Sabtu 2 Maret 2013-Lukas 9:18-21


Pengakuan Petrus

9:18 Pada suatu kali ketika Yesus berdoa seorang diri, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Lalu Ia bertanya kepada mereka: “Kata orang banyak, siapakah Aku ini?” 9:19 Jawabmereka: “Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit.” 9:20 Yesus bertanya kepada mereka: “Menurut kamu, siapakah Aku ini?” Jawab Petrus: “Mesias dari Allah.” 9:21 Lalu Yesus melarang mereka dengan keras, supaya mereka jangan memberitahukan hal itu kepada siapapun.

Kisah Petrus yang disampaikan dalam Injil hari ini (Luk 9:18-24) ingin menegaskan Yesus itu Mesias tumbuh dari pendalaman iman di kalangan umat Gereja Perdana yang ingin makin menyadari siapakah Yesus itu. Ketika Yesus bertanya kepada para murid, “Siapakah Aku ini?” (9:18), mereka memberikan jawaban standar dari anggapan umum: Yohanes, Elia, seorang nabi (9:19). Dan ketika Ia bertanya mengenai kesimpulan mereka sendiri, Petrus berbicara atas nama yang lain: Mesias dari Allah (9:20). Jawaban ini benar, tetapi dapat disalahpahami dan karena itu Yesus memerintahkan mereka supaya merahasiakan hal itu sampai Ia mendapat kesempatan untuk mengajar mereka mengenai makna sebenarnya dari kemesiasan-Nya.

“Pada suatu kali ketika Yesus berdoa seorang diri …” (Lukas 9:18)Tinggal bersama, makan bersama, bekerja bersama, tidak menjamin bahwa semua hal itu akan membuat kita mengenal satu sama lain. Hal inilah yang terjadi di dalam kehidupan Tuhan Yesus dengan para murid-Nya. Ke manapun Tuhan Yesus pergi, ke sana pulalah para murid berangkat.

Yesus menggunakan tempat dan kesempatan untuk berdoa seorang diri. Ketika para murid datang kepadaNya, Ia bertanya kepada mereka, “Kata orang banyak, siapakah Aku ini?” Mereka menjawab, “Ada yang mengatakan Engkau adalah Yohanes Pembaptis, yang lain mengatakan bahwa Engkau Elia, dan yang lain lagi mengatakan bahwa Engkau adalah seorang nabi yang dahulu telah ada bangkit dari kematian.

Lalu Petrus menjawab, “Mesias dari Allah”. Maksud pertanyaan Yesus ini adalah, Dia mencari tahu kepada para muridNya, kira-kira menurut mereka sendiri siapakah diri-Nya yang patut mereka sampaikan kepada orang-orang yang mereka jumpai. Petrus dengan keyakinannya menyampaikan Yesus bahwa mereka tidak keliru dalam menggambarkan Guru sebagai Mesias, Dia yang diutus Allah. Yesus sendiri tidak mengingkari diriNya tetapi melarang mereka untuk tidak menceritakannya kepada siapapun. Mengapa? Yesus tahu hati mereka. Bayangan mereka akan Mesias adalah  leader yang memimpin revolusi rakyat untuk mengusir kaum Romawi dari Palestina.

Kalau kita membaca dengan saksama Injil Lukas, kita temukan rahasia ini: setiap kali Ia mewahyukan diriNya kepada para muridNya, Ia selalu berdoa. Misalnya sebelum Ia dibaptis (Luk 3:21), sebelum memilih keduabelas rasul (Luk 6:12), sebelum pengakuan Petrus (Luk 9:18), sebelum menampakan kemuliaanNya (Luk 9:28), sebelum mengajar doa Bapa kami (Luk 11:1), sebelum malam perjamuan terakhir (22:32), sebelum ditangkap dan dianiaya(Luk 22:41), sebelum wafat di salib (Luk 23:46). Yesus di dalam Injil Lukas digambarkan sebagai pendoa ulung.

Pertanyaan Yesus, “Kata orang siapakah Aku?” (Luk 9:18) dan “Menurut kalian siapakah Aku ini?” (Luk 9:20).  Kedua pertanyaan ini kiranya berhubungan dengan pertanyaan Herodes sebelumnya, “Siapakah gerangan orang ini yang khabarnya melakukan hal-hal yang mengherankan itu?” (Luk 9; 9). Pertanyaan-pertanyaan ini berhubungan dengan identitas Yesus. Herodes yang tidak percaya berusaha untuk mengenal Yesus yang dikiranya Yohanes Pembaptis.

Maksud pertanyaan Yesus, di harapkan bahwa para murid-Nya berani mengatakan kepada dunia bahwa sungguh Dia adalah Mesias,  Yang diurapi! Bagi Penginjil Lukas, Yang diurapi adalah pembawa bentara sukacita (Luk 2:11).

Yang harus dipahami sebagai Mesias,  adalah pribadi yang menderita, ditolak, dibunuh dan bangkit dengan mulia. Inilah Mesias yang benar.

Menghadapi kondisi yang semacam inilah, maka Tuhan Yesus berdoa kepada Bapa-Nya. Lukas memang tidak mencatat dengan jelas apa isi doa Tuhan Yesus pada waktu itu. Tetapi membaca kondisi yang ada saat itu, besar kemungkinan Tuhan Yesus berdoa bagi murid-murid-Nya supaya mereka boleh mengenal Dia dengan tepat dan benar. Karena itu, setelah selesai berdoa Tuhan langsung mengajukan pertanyaan, “Siapakah Aku ini?” Jawaban Petrus tidak mengindikasikan bahwa Petrus benar-benar mengenal siapa Yesus itu. Karena itu, Tuhan Yesus perlu memberikan penjelasan tambahan mengenai Mesias seperti apakah Dia itu.

Yang menarik, Tuhan Yesus melanjutkan penjelasan tentang diri-Nya dengan sebuah ajaran mengenai cara mengikut Dia. Dengan demikian, bagi Tuhan Yesus pengenalan akan diri-Nya haruslah dibuktikan dengan sebuah pola kehidupan yang seturut dengan mau-Nya, yaitu menyangkal diri, memikul salib, dan mengikut Tuhan. Untuk hal inilah, Tuhan Yesus berdoa, yaitu supaya setiap murid-Nya dapat mengenal Dia dengan benar dan tepat, sehingga mereka ini kemudian dapat hidup dengan benar dan tepat pula.

Di awal pewartaan, Yesus memberitahu para rasul agar merahasiakan bahwa diri-Nya adalah Mesias (lihat Lukas 9:21). Ketika menyembuhkan dan membebaskan orang dari kegelapan, Yesus juga meminta agar orang-orang itu tidak menceritakan kepada siapa pun. Penjelasan yang mungkin beralasan untuk hal ini, Yesus nampaknya ingin mengungkapkan penderitaan dan kematian-Nya sebelum mengumumkan secara terbuka kuasa keilahian yang menyatu di dalam diri-Nya pada waktu bangkit dari kematian dan naik ke surga. Sengsara dan wafat-Nya tidak terjadi secara kebetulan (lihat Ibrani 10:5). Sejak awal, Yesus telah siap dengan berkata: “Hendaklah kamu mencontoh Putera Manusia, yang telah datang bukan untuk dilayani, tetapi untuk melayani dan memberikan kehidupan-Nya untuk menebus banyak orang” (lihat Matius 20:28); dan bersabda: “Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan. Ia bertanggung jawab penuh atas kematian-Nya dengan “memberi hidup yang kekal” .

Kiranya pertanyaan Yesus ini selalu relevan buat kita, “Siapakah Aku menurutmu?” Kalau kita sungguh mencintai-Nya pasti kita akan berusaha untuk tahu, mengenal Dia lebih dan lebih lagi sehingga tidak memberikan “jawaban-jawaban yang standar” atas pertanyaan Yesus itu. Layaknya pecandu sepak bola yang antusias mengikuti perkembangan timnya, kita pun diminta untuk sampai pada pengenalan akan Yesus berdasar pengalaman hidup konkret kita masing-masing. Bukan menurut kata orang, buku, dll.

Hari ini, apakah yang menjadi isi dari doa-doa kita? Permintaan untuk sehat, permintaan untuk kaya, permintaan untuk sembuh, permintaan untuk hidup lancar, permintaan untuk sukses, permintaan untuk mendapat ini dan itu, dan masih banyak permintaan-permintaan lainnya?  Tidak salah jika kita menginginkan semua itu. Tetapi sudahkah yang paling utama dan pertama kita minta, yaitu supaya kita boleh lebih mengenal Dia dengan benar, sehingga kita dapat hidup bagi Dia dengan benar pula?

Untuk direnungkan : Apa yang Tuhan Yesus harapkan dari doa-Nya bagi para murid? Pernahkah Anda berdoa agar Anda semakin mengenal Tuhan?

Berdoalah bagi diri kita, agar kita memohon Tuhan untuk lebih lagi mengajar kita tentang siapa Dia sesungguhnya, supaya seluruh hidup kita dapat lebih menyatakan kemuliaan-Nya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s