“Hidup untuk memberi Rasa” Matius 5:40-42-Rabu 13 Feb 2013



download (4)

Matius 5:40-42-Rabu- “Hidup untuk memberi rasa”

 

5:40 Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu. 5:41 Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil. 5:42 Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu.

Seberapa sering kita berbagi dengaan orang lain? Berapa banyak yang dapat anda berikan bagi orang lain? Dan kepada siapakah kita akan memberi? Pertanyaan-pertanyaan tersebut sering kita dengar melalui khotbah di gereja atau di renungan-renungan lainnya.

Saat -saat ini, anak-anak Tuhan lebih suka berjuang demi kelebihan lemak yang melekat di dalam tubuh dengan ikut program penurunan berat badan, berhenti konsumsi makanan berlemak, meninggalkan kebiasaan mengemil, dan bangun pagi untuk berolahraga. Mereka berjuang dengan berbagai usaha lain, termasuk menjalani operasi sedot lemak agar merasa bebas dengan penampilan dan kesehatan yang tetap terjaga. Perjuangan ini menghamburkan jutaan, bahkan puluhan juta rupiah.

Saya ingin berbicara tentang kasih. Apa yang akan terjadi bila Tuhan tak lagi mengasihi kita? Apa yang terjadi bila Tuhan tak lagi memberi matahari esok pagi? BAgaimana bila Tuhan tak lagi memberi udara untuk kita hirup? Dan apa yang akan terjadi bila Tuhan tak lagi memberikan kita hidup?

Semua yang kita dapatkan sampai detik ini hanyalah karena kasih kemurahan Allah. Semua yang kita miliki saat ini hanyalah sarana dari Allah untuk memberkati orang lain. Kita datang kedunia tak membawa apa pun dan saat kita meninggalkan dunia. kita juga tidak akan membawa apa pun.

Saat kita menahan diri untuk memberi kepada sesama, maka jangan protes bila Allah menahan berkatNya untuk kita.

Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu-Markus 4:24

Memberi merupakan cermin dari kebergantungan kita kepada Allah.
Dengan memberi, kita menyatakan bahwa kita bergantung kepada Allah untuk semua kebutuhan kita. Bagi mereka yg hidup bergantung kepada Allah, Allah memberikan janji pemeliharaan.
Dengan memberi, kita belajar utk melepaskan ketergantungan kepada materi & kepada diri sendiri, serta membuat kita belajar utk bergantung kepada Allah.

Kecenderungan manusia, saat berkat datang semua sibuk tanpa peduli siapa yg memberi, dan sedikit sekali yg mampu mengucap syukur, namun saat masalah yg datang maka semua akan spontan mencari sumbernya …

Tetapi jwb Ayub “Apakah kita måÜ menerima yg baik dari Allah, tetapi tidak måÜ menerima yg buruk?” Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dgn bibirnya (Ayub 2:10)

“Berilah rasa”

“Kamu adalah garam dunia” – yang ingin dikatakan Yesus terutama adalah: Kamu sangatlah berharga. Kamu sangat penting. Kamu merasa bahwa sebutir garam itu tidak ada artinya dan tidak ada gunanya. Tetapi justru sebaliknya: di dalam butir ini tergandung salah satu sumber kehidupan. Kamu mungkin merasa tidak bisa berbuat apa-apa, karena kamu hanya sedikit, kamu merasa sebagai minoritas yang tidak berdaya. Tetapi dalam dirimu ada sebuah kekuatan yang bisa dirasakan dan bahkan dapat merubah dunia ini. Tanpa kamu, dunia ini akan tawar.

Garam hanya ada gunanya jika dipakai!

Garam jarang terdapat dalam bentuk yang murni, tetapi ada campuran dengan semacam kapur, yang membuat garam itu cepat rusak dan tawar kalau disimpan terlalu lama. Dan di dapur kami pun, kalau garamnya sudah terlalu lama, sudah menjadi basah atau keras dan tidak enak lagi dipakai. Garam, kalau disimpan, sama saja dengan dibuang dan diinjak orang! Garam haraus keluar dari tempat garam, harus dipakai untuk fungsinya, kalau tidak, untuk apa garam itu?

Sama dengan gereja dan dengan kekristenan kita. Hanya ada gunanya, kalau melakukan fungsinya dan misinya di dunia ini. Jika kekristenan kita hanya untuk kehidupan rohani dan keselamatan pribadi kita masing-masing, apa gunanya? Untuk apa kita “keenakan” dalam “tempat garam” kita masing-masing, dalam jemaat atau gereja atau persekutuan Kristen, di mana kita merasa aman dan kerasan.

Seperti bungkus garam itu yang harus dibuka, gereja juga butuhkan keterbukaan! Kita harus keluar dari tembok-tembok gereja itu. Jika gereja hanya sibuk dengan mengurus dirinya sendiri, apa gunanya menjadi seorang Kristen? Dan jika gereja kadang-kadang merasa dibuang dan diinjak dalam masyarakat kita, mungkin kita terutama harus bertanya pada diri kita sendiri: apakah kita sudah menjadi garam yang tawar, yang tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang? Jangan kita hanya berkumpul dan memuji Tuhan bahwa Ia telah menjadikan kita menjadi garam dunia, tetapi melupakan mewujudkan fungsi dan misi itu di tengah-tengah tantangan dunia ini.

Gereja harus berguna untuk dunia, bukan hanya untuk dirinya sendiri. Tentu saja untuk misi ini dibutuhkan sensitifitas yang tinggi, seperti seorang juru masak juga menggunakan garam dengan hati-hati. Dalam misi kita untuk menjadi garam dunia, kita selalu harus mewujudkan kontribusi kita sesuai dengan konteks di mana kita berada!

–        Fungsi untuk memberi rasa yang lebih baik kepada dunia ini. Dengan menjadi alat misi dan saluran kasih Allah, kita dapat memberi rasa yang berbeda kepada dunia. Dengan tidak mengikuti logika balas dendam, tatapi mencari jalan keluar yang mengasihi dan menghormati kemanusiaan juga musuh kita, dengan tidak khawatir tentang diri sendiri, tetapi melayani dan melampaui batas-batas struktur masyarakat yang hirarkis dan primordial.

–         Fungsi untuk membersihkan, mengawetkan dan menghindari dara pembusukan, ini  juga sangat dibutuhkan: kita dipanggil dan diutus untuk memelihara ciptaan Allah yang semakin terancam dan rusak

–         Fungsi untuk menjadi “obat “ yang memulihkan “penyakit-penyakit” , memulihkan kembali hubungan-hubungan yang rusak baik antara sesama manusia maupun keterasingan manusia dari dirinya sendiri dan dari Allah Penciptanya. (misi rekonsiliasi)

Yoh 12:24 -jikalau biji gandung tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah)

“Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; – Lukas 6: 27

 Alkitab berkata bahwa kasih tidak menyimpan dendam. Kasih tidak menahan pengampunan. Anda mungkin berpikir seolah-olah seluruh kehidupan Anda telah dicuri oleh seseorang yang telah salah memperlakukan atau menipu anda. Tetapi jika Anda memilih untuk membuang dendam dan mengampuni mereka, Tuhan akan mencurahkan belas kasihnya dalam kehidupan Anda dalam suatu cara yang baru. Ia akan menghormati Anda; Ia akan memberikan upah kepada Anda.

Jika ada seseorang tidak memperlakukan Anda dengan benar hari ini, berusahalah untuk bersikap lebih ramah dibanding biasanya kepada orang tersebut. Alkitab berkata, “Kebaikan Tuhanlah yang menuntun orang kepada pertobatan.” Jika Anda mau bersikap lebih baik dan lebih ramah, tidak lama kemudian kebaikan Tuhan yang diungkapkan melalui Anda akan mengalahkan kejahatan itu. Sahabatku, love never fails..

Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil. – 1Petrus 2: 23

Jika Anda terlibat didalam suatu konflik atau adu mulut, daripada Anda terus membalas dan saling mempertahankan pendapat, mengapa Anda tidak memperlihatkan saja anugrah dan kemurahan Tuhan? Berusahalah untuk kebaikan dan berikanlah kepada mereka sepatah kata dorongan. Lagi pula, Anda tidak mengetahui apa yang mungkin mereka sedang alami. Anak orang itu mungkin sedang dirawat dirumah sakit, atau mungkin ia sedang ada masalah dengan pasangannya. Mereka juga mungkin sedang menderita tekanan batin. Maafkanlah mereka..

Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat.         – Lukas 6: 35

images (3)

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s