluarga-Nya berasal dari Nazaret.  Nazaret adalah sebuah kota yang mempunyai reputasi buruk, khususnya dalam hal moral.  Mesias yang berasal dari Nazaret adalah sesuatu yang mustahil bagi Natanael, pemuda yang terpelajar dan tahu banyak tentang hukum Taurat.  Namun, syukurlah bahwa Natanael memiliki sahabat yang baik dan sabar yaitu Filipus.

Persahabatan Natanael dengan Filipus  penuh penghargaan dan penerimaan.Persahabatan mereka demi  menggapai kehidupan dan kebaikan.
Dengan kesabaran ,mengenyampingkan prasangka buruk itu. Filipus menerima Natanael plus kekritisan dan susah diajak untuk percaya. Tapi perlu juga dicatat, meski tidak diberitakan apa yang “dilihat Yesus terjadi di bawah pohon ara..” (ay 48);    Yesus pun melayani Natanael dengan sabar dan penuh kasih. Bertolak belakang dengan sikap Natanael yang melihat keburukan asal-usul Yesus, Yesus justru memunculkan kebaikan-kebaikan yang ada dalam diri Natanael. Pertama-tama, Yesus memuji ketulusan hati Natanael. Yesus menghargai ketekunan Natanael mempelajari dan merenungkan hukum Taurat. Yesus mengatakan bahwa Dia melihat Natanael di bawah pohon ara. Ini adalah sebuah ungkapan yang berarti bahwa Yesus melihat Natanael sedang bersungguh-sungguh mempelajari Taurat. Menyadari bahwa Yesus sedemikian dalam mengenalnya, hati Natanael tersentuh. Natanael percaya dan mengaku bahwa Yesus adalah Mesias.

 

TIdak semua orang mampu berhadapan dengan kekritisan Natanael, tidak mudah percaya, dan cenderung berprasangka buruk, tetapi Yesus melayani dengan penuh kasih karena Ia melihat hal-hal yang positfif dalam diri Natanael

Manusia berharga di mata Allah sebab itu Dia mengasihi kita. Manusia sering keliru dalam hal meliat,memilih,menilai,memutuskan sesuatu hal,baik benda/barang apalagi tentang diri seseorang. Manusia selalu melihat dari latarbekang kehidupan pribadi atau keluarga dan tempat tinggal.

Ketika Filipus menyaksikan tentang Yesus kepada Natanael, seketika itu juga Natanael berkata; ”mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret”? (Yoh.1:45-46).Hal ini adalah merupakan fakta,yang selalu mempengaruhi kehidupan manusia.Nina kuan-kuan Karo,”Labo kulit nentuken isi”artinya bukan hal lahiriah atau duniawi yang mempengaruhi dasar iman percaya kita kepada Yesus sehingga kita mau mengikut Dia,tapi oleh kuasa dan kasihNya yang dinyatakan melalui pekerjaan atau pelayananNya.

–          Prasangka yang salah bisa menjadi batu sandungan, Seringkali ketika kita berprasangka yang buruk atau bahkan meremehkan sesuatu justru menjadi batu sandungan bagi kita untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Jangan merendahkan para hamba Tuhan, yang memberita­kan Injil dengan motivasi yang benar, sekalipun ada kesalahan-kesalahan dalam pengajarannya (asal bukan kesesatan yang fatal!).
–          Jadilah seperti Natanael –Tidak Munafik,  tidak ada dalam kepalsuan. Yesus melihat sosok Natanael sebagai orang jujur dan polos, ketika dia meragukan keberadaan Mesias bukanlah karena sentimen sebagai orang yang mengerti taurat tetapi semata-mata karena kondisi yang dilihatnya di Nasaret.
–          Keterbukaan akan informasi akan membawa kita kepada pengetahuan yang benar, Natanael mau mengikuti Filipus untuk bertemu Yesus, dia terbuka akan informasi yang disampaikan Filipus tentang Yesus.Bukankah sering  hati kita ditutup , sehingga kita tidak pernah punya kesempatan untuk mendapatkan pengalaman dan pengetahuan yang baru.-
– Motivasi untuk berubah, Ketika Natanael bertemu Yesus dan berbicara denganNya, dia langsung mengubah pola pikirnya yang sebelumnya tidak percaya akan keberadaan Mesias menjadi sebuah pengakuan bahwa Yesus adalah Raja dan Anak Allah.Natanael tidak ada kesombongan untuk mempertahankan pola pikir yang lama. Mengakui kesalahan dan berubah adalah hal penting yang harus kita lakukan dalam hidup, sehingga lewat perubahan itu kita boleh diperbaharui. Dan lewat perubahan hidup kita, kita akan melihat Hal-hal besar terjadi dalam hidup kita.
kataBijak01
–           
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s