Rabu 3 April 2013 > Matius 15:32-39 BELAS KASIHAN ADALAH KASIH YANG DIAKTUALISASIKAN


 

15:32 Lalu Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata: “Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak itu.n  Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan. Aku tidak mau menyuruh mereka pulang dengan lapar, nanti mereka pingsan di jalan.” 15:33 Kata murid-murid-Nya kepada-Nya: “Bagaimana di tempat sunyi ini kita mendapat roti untuk mengenyangkan orang banyak yang begitu besar jumlahnya?” 15:34 Kata Yesus kepada mereka: “Berapa roti ada padamu?” “Tujuh,” jawab mereka, “dan ada lagi beberapa ikan kecil.” 15:35 Lalu Yesus menyuruh orang banyak itu duduk di tanah. 15:36 Sesudah itu Ia mengambil ketujuh roti dan ikan-ikan itu, mengucap syukur, memecah-mecahkannyao  dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya memberikannya pula kepada orang banyak. 15:37 Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa,p  tujuh bakul penuh. 15:38 Yang ikut makan ialah empat ribu laki-laki, tidak termasuk perempuan dan anak-anak. 15:39 Lalu Yesus menyuruh orang banyak itu pulang. Ia naik perahu dan bertolak ke daerah Magadan.

 

Belas kasihan, welas asih, atau kepedulian adalah emosi manusia yang muncul akibat penderitaan orang lain. Lebih kuat daripada empati, perasaan ini biasanya memunculkan usaha mengurangi penderitaan orang lain.  (Wikipedia) .

Matius 15: 32-39    merupakan rantaian atau rentetan  pelayanan  missioner Yesus yang melintasi budaya . Apa yang Yesus lakukan mempunyai misi penting  untuk pendelegasian agar murid-murid semakin dipersiapkan dan juga mengerti misi lintas budaya .

Kharisma Tuhan Yesus tidak tertandingi siapapun. Coba Anda bayangkan ,  Orang banyak mengikuti  Dia terus selama 3 hari sampai mereka kehabisan makanan. Dan sikap Yesus sungguh luar biasa. Oleh karena itu, Yesus secara khusus memberitahu mereka bahwa hati-Nya “tergerak” oleh belas kasihan menyaksikan orang banyak yang sudah lelah dan kelaparan setelah tiga hari mengikut Dia. Ia tidak dapat menyuruh mereka pulang karena mereka akan pingsan di jalan, tetapi ingin memenuhi kebutuhan jasmani  mereka.

Tuhan Yesus sangat kagum terhadap mereka, karena mereka yang mengikuti-Nya sangat  memfokuskan diri kepada kebutuhan rohaninya. Justru Tuhan Yesus tergerak oleh belas kasihan terhadap orang banyak itu.

Dapat kita lihat, Yesus tidak hanya peduli dengan kebutuhan kehidupan rohani mereka tapi juga terhadap kebutuhan jasmani mereka. Para murid-murid Yesus sudah pernah mengalami kuasa Tuhan yang memberi makan 5000 orang hanya dengan 5 roti dan 2 ikan, namun mereka masih bimbang dan ragu ketika Yesus menyuruh mereka sekali lagi untuk memberi makan orang banyak di tempat sunyi seperti itu. Tetapi Yesus justru  berinisiatif dan bertanya berapa roti dan ikan yang ada pada mereka.

Yesus menunjukkan kepeduliannya dan berusaha untuk memenuhi kebutuhan orang banyak, sedang murid-murid menunjukkan keberatan dan seolah enggan untuk menolong orang banyak.

Dan masih tersisa tujuh keranjang besar yang penuh. Setelah Yesus mengizinkan mereka pulang, Ia lalu meneruskan misi ke daerah Magadan (39).

KITA DAPAT STOP MENGAKTUALISASIKAN BELAS KASIHAN KEPADA SESAMA
BILA KRISTUS STOP MENGAKTUALISAKAN  BELAS KASIHAN KEPADA ANDA

Kontemplasi
Karuniakan aku hati seperti hati-Mu yang berbelas kasihan
Karuniakan mata  seperti mata-Mu agar mampu memandang tuaian di sekelilingku
Karuniakan aku tangan seperti tangan-Mu ‘tuk melakukan tugasMu
Karuniakan aku kaki seperti kaki-Mu  agar mampu melangkah dalam rancangan-Mu

 Yesus juga mengharapkan kita menunjukkan belas kasihan dan kepedulian terhadap semua orang tanpa membedakan status, jenis kelamin, suku, dan ras. Kita perlu memperhatikan kebutuhan manusia secara holistik. Bila kita merasa kemampuan kita tidak seberapa, jangan bimbang dan ragu, tetapi serahkanlah kepada Yesus. Ia akan mencukupkan kita untuk menjadi saluran berkat bagi banyak orang. Pikirkan satu hal yang akan kamu lakukan sebagai bukti nyata bahwa kamu peduli dan berbelas kasihan terhadap orang lain.

Inilah wujud nyata membangun kemitraan dan kesetaraan demi  kesetiakawanan sosial

Sekarang ! sebelum semuanya berakhir

Sekarang ! sebelum semuanya berakhir

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s