Ayub 5:8-27> Rabu 20 Maret 2013


Mengerti Rahasia Allah; Ayub 5:8-27> Rabu 20 Maret 2013

5:8

Tetapi aku, tentu aku akan mencari Allah, dan kepada Allah aku akan mengadukan perkaraku.

5:9

Ia melakukan perbuatan-perbuatan yang besar dan yang tak terduga, serta keajaiban-keajaiban yang tak terbilang banyaknya;

5:10

Ia memberi hujan ke atas muka bumi dan menjatuhkan air ke atas ladang;

5:11

Ia menempatkan orang yang hina pada derajat yang tinggi dan orang yang berdukacita mendapat pertolongan yang kuat;

5:12

Ia menggagalkan rancangan orang cerdik, sehingga usaha tangan mereka tidak berhasil;

5:13

Ia menangkap orang berhikmat dalam kecerdikannya sendiri, sehingga rancangan orang yang belat-belit digagalkan.

5:14

Pada siang hari mereka tertimpa gelap, dan pada tengah hari mereka meraba-raba seperti pada waktu malam.

5:15

Tetapi Ia menyelamatkan orang-orang miskin dari kedahsyatan mulut mereka, dan dari tangan orang yang kuat.

5:16

Demikianlah ada harapan bagi orang kecil, dan kecurangan tutup mulut.

5:17

Sesungguhnya, berbahagialah manusia yang ditegur Allah; sebab itu janganlah engkau menolak didikan Yang Mahakuasa.

5:18

Karena Dialah yang melukai, tetapi juga yang membebat; Dia yang memukuli, tetapi yang tangan-Nya menyembuhkan pula.

5:19

Dari enam macam kesesakan engkau diluputkan-Nya dan dalam tujuh macam engkau tidak kena malapetaka.

5:20

Pada masa kelaparan engkau dibebaskan-Nya dari maut, dan pada masa perang dari kuasa pedang.

5:21

Dari cemeti lidah engkau terlindung, dan engkau tidak usah takut, bila kemusnahan datang.

5:22

Kemusnahan dan kelaparan akan kautertawakan dan binatang liar tidak akan kautakuti.

5:23

Karena antara engkau dan batu-batu di padang akan ada perjanjian, dan binatang liar akan berdamai dengan engkau.

5:24

Engkau akan mengalami, bahwa kemahmu aman dan apabila engkau memeriksa tempat kediamanmu, engkau tidak akan kehilangan apa-apa.

5:25

Engkau akan mengalami, bahwa keturunanmu menjadi banyak dan bahwa anak cucumu seperti rumput di tanah.

5:26

Dalam usia tinggi engkau akan turun ke dalam kubur, seperti berkas gandum dibawa masuk pada waktunya.

5:27

Sesungguhnya, semuanya itu telah kami selidiki, memang demikianlah adanya; dengarkanlah dan camkanlah itu!”

Intermezo

Karya Sastra di dunia ini tiada yang dapat dan mampu mengungguli kitab Ayub…Bahkan kemunkinan besar kitab Ayub  memberi inspirasi bagi para sastrawan  . Cerita tentang kitab Ayub ini diilhami dan disutradarai langsung oleh Tuhan

Kitab Ayub merupakan karya sastra yang tiada taranya. Kitab ini membicarakan permasalahan karyatama manusia tentang penderitaan.  . Tidak ada komposisi   yang bergulat dengan soal  penderitaan yang dikaitkan dengan kuasa dan kebaikan Allah yang mencapai kedalaman dan sastra yang begitu hebat, dengan penerapan praktis seperti kitab Ayub ini. Ini merupakan karya seorang genius yang diilhami oleh Roh Kudus.

Karena itu berbicara  kitab Ayub ini kita harus membaca dan memahami dengan benar  keseluruhan cerita kitab ini. Mengutip perkataan  secara lepas akan menyebabkan kita mengungkapkan konsep teologis sebagai prinsip dan dalil teologis yang kaku dan salah seperti ketiga sahabat Ayub.

Serius ne

Adakah di antara kita yang memiliki Iman seperti Ayub?, Adakah diantara kita mengalami penderitaan seperti Ayub ? kalau ada, bersyukurlah Anda…Loh kenapa justru kita harus bersyukur ?… Lalu, adakah diantara yang kerjaannya menghakimi orang dan merasa sok tau , bahwa penderitaan itu adalah hokum Tuhan… (cukuplah 4 pertanyaan dulu…”PR” buat Anda)

Mungkin Ayub merasa bingung, nggak habis pikir, dosa apa yang diperbuatnya ,Ayub merasa hidupnya kudus   berkenan di hadapan Tuhan, mengapa penderitaan yang dahsyat menimpanya, semuanya diambil daripadanya…Dan Tuhan pun tau bahwa Ayub hidup kudus dan tak bercela di mata Tuhan…?

Apa sih rancangan Tuhan bagi Ayub dalam pederitaannya

Mungkin kita perlu flash back kebelakang sejenak; Ayub 1-2. Kitab Ayub dibuka dengan sebuah drama  3 babak: (1) Kehidupan Ayub yang saleh di tanah Us; (2) perubahan radikal dari kehidupan yang makmur dan terhormat menjadi kehidupan yang melarat dan menderita (panggung duniawi); (3) Sidang paripurna, dimana Iblis menantang Allah untuk menguji Ayub (panggung sorgawi). Prolog ini mengungkapkan tujuan kitab ini: iman Ayub diuji, dan kehormatan Allah diuji bersama Ayub.

 (Ay. 17-27)   Manusia yang ditegur Allah > Elifas berpendapat bahwa jikalau Tuhan menegur seseorang dan orang itu menanggapinya berbalik ke jalan yang benar , maka Tuhan akan membebaskan orang itu dari segala penderitaan dan malapetaka… benarkah

Apa yang dikatakan Elifas ?

Harus kita ingat: Alkitab sama sekali tidak  mengajarkan bahwa Tuhan akan melenyapkan semua kesulitan dan penderitaan dalam kehidupan kita. Orang saleh tidak selalu terlepas dari kesulitan dan penderitaan dalam hidup ini.

 

Kontemplatif

Apa yang biasa Anda lakukan ketika penderitaan melanda hidup Anda? Tentu saja Anda akan berusaha untuk keluar dari penderitaan itu. Orang beriman memandang penderitaan sebagai suatu kesempatan untuk bertumbuh dalam iman akan Tuhan.

Mampukah kita menghayati penderitaan sebagai peristiwa sukacita? Bagi manusia zaman sekarang hampir bisa dipastikan hal ini adalah sesuatu yang mustahil. Tetapi bagi murid Kristus, memaknai penderitaan sebagai sukacita, bukanlah hal yang mustahil (muda-mudahan). Hanya ada satu syarat yang harus kita penuhi yaitu memiliki pemahaman yang benar dan utuh tentang firman Tuhan.

Penderitaan memang menggangu hidup manusia. Penderitaan membuat orang terbatas dalam hidupnya. Penderitaan membuat orang bersedih hati. Namun penderitaan tidak selamanya membuat orang berdukacita. Penderitaan juga membuat orang bangkit untuk menghadapi penderitaan itu dengan sukacita.

Dalam penderitaan yang dialami, janganlah mengatakan bahwa Tuhan sedang mencobai kita. Yakobus 1: 13 menyatakan bahwa Allah tidak mencobai siapapun. Tuhan menjanjikan penyertaanNya dalam hidup kita. Itulah yang membuat kita kuat menghadapi pencobaan-pencobaan dalam kehidupan kita

“Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan,” (Roma 5: 3) Marilah kita bersukacita, dan ungkapkan sukacita kita dengan ucapan syukur kepada Allah.

Karena itu, penderitaan mesti menumbuhkan iman. Penderitaan mesti berbuahkan kebaikan bagi kehidupan manusia. Tentu saja hal ini tidak mudah, karena dalam saat-saat penderitaan itu orang mudah meninggalkan Tuhan yang diimaninya. Sebagai orang beriman, kita diajak untuk terus-menerus bertumbuh dalam iman. Dengan demikian, hidup kita menjadi suatu kesempatan berharga dalam membangun kasih bagi sesama.

Sambutlah saat penderitaan  Sebagai karunia,
Karena suka maupun derita Datang daripadaNya.
Bila itu datang dari Dia, Mengapa menolaknya?
Tuhan selalu menyertai kita Dan mengawasi kita.

Bila duka cita membawa manfaat, Ia memberi duka cita;
Bila suka cita membawa manfaat, Ia memberi suka cita.
Kedua-duanya kita peroleh Sesuai kehendakNya

Jangan bersedih karena duka
Dan jangan lalai ketika suka

images

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s