Ef 1: 3-14 /Minggu 12 Mei 2013— 1…1 nya hanya Dia (The only one…just Him)


images (15)
Ef 1: 3-14
Kekayaan orang-orang terpilih
Surat Efesus ini, ditulis oleh Paulus ketika dia sedang berada dalam penjara. Sudah barang tentu  dia mempunyai tujuan dan ada hal yang menjadi mendorong dia untuk menulis surat tersebut. Tujuan Paulus menulis surat kepada jemaat Efesus, didukung oleh keadaan masyarakat Efesus pada saat itu. Keadaan masyarakat Efesus pada saat itu adalah masih melakukan penyembahan terhadap Dewa Yunani. Dewa yang mereka sembah pada saat itu adalah mereka sebut dewi Artemis. Mereka  mempercayai bahwa dewi Artemis ini adalah Dewa kesuburan. Selain itu juga mereka melakukan penyembahan dan tunduk kepada Kaisar. Melihat keadaan ini tergeraklah hati Paulus untuk mengirimkan suratnya kepada jemaat di Efesus.
Surat ini berisikan nasihat, perintah, dan himbauan untuk hidup dalam Kristus. Dalam surat ini, ia menekankan Rencana Tuhan agar “Seluruh alam, baik yang di surga maupun yang di bumi, menjadi satu dengan Kristus sebagai kepala” (1:10). Surat ini juga berisi  seruan kepada umat Tuhan supaya mereka menghayati makna rencana agung dari Tuhan itu untuk mempersatukan seluruh umat manusia melalui Yesus Kristus.
Pernahkah Anda melihat dan berpikir  seekor elang perkasa meliuk-liuk di atas udara? Tentu terlintas di pikiran bahwa sang elang adalah penguasa langit yang diberi kodrat dari Sang Pencipta untuk menjadi “raja” di udara; terbukti elang dikaruniai umur yang paling panjang jika dibandingkan saudara – saudara unggas lainnya. Seekor elang dewasa mampu bertahan hidup sampai umur 70 tahun. Namun, tahukah Anda bahwa setiap elang dewasa ketika memasuki usia ke-40 tahun harus membuat keputusan yang berat dalam hidupnya? Suatu perubahan besar menanti dan keputusan yang besar harus mampu diputuskan. Hal ini terjadi karena paruhnya tidak mampu lagi menangkap mangsa karena kepanjangan dan bengkok ke dalam hingga hampir menyentuh dada. Demikian juga dengan cakarnya yang menua, mengakibatkan sulit mencengkeram mangsanya. Hal lain yang terjadi dengan berjalannya usia adalah bertambah lebat dan berat bulu sayapnya yang mengakibatkan sang elang sulit terbang tinggi. Hanya ada dua pilihan berat yang harus dipilihnya, mati kelaparan atau menjalani proses perubahan yang sangat menyakitkan selama 150 hari. Proses ini mengharuskan ia terbang ke atas puncak gunung yang tinggi untuk memulai proses perubahan. Pertama-tama, elang harus menghantamkan paruhnya berkali-kali pada batu sampai terlepas dari mulutnya. Setelah paruh terlepas, sang elang harus menunggu sampai paruh barunya tumbuh kembali. Proses kedua, sang elang juga harus mencabut cakarnya yang menua untuk membiarkan tumbuhnya cakar yang baru. Proses terakhir adalah mencabut satu per satu bulu di sekujur tubuhnya. Inilah proses yang panjang dan menyakitkan yang harus dijalani selama lima bulan. Bagaimanapun, berkat proses inilah si elang mampu hidup 30 tahun lebih lama. ( Dari Buku Champion ).

Berbeda dengan kita, sebagai ciptaan Tuhan yang paling mulia . Sebab dimensi,gatra, dan perspektif  kehidupan kita sangat belantara,ekstensif ,dan ensiklopedis  sampai menelisik akuratif  bidang rohaniah, karya pemeliharaan dan pemulihan yang dilakukan oleh Tuhan. FirmanNya yang kita baca hari ini menunjukkan bagaimana Allah datang memulihkan hidup kita.

Mengapa hidup manusia perlu diperbaiki? 

Pertama, sebab manusia tidak percaya kepada Yesus (Yohanes 1:7b). Padahal dalam ayat yang sangat terkenal , yaitu Yohanes 3:16, dikatakan bahwa yang percaya kepada Yesus tidak akan binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.

Kedua, sebab manusia tidak mengenal Yesus (Yohanes 1:10). Bisa dikatakan juga  bahwa manusia pura-pura bahkan tidak mau mengenalNya. Sehingga tidak ada  ikatan  hubungan secara pribadi.

Ketiga, sebab manusia menolak  Yesus (Yohanes 1:11). Walaupun Yesus sudah memberikan diriNya menjadi kepunyaan kita! Jika manusia memiliki Yesus Kristus secara pribadi dalam hidupnya, alangkah bahagianya sebab Yesus adalah segala-galanya bagi kita.

Keempat, sebab manusia tidak hidup dalam kasih (Yohanes 1:17).  Manusia yang tidak mengutamakan persekutuan dengan Allah semakin kehilangan kasih, seperti pelita yang kehabisan minyak. Maka berangkat dari kasihNya, Yesus  datang mewakili Allah untuk memulihkan hidup manusia yang sudah dicabik-cabik oleh kebencian, dendam, iri, dengki dan egoisme.

Kelima, sebab manusia tidak hidup dalam kebenaran (Yohanes 1:17). Manusia lebih menyukai dosa, penyelewengan, kejahatan sehingga tidak bisa bergaul dengan Allah. Hubungan manusia dengan Allah sudah retak.

Mengapa Yesus mempunyai kedudukan sentral dalam hidup kita? Hal itu dijelaskan dalam Yoh 1 ayat 18 : “Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada dipangkuan Bapa, Dialah yang menyatakanNya.”

Dalam Efesus 1:3,4 kita diajak untuk memuji-muji Allah, sebab Ia sudah merencanakan, dan mewujud nyatakan, satu berkat rohani yang sorgawi, ketika Ia mengutus Kristus Yesus kepada kita. Selanjutnya dikatakan bahwa di dalam Yesus itu Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan supaya kita kudus tak bercacat di hadapanNya. Dari sini kita mengetahui bahwa sesungguhnya Allah sangat mengasihi kita, dan merencanakan untuk selalu bersekutu dengan Dia baik di dunia maupun di sorga.

Kecenderungan kita yang pantas adalah memandang Tuhan sebagai yang urgen  dan terutama, jangan ‘apatis’  keberadaan kita sebagai umat Tuhan! Sebab Tuhan dari dulu sampai sekarang juga memandang kita sebagai umatNya yang penting, sampai hidup kita yang sudah rusak dipulihkanNya. Dan itu dikerjakan melalui pengorbanan dan perjuangan yang tidak mudah. (Baca Yer 31)  betapa besar perhatian Tuhan terhadap umatNya. Tuhanlah yang berinisiatif . Tuhan berjanji akan melimpahkan berkat-berkat gandum, anggur, minyak serta mengubah perkabungan menjadi kegirangan. Dari dulu dan selalu Tuhan memikirkan yang terbaik bagi kita, Maka berdosa besar jika kita sampai berani menghina Tuhan dengan pikiran kita bahwa kuasaNya terbatas, kasihNya merosot, keadilanNya tidak terbukti, kesetiaanNya diragukan.

Sebagai Nabi, Yesus menyatakan kebenaran kepada kita. Sebagai gambaran Allah, kita diciptakan untuk kebenaran. Untuk menaati kebenaran adalah martabat kita.Yesus mengajarkan bahwa kebenaran memerdekakan kita , dan kematian-Nya adalah saksi kebenaran tersebut .

Sebagai Imam, Yesus mempersembahkan kurban yang sempurna dalam hal ketaatan dengan penuh kasih dan ketaatan seorang anak (Ibr 10:1-10). Oleh rahmat, yang dimenangkan oleh Kristus di kayu salib, kita dibebaskan dari keterasingan dari Tuhan, Yesus menjadi ‘jembatan’, mediasi hubungan kita dengan Bapa-Nya dan .

Sebagai Raja,  Mukjizat-mukjizat-Nya membuktikan kuasa-Nya untuk membebaskan kita dari semua penderitaan, pengusiran kuasa jahat yang dilakukan oleh Yesus membuktikan dominasi-Nya atas kerajaan setan, dan pengendalian diri-Nya menyatakan penguasaan diri yang dicari semua orang. Kebebasan ini mengalir dari kebebasan-Nya yang sempurna untuk melakukan kehendak Bapa. Jabatan/ tugas raja mengalir dari tugas ke- imamat-an sebagai buahnya.

Ketika Ia membagikan hidup-Nya kepada kita, ini berarti bahwa kita juga dipanggil untuk menjadi nabi, imam dan raja. Ia juga memberikan kepada kita contoh yang sempurna dan sangat sederhana untuk ditiru…

Hidup itu berani dan ingat ; berani membela yang benar karena ingat bahwa hal itu memang benar. Kebanyakan kita  hanya berlomba untuk mencari prestise.

kita hendaknya memiliki mental yang kuat ketika menghadapi cobaan. Kita harus tangguh dan pantang menyerah  sampai garis finish.  Bermental tangguh itu harus kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Hidup manusia itu seperti rumput , hidup manusia seperti jam batrai. Maka dari itu isilah dengan hal-hal yang bermanfaat. Masa senang ada batasnya dan perlu dibatasi. Lebih baik melakukan tindakan yang berguna bagi diri sendiri dan sesama.

Hidup yang damai adalah hidup dalam kejujuran. Kejujuran adalah harta yang tak ternilai dalam hidup ini. Tetapi saat ini menghidupi nilai kejujuran di tengah carut-marut  kehidupan yang timpang   rasanya menjadi hal berat.

Dalam perjalanan hidup, manusia kadang menemui kekosongan. Kadang kita bingung ketika hidup rasanya hampa. Ingin melakukan sesuatu tetapi kok tidak ada tastenya. Karena merasa sepi maka banyak dari kita yang mencari pelarian agar merasa tidak sendirian .  Saat-saat kita mengalami kesepian sebenarnya adalah waktu kita untuk berhenti dan melihat kebelakang, merefleksikan perjalanan hidup kita.  Setelah kita menyadarinya maka kita menyusun rencana apa yang akan kita lakukan untuk besok. Biarkanlah kita melewati kesepian itu dan ingatlah bahwa kamu masih memiliki Tuhan yang selalu menyertai kamu. Jadi jangan putus asa dan bingung ketika kamu merasa dunia ini hampa.

Kita hidup sebagai mahluk sosial yang saling melengkapi. Dewasa ini banyak dari kita yang hidup sebagai mahluk individualis. Kita menganggap bahwa kita hanya hidup sendiri dan bisa hidup tanpa bantuan orang lain.

Kita diciptakan Tuhan untuk saling melengkapi. Kita diciptakan Tuhan dengan kelemahan dan penuh keterbatasan. Sebab itu kita harus bermitra dan menyetarakan diri untuk kesetiakawanan sosial .Ketika ada yang berkesusahan maka sudah selayaknya kita membantu yang berkesusahan. Ada kepedulian dengan sesama .

Berani berbuat, berani bertanggungjawab itulah sifat seorang ksatria. Hidup jika hanya lari dari masalah sama halnya dengan seorang pengecut. Ketika kita berani melakukan sesuatu, maka kita juga harus berani menghadapi semua resiko atas pilihan kita.

Kadang kita diberi tetapi kita lupa untuk bersyukur atas apa yang telah kita terima. Tuhan itu sudah memberikan kepada kita banyak sekali, entah itu sebagai orang miskin atau kaya. Yang jelas Tuhan sudah memberikan kita hidup maka dari itu harus disyukuri.

Di daerah Ethiopia masih banyak saudara-saudara kita yang kelaparan. Sementara kita sering tidak bersyukur atas makanan yang bisa kita makan. Malahan kita ingin makan yang enak-enak terus tetapi pada akhirnya makanan yang tidak dimakan, dibuang begitu saja. Kita sudah diberi rejeki oleh Tuhan, maka kita hendaknya bersyukur.

Tuhan itu Maha Pemberi. Tuhan itu murah hati. Tuhan telah memberikan segalanya kepada kita: kekayaan alam, pendidikan yang bermutu, dan fasilitas yang lengkap sudah diberikan kepada kita.

Dan yang sangat luarbiasa , Tuhan kita memberi harta yang tak ternilai, yaitu : “Efesus 1:3-13” >>>>>> 1…1 nya hanya Dia  (The only one…just Him)

images (14)

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s