Minggu 5 Mei 2013-Galatia 3:23-29– “Si Iman sang Pembebas”


3:23 Sebelum iman itu datang kita berada di bawah pengawalan   hukum Taurat, dan dikurung sampai iman itu telah dinyatakan.   3:24 Jadi hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus  datang, supaya kita dibenarkan karena iman.  3:25 Sekarang iman itu telah datang, karena itu kita tidak berada lagi di bawah pengawasan penuntun.   3:26Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah   karena iman di dalam Yesus Kristus. 3:27 Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus,   telah mengenakan Kristus.  3:28 Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka,  tidak ada laki-laki atau perempuan  ,   karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus.   3:29 Dan jikalau kamu adalah milik Kristus,   maka kamu juga adalah keturunan   Abraham dan berhak  menerima janji   Allah.

Zaman hukum Taurat merupakan masa kepatuhan,ketaatan, kesetiaan, dan ketertiban  hukum Taurat berfungsi sebagai penyuluh,instruktur, pendidik,pengajar dan petunjuk. Sedangkan Kristus adalah guru yang pengasih, yang mengajak  kita dan menunjukkan jalan kebenaran  dalam kaitannya dengan kasih.

“Sebelum iman datang” (ayat 23-24)

    Iman yang dimaksudkan adalah iman yang sudah berulang kali dijelaskan oleh Paulus, yaitu iman kepada Yesus Kristus yang melaluinya manusia dibenarkan oleh Allah. keadaan itu berlaku untuk orang-orang Kristen dari bangsa Yahudi, yang mengenal hukum Taurat, dan juga untuk orang-orang Kristen dari latar belakang non-Yahudi, walaupun mereka tidak mengenal hukum Taurat yang tertulis.
    Roma 2:14-16.  “isi hukum Taurat ada tertulis didalam hati bangsa-bangsa lain dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela” (ayat 15). Buktinya, “bangsa-bangsa lain yang tidak memiliki hukum Taurat oleh dorongan diri sendiri melakukan apa yang dituntut hukum Taurat” (ayat 14).
    Ayat 23,  “sebelum iman datang “kita semua berada di bawah hukum Taurat”
    Implikasinya:
    – Kita semua terikat dengan  hukuman Tuhan, yang akan dilakukan  berdasarkan hukum Taurat, dan
    – Jalan keselamatan pun sama untuk semua orang, yaitu melalui iman.
    Sebelum kita menjadi percaya, hukum Taurat mempunyai dua fungsi di dalam hidup kita, yaitu:
    ” Sebagai pengawal yang mengurung kita”
    Dari latar belakang historis, bangsa Israel benar-benar dikawal dan dikurung oleh hukum Taurat . Dalam agama Yahudi para ahli hukum merekayasa peraturan-peraturan  yang ditambahkan untuk memenuhi hukum Taurat. Akhirnya, pada waktu masa Yesus  mereka dikawal dan dikurung dengan ketat oleh peraturan-peraturan ini yang disebut ‘adat istiadat atau tradisi’.  Tidak banyak di antara mereka yang diselamatkan oleh karena iman, karena Hukum Taurat dengan segala inteprestasi tambahan yang diberikan oleh para ahli hukum, mengawal dan mengurung mereka.
    Keadaan itu berlaku sampai Kristus datang Sesudah itu lahirlah gereja universal yang terdiri dari segala bangsa yaitu mereka yang dimerdekakan oleh Kristus dari pengawalan hukum Taurat (bandingkan Galatia 5:1)
    Hukum Taurat berseteru dan bersengketa dengan   manusia dijaman itu  dengan tuntutan Allah, dan sekaligus dengan intimidasi bahwa kalau manusia gagal memenuhi tuntutan itu, ia akan menerima hukuman. Di dalam keadaan itu manusia berusaha untuk menghindari hukuman Allah.
    Kekristenan adalah satu-satunya  gambaran “ekspresionis”  dari usaha memenuhi tuntutan-Nya. Agama Kristen adalah desain,gubahan,komposisi, atau reka-cipta  Allah sendiri, yaitu jalan keselamatan yang disediakan-Nya untuk semua orang yang percaya kepada Kristus.
    Hukum Taurat  sebagai penuntun kepada Kristus (ayat 24).
     Hukum Taurat sebagai pengawas, yaitu: mengawasi manusia agar mereka   patuh terhadap tunututan Allah.
    Hukum taurat dipakai untuk  mendisiplinkan mereka  dengan cara-cara yang cukup keras.
    Hukum taurat dapat kita pahami:
    – Tugasnya hanya sementara untuk mengawasi, memgenalkan mereka akan tuntutan Allah.  Sampai mereka siap dilepaskan.
    – Fungsi  Hukum Taurat hanya bisa menyadarkan kita tentang keadaan kita yang penuh dengan dosa; dan juga membuat kita gentar  karena hal  tidak mungkin memenuhi tuntutan Allah. Hukum Taurat berkata: ‘Lakukanlah hukum Taurat dengan sempurna. Kalau tidak kamu akan dihukum mati, karena ‘upah dosa alah maut’. Karena itu  terbentuklah  satu keinginan di dalam hati manusia untuk terbebas dari kawalan Hukum Taurat  .
    Hukum Taurat tidak bisa memberi kemerdekaan dan damai sejahtera itu. Ia hanya menyiapkan kita untuk menerimanya.  Hukum Taurat terbatas fungsinya hanya sebagai penghantar, karena Hukum Taurat tidak bisa menjadikan kita benar di hadapan Allah.
    Kata firman Allah “Sebab Kristus adalah kegenapan Hukum Taurat , sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang percaya” (Roma 10:4),  “Kristus adalah THE END OF THE LAW”.  Apa yang tidak mungkin dilakukan oleh hukum Taurat telah dilakukan oleh Allah sendiri dengan jalan mengutus Anak-Nya Yesus Kristus Dengan demikian Kristus menjadi kegenapan hukum Taurat
    Hukup Taurat diberikan untuk menyiapkan Jalan bagi Kristus, supaya Kristus boleh melakukan apa yang tidak mungkin dilakukan oleh hukum Taurat, yaitu membenarkan kita di hadapan Allah oleh iman kepada Kristus Dengan demikian hukum Taurat menuntun kita kepada Kristus.
    ‘Karena iman itu sudah datang, maka kita tidak lagi berada di bawah pengawasan/ penuntun’ (bandingkan, ayat 25).”Kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus” (ayat 26).
    Dari pemahaman di atas, dapat kita tarik suatu pemahaman dasar;  tugas kita adalah menyampaikan firman Tuhan untuk orang-orang  bertobat. Roh Kuduslah yang akan menyadarkan mereka tentang keadaan mereka yang sebenarnya.
    Tuhan Yesus menjadi pembuka  dan tanda dari satu hidup baru yang dialami bersama semua orang percaya yang lain. Semua orang percaya adalam satu didalam Kristus Yesus.

Firman Tuhan berkata: “Keselamatan tidak ada didalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan” (Kisah 4:12)

Perjanjian Baru adalah janji Tuhan untuk memasukkan Hukum Taurat dalam hati umatNya, dan Hukum Kasih adalah merupakan bagian dari Hukum Taurat. (baca Yer 31:31-33). Dan Yesus menyatakan bahwa Dia tidak datang untuk meniadakannya (Mat.5:17). Yesus datang justru untuk membebaskan manusia dari dosa. Dosa adalah pelanggaran akan hukum Allah(1 Yoh. 3:4). Jadi, Yesus datang untuk membuat manusia bebas dari pelanggaran terhadap hukum Allah, mereka menjadi orang-orang yang hidup baru, yang hidup menurut hukum Allah.

Yesus menyatakan : “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.

dsc06190.jpg

2 thoughts on “Minggu 5 Mei 2013-Galatia 3:23-29– “Si Iman sang Pembebas”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s