Rabu 20 Feb 2012- Mazmur 99:6-9


99:6 Musa  dan Harun   di antara imam-imam-Nya, dan Samuel   di antara orang-orang yang menyerukan nama-Nya. Mereka berseru kepada TUHAN dan Ia menjawab  mereka  99:7 Dalam tiang awan   Ia berbicara kepada mereka; mereka telah berpegang pada peringatan-peringatan-Nya dan ketetapan yang diberikan-Nya kepada mereka. 99:8 TUHAN, Allah kami, Engkau telah menjawab mereka, Engkau Allah   yang mengampuni bagi mereka, tetapi yang membalas i  perbuatan-perbuatan mereka  99:9 Tinggikanlah TUHAN, Allah kita, dan sujudlah menyembah di hadapan gunung-Nya yang kudus! Sebab kuduslah TUHAN, Allah kita!

Intermezo

Di tengah realitas kehidupan, seringkali orang Kristen mengingat Allah hanya sebagai Tuhan atau penyelamat yang berbelas kasih dan memberi kelepasan dari berbagai persoalan hidup. Faktanya “ Tuhan itu Raja” dapat kita pelajari melalui pengalaman Musa, Harun, dan Samuel. Mereka menyatakan bahwa Tuhan adalah Raja yang kudus, menuntut suatu penghormatan dan penghargaan dari kita anak- anak-Nya.

Mazmur 99 ini merupakan madah/pujian untuk Tuhan yang adalah Raja. Raja yang Maha besar , Raja yang kuat  dan Raja yang kudus . Dia digambarkan sebagai Raja yang mengatasi bumi dan langit, sehingga gemetarlah bangsa-bangsa dan bumi goyang. Di tempatNya yang kudus yang mengatasi segala bangsa menunjukkan bahwa Allah Israel dalam Yesus Kristus adalah Allah yang Maha besar yang mengatasi segala allah.

Pemazmur menyatakan kepercayaanNya  dan mengakui kuasa-Allah. Pemazmur   menyaksikan dan merasakan  kuasa-Nya , pemazmur merasakan keadilanNya, maka pemazmur juga mengundang bangsa Israel, sebagai umat percaya untuk mengakui keperkasaanNya, bahwa Dia adalah Allah.

Ayat 8 dari bacaan Mazmur ini  memberikan perspektif yang menyeluruh kepada kita. Memang benar bahwa Allah itu pengampun, tetapi Ia tidak akan membiarkan perbuatan salah kita berlalu begitu saja. Dia mencintai hukum, Dia menegakkan kebenaran.Kita tidak boleh mencemarkan nama-Nya. Kita perlu sujud menyembah karena sadar yang kita hadapi Tuhan yang adalah Raja. 

Tuhan tidak berhenti menyatakan kekudusanNya melalui orang-orang pilihanNya. Dahulu Dia berbicara  kepada  mereka dalam tiang awan, tetapi sekarang Dia berbicara kepada kita melalui Yesus Kristus, Yang Kudus dari Allah (Yoh.6:69). Dalam Kristus, Allah menyatakan kekudusan-Nya dan puncak penyataan itu adalah salib. Keberadaan Tuhan menjadi kekuatan bagi kita untuk menjalani hidup; sebagai Raja, Dia adalah Raja yang bijaksana memimpin kita umatNya, Dia mencintai hukum kebenaran dan keadilan yang akan dinyatakan dalam hidup kita dan Dia akan mendengar doa dan permohonan kita.

Kontemplatif

kita diundang pemazmur untuk memuji dan berbakti pada Tuhan, sujud menyembah kepada “tumpuan kakiNya”, ke Gunung Sion, tempatNya yang kudus. Tidak ada yang dapat menandingi kebenaran dan keadilan Tuhan, maka kita diundang juga untuk hidup dalam kebenaran dan kekudusanNya. melalui berbagai macam cara, Allah terus menyatakan kemulian-Nya kepada umat manusia.

Kemuliaan-Nya terlihat melalui alam semesta dan semua ciptaan-Nya yang ada di sekitar kita. Kemuliaan-Nya juga terlihat dalam pengalaman perjalanan hidup setiap kita secara pribadi. Penyataan kemuliaan itu, membuat kita merasa begitu takjub dan terpesona kepada Allah.  Dari bacaan Alkitab kita hari ini, kita dapat melihat bahwa ketika Allah menyatakan kemuliaan-Nya, ada maksud dan tujuan yang Allah mau komunikasikan kepada kita manusia.

Pertama kita bisa melihat bahwa melalui penyataan kemulian-Nya, Allah menyingkapkan diri-Nya kepada umat manusia, supaya umat  mendapat  peneguhan. Hal ini nampak jelas dalam peristiwa Transfigurasi (perubahan rupa Yesus) yang dicatat dalam Lukas 9:28-36. Peristiwa transfigurasi itu terjadi setelah jati diri Tuhan Yesus sebagai Mesias.

Melalui peristiwa transfigurasi ini, Allah menegaskan kepada umat-Nya (para murid yang hadir saat itu) siapa Yesus dengan menyatakan, “Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia.”  Tujuan penegasan itu jelas, supaya umat percaya kepada Allah dan percaya bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah, sekalipun mungkin jalan yang akan Dia tempuh sebagai Mesias, bukan jalan yang penuh kemuliaan, melainkan jalan kerendahan dan penderitaan.

Di bumi ini, banyak yang menawarkan perbuatan-perbuatan yang baik, mereka meminta upah dari perbuatannya dengan pujian dan penghormatan. Maka ketika ada yang kaya membantu yang miskin, mereka meminta imbalan dengan pujian dan penghormatan. Pejabat minta dihormati, seolah-oleh dialah Raja yang melampaui segala bangsa. Ketika dia tidak menerima penghormatan yang sepantasnya sebagai seorang yang ditinggikan, maka akan terjadi sesuatu yang membuatnya menderita.

Pengalaman yang buruk dalam perjalanan hidup membuat seseorang menjadi menyembah sesamanya. Dan yang disembah bangga jika dianggap lebih dari yang lain. Dia merasa layak disembah, seolah dialah tuhan, tapi mazmur ini menjelaskan tinggikan, puji dan sembahlah Tuhan yang luhur yang mengatasi segala seusatu yang ada di bumi, di langit, di udara atau di laut. Petrus dan Rasul-rasul mengatakan :”Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia.” (Kisah 5, 29). Tidak ada yang patut disembah kecuali Dia yang mahakuasa.

Mengapa kita hanya taat padaNya? Karena Dia yang dapat menjawab doa kita, dia yang bisa mengatasi persoalan hidup kita, Dia satu-satunya yang bisa membuat kita menjadi tentram kala kita tidak mendapat kenyamanan, yang bisa membuat kita bersemangat dalam pengharapan kita akan kedatanganNya yang kedua, maka setiap orang yang meniru contoh yang ditingalkanNya di bumi ini, yaitu hidup benar dan kudus akan ikut serta dalam undangan pesta perjamuan penikahan Anak domba Allah.

Tuhan tidak akan pernah membiarkan kita berjalan sendirian. Ia akan menyatakan kemuliaan-Nya, supaya iman kita diteguhkan dan dikuatkan. Ia akan menyatakan kemuliaan-Nya supaya orang tahu otoritas yang ada pada kita berasal dari Dia.

Karena itu mari kita tetap melangkah maju, jangan  menyaksikan kemuliaan Allah, tetapi juga mau melanjutkan karya-Nya melalui kehidupan kita.

bunga-putih

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s