Rabu 1Mei 2013- Yak.5:711 “JER BASUKI MAWA BEA”


Bersabar dalam penderitaan 5:7 Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan  ! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar  sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi.   5:8Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan   Tuhan sudah dekat!   5:9 Saudara-saudara,  janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum. Sesungguhnya Hakim  telah berdiri di ambang pintu  .  5:10 Saudara-saudara, turutilah teladan penderitaan dan kesabaran para nabi  yang telah berbicara demi nama Tuhan. 5:11 Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia,  yaitu mereka yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan   Ayub   dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan  Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan.

Kita tidak usah terlalu idealis  meneladani ketekunan nabi atau seorang Ayub, tapi kita belajar dari kehidupan para petani. Pernahkah anda berpikir menjadi petani?

Yang selalu memberikan pupuk dan mencangkul sawah/ladang/kebun. Dan mengapa mereka melakukan itu? dengan satu tujuan agar yang di tanam bisa tumbuh dengan baik dan subur.

Terkadan petani harus menelan “pil pahit”, kalau apa yang telah dikerjakan dengan keringat bercucuran, teriknya panas matahari harus hilang dalam sekejap oleh karena suatu benca, misalnya;  bencana banjir, hama, dan kemarau panjang, dsb.

Namun pak PETANI tak patah semangat saat yang dia tanam pada hari sebelumnya belum tumbuh menghasilkan, dan masih berupa tanaman yang kecil, begitu juga keesokan harinya, sampai hari berganti bulan, dan berbulan bulan, bahkan bencana sekalipun.

Sehingga jika waktunya telah tiba sang PETANI mendapatkan apa yang dia harapkan. apa yang di harapkannya? musim panen datang, jika bencana terjadi mereka akan berusaha mengelolanya kembali

Namun apakah anda menginginkan menjadi Pak PETANI?

tentu TIDAK,

Apa yang anda ambil hikmahnya,

pak PETANI yakin bahwa yang di tanamnya pasti akan membuahkan dan menghasilkan.

pak PETANI yakin bahwa pasti ada masanya untuk dia.

pak PETANI yakin bahwa dengan rajin memberikan pupuk dan mencangkul dan menggemburkan tanah akan mudah untuk membuat tanaman tumbuh dan berbuah

pak PETANI yakin bahwa gagal panen akibat bencana, hama, dsb merupakan ujian yang harus mereka terima, dengan suatu keyakinan mereka akan dapat menikmati hasil panen mereka…buat mereka itu “panen yang tertunda” seperti sukses yang tertunda.

PETANI tidak mengenal lelah, yang jelas mereka sudah MEMASTIKAN, bahwa setidaknya walau tidak mencapai 100% PANEN BERHASIL, tapi mereka PASTI mendapatkan HASILNYA(Walaupun anda tidak menjadi yang terbaik, setidaknya keberhasilan sudah pasti datang, walau tak 100%).

PETANI tidak mengenal MENGELUH, yang jelas tetap ke sawah, walaupun TERIK, LELAH, SAKIT dan lain lainnya (Janganlah anda MENGELUH karna nggak ngerti ngerti/susah)

PETANI hanya mengenal satu ungkapan SIAPA YANG MENANAM PASTI DIA akan  MENUAI.

Setelah memberikan teguran kepada orang-orang kaya yang jahat, sekarang Yakobus memberikan nasihat kepada mereka yang sedang menderita.  Sangat mungkin penderitaan itu terkait dengan kondisi sosial ekonomi mereka. Dalam keadaan demikian, sangat mudah bagi mereka untuk menempatkan diri sebagai korban – baik secara langsung maupun tak langsung – dari perilaku orang-orang kaya yang jahat .

Yakobus menegur mereka yang menghadapi penderitaan dengan bersungut-sungut dan saling mempersalahkan yang justru  akan mendatangkan hukuman. Penderitaan bisa terjadi pada siapa saja, disebabkan oleh berbagai hal.

Penderitaan juga bisa menimpa orang-orang beriman seperti para nabi bahkan Ayub seorang yang saleh sekalipun. Namun, orang-orang Kristen seharusnya memiliki sikap dan cara yang berbeda dalam menghadapi penderitaan.

Penderitaan  itu memang bukanlah hal yang mengenakkan . Tetapi sebagai orang kristen , hal  yang baik dibalik setiap pengalaman yang menderitakan ada suatu pembelajaran, yaitu; KETAATAN  kepada kehendak Allah.

Sampai kapan kita harus bersabar menghapi penderitaan dan pencobaan? Jawabnya, Sampai hari kedatangan Tuhan (ay.7). Kedatangan Tuhan mengandung pengharapan.

Masalahnya, menunggu hari kedatangan Tuhan adalah sebuah proses yang panjang (2 Petrus 3), bahkan waktu tersebut tidak terprediksi karena hari Tuhan datang seperti pencuri pada waktu malam (1 Tes. 5:2, 2 Pet. 3:10). Oleh karena itu kitab Yakobus 5:7-11 adalah bacaan  “teladan” … kesabaran dari kehidupan sehari-hari. Dalam penderitaan, kita sering mempunyai sikap-sikap yang “eror”, seperti: menjadi marah, lemah imannya, bersungut-sungut, berhenti ikut Tuhan / menjauhi Tuhan, lari ke dalam dosa. yang penting bagi kita untuk belajar tentang sikap yang benar dalam mengalami penderitaan. Sikap yang benar dalam menghadapi penderitaan adalah SABAR

Sabar berarti tidak membalas dendam . Hal ini sangat berhubugan, bahwa  penderitaan mereka disebabkan oleh penindasan orang-orang kaya (Yak 5:4,6).

– Sabar dalam penderitaan, juga berarti bahwa kita tidak bersungut-sungut dalam menghadapi penderitaan,

– Sabar juga berarti tidak iri hati melihat nasib orang lain yang  lebih baik dari pada kita

– Sabar juga berarti , berserah pada rancangan  Allah  atas penderitaan yang kita alami

– Sabar juga berarti meneguhkan hati (ay 8), bahwa Allah akan mengangkat kita dalam penderitaan. Meneguhkan hati untuk tidak      bersungut sungut.

Kita boleh saja menceritakan kepada Tuhan tentang segala penderitaan kita dan bahkan tentang orang-orang yang mem¬buat kita menderita, tetapi jangan dengan hati yang menginginkan balas dendam!

Jadi orang Kristen yang bergumul dalam penderitaan jangan hnaya berharap  akan sesuatu yang akan diterima ,  tetapi juga memetik kikmah bahwa penderitaan itu sendiri menghasilkan ketekunan dan kedewasaan.

Tetapi sebaliknya orang Kristen tidak boleh juga mengabaikan apa yang Allah janjikan bagi mereka yang teguh berdiri hingga akhir. Sebab hanya mereka yang telah bertahan sampai akhir bisa disebut “berbahagia.”  Secara sederhana Yakobus ingin mengatakan “mereka yang bertekun sampai akhir tidak akan kehilangan upah mereka,” dan Allah telah membuktikan-nya kepada para nabiNya dan Ayub.

Kita perlu mengupayan dengan sabar untuk keluar dari pergumulan hidup sambil berpengharapan dan mengupayakan cara untuk menyelesaikan persoalan dan derita itu. Apakah Anda tengah berjuang mengatasi sifat buruk? Ataukah Anda tengah bekerja keras untuk mencapai target tertentu dalam pekerjaan? Jangan mundur jika hasilnya belum tampak seperti yang An­da harapkan. Bertekunlah sambil menantikan pertolongan Tuhan.

# Kesabaran memang ada batasnya…batasnya yaitu meneguhkan hati#

# “Jer Basuki Mawa Bea” Kesuksesan itu perlu pengorbanan#

# Alon-alon Asal Kelakon.. (Biarpun pelan-pelan, asal bisa sampai ke tujuan)#

“Sabar dalam susah sukarmu
Sabar Tuhan ada sertamu
Sabar sabar bri kuat padamu”

timthumbBANYAK ORANG JATUH BUKAN KARENA KURANG MAMPU tetapi  karena  KURANG KETEKUNAN dan KESABARAN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s