Minggu 9 Juni 2013-1 Pet 1:3-12 Pengharapan di tengah masa sulit


 

Diantara kita semua pasti pernah ikut lomba tujuh belasan. Lomba panjat pinang, makan kerupuk, jika dianalogikan secara bebas lomba ini tak lain sindiran rakyat terhadap Hari Kemerdekaan. Para pemimpin yang dipercaya sebagai bangsa “konsisten menyelenggarakan kemiskinan.” Demi sepotong kerupuk, rakyat harus berjuang keras dan berebut mengunyah. Makna kemerdekaan masih seperti panjat pinang. Mereka yang di bawah diminta menjadi tumbal kemakmuran bagi segelintir manusia yg bertengger nun di atas singgasana kekuasaan.

“Dunia ini  memang aneh,” sementara banyak orang bernafsu menjadi raja semu, eh, malah ada raja beneran mendiskon derajat dengan mencalonkan diri sebagai pemimpin  menjadi pemangku budaya adiluhung. Mereka silau dengan jabatan politik yg usianya cuma lima tahun. Kursinyapun penuh ketonggeng, kalajengking,bangsat,lipan,kelabang, dan tikus.

Itulah,  saati ini yang terjadi di tengah-tengah kehidupan bangsa Indonesia, mereka berlomba untuk menjadi caleg,bupati,wali kota, dll,   kerena bagi mereka hal ini dijadikan sebagai mata pencaharian sekaligus menimbun kekayaan, urat malu mereka putus-pun mereka rela.

Banyak tempat ibadah ditutup, tindakan anarkis terhadap kaum minoritas , kaum minoritas malah dituduh sebagai biang terjadinya tindakan anrkis , dan  para pemimpin bangsa ini hanya menutup mata dan telingga, aturan dibuat untuk dilanggar.

Multimedia pada jaman digital cenderung meringkas,memoles, dan memanipulasi informasi dalam bentuk iklan politik. Busuk dibikin segar. Kasar dicitrakan lembut. Jahat dikemas alim. Korupsi dipoles suci. Pembunuh disugestikan dermawan. Kriminal dibentuk jadi agamis. Iklan politik bagaian dari mata rantai industri dan  perdagangan.

Fenomena yang terjadi saat ini membuat banyak  orang  kehilangan suatu pengharapan. Saat-sat ini kita harus waspada dan jangan terlena. Kita harus memberi ruang bagi Tuhan dalam hidup kita yang penuh dengan kesibukan menggunakan berbagai gadget berteknologi tinggi.

”Semakin cepat kita bisa bergerak, semakin efisien sarana penyingkat waktu kita, semakin sedikit waktu yang kita punyai. Dan, Tuhan? Pertanyaan soal Tuhan sepertinya tak penting lagi,” . Bukankah begitu?

Banyak orang yang  tidak lagi mempunyai ruang bagi Tuhan dalam hidup mereka, mereka juga tak akan punya ruang bagi orang lain. ”Itu artinya, tak ada ruang juga untuk orang lain, untuk anak-anak, untuk orang miskin, untuk orang asing,”.

Dimana kita bisa menemukan kekuatan untuk mengatasi ketakutan, tragediimages, bencana dan kesedihan? Untuk apa sesungguhnya kita bergantung kepada Tuhan?

Sampai manakah kita dapat bergantung kepada Tuhan? Apakah DIA seseorang yang sungguh dapat kita andalkan baik pada saat kesukaran maupun bahagia?

Tuhan adalah pencipta alam semesta yang rindu agar kita mengenal DIA. Benarkah ini adalah kerinduanNya bahwa kita bergantung kepadaNya dan mengalami kekuatanNya, cintaNya, keadilanNya, kekudusanNya, dan kelemahlembutanNya ?

Tuhan tahu apa yang akan terjadi ,  Dia berkata ” Akulah Allah, dan tidak ada yang seperti Aku, yang memberitahukan pada mulanya hal yang kemudian”. Dia tahu apa yang akan terjadi di dunia. Yang lebih penting, Dia tahu apa yang akan terjadi dalam hidup kita dan Dia ada untuk kita. Jika kita  memilih Dia untuk masuk dalam kehidupan kita. Dia  menjadi “tempat perlindungan dan kekuatan”, pertolongan-Nya  selalu ada dalam masa-masa sulit.

Tetapi bukan berarti siapa yang mengenal Tuhan akan terhindar dari masa-masa sulit. Hal itu tidak akan terjadi. Salah satu pengikut Yesus Kristus berkata seperti ini: “Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa, kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa.” Kenyataan memberitahu kita bahwa kita akan mengalami masalah-masalah dalam kehidupan. Bagaimanapun, jika kita menjalaninya sambil mengenal Tuhan, kita dapat bereaksi terhadap masalah itu dengan cara pandang yang berbeda dan dengan kekuatan yang bukan dari diri kita.

Tidak ada masalah yang tidak dapat diatasi oleh Tuhan. Dia lebih besar daripada semua masalah yang menimpa kita, dan kita tidak dibiarkan menghadapi masalah tersebut sendirian.

Firman Tuhan berkata “TUHAN itu baik; Ia adalah tempat pengungsian pada waktu kesusahan; Ia mengenal orang-orang yang berlindung kepada-Nya.”Dan, “TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan. Ia melakukan kehendak orang-orang yang takut akan Dia, mendengarkan teriak mereka minta tolong dan menyelamatkan mereka.”

Tuhan Yesus memberitahu pengikutNya kata-kata yang melegakan ini: “Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekor pun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu. Dan saudara, rambut kepalamu pun terhitung semuanya. Sebab itu janganlah  takut, karena kita  lebih berharga dari pada banyak burung pipit.” Jika kita  bersungguh-sungguh datang kepada Tuhan, Dia akan mengasihimu seperti yang orang lain tidak pernah lakukan, dan sesungguhnya tidak ada orang yang mampu memberikan kasih seperti itu.

Tuhan telah menciptakan manusia dengan kemampuan untuk memilih. Ini artinya bahwa kita tidak dipaksa untuk memiliki hubungan dengan Tuhan. Dia membiarkan kita menolak Dia dan kita juga dibiarkan untuk melakukan dosa juga. Dia bisa memaksa kita untuk mencintaiNya. Kita bisa dibuatNya agar menjadi baik. Tetapi, hubungan seperti apa yang akan kita miliki bersama Tuhan? Itu bukanlah hubungan sama sekali, tetapi sebuah paksaan, kepatuhan yang betul-betul dikontrol. Sebaliknya, Dia malah memberikan kita, harga diri kehendak bebas manusia.

Dunia ini  ini bukanlah tempat yang aman. Seseorang mungkin menembak kita. Atau, kita mungkin ditabrak oleh sebuah mobil, atau, kita mungkin harus meloncat dari sebuah gedung karena diserang oleh teroris-teroris. Atau berbagai hal mungkin terjadi kepada kita di lingkungan yang kejam yang disebut sebagai bumi. Tempat dimana kehendak Tuhan tidak selalu dijalankan.

Tetapi, Tuhan tidak berada didalam pengampunan setiap orang, tetapi  Kita berada dalam pengampunan-Nya. Inilah Tuhan, walaupun masalah-masalah sepertinya mustahil untuk kita lewati, kita mempunyai Tuhan yang luar biasa yang mengingatkan kita, “Sesungguhnya, Akulah TUHAN, Allah segala makhluk; adakah sesuatu apa pun yang mustahil untuk-Ku?” bagaimanapun, Dia mampu menjaga kebebasan manusia yang berdosa, tetapi tetap membawa kehendakNya. Tuhan dengan tegas berkata, “Aku telah mengatakannya, maka Aku hendak melangsungkannya, Aku telah merencanakannya, maka Aku hendak melaksanakannya.”  Dan kita bisa membayangkan kenyamanan dari hal itu jika hidup kita diserahkan kepadaNya. “Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.”

Banyak dari kita–bukan, kita semua–memilih untuk bersikeras pada Tuhan dan jalanNya.  Ketika kita mulai untuk menyapa Tuhan dalam doa kita, apakah pernah terlintas, terhenyak oleh pemikiran bahwa Tuhan mengetahui pikiran kita, tindakan, dan keegoisan kita? Kita sering menjalani hidup kita seolah-olah kita bisa menjalaninya dengan baik tanpa Tuhan. Alkitab berkata bahwa “Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri,”

Akibatnya? Dosa kita telah memisahkan kita dari Tuhan, dan dosa itu mempengaruhi lebih banyak didalam kehidupan kita. Hukuman bagi dosa kita adalah kematian, atau terpisah selamanya dari Tuhan. Bagaimanapun, Tuhan telah menyediakan sebuah jalan bagi kita untuk diampuni dan mengenal Tuhan.

Tuhan mengerti penderitaan dan kesusahan yang kita alami di dunia ini. Yesus meninggalkan kenyamanan dan keamanan di surga, dan memasuki lingkungan keras yang kita tinggali. Yesus merasakan lelah, lapar dan haus, mendapat tuduhan dari orang-orang, dijauhi oleh keluarga dan teman-temanNya. Tetapi Yesus mengalami lebih berat dari penderitaan sehari-hari. Yesus, anak Allah dalam bentuk manusia, dengan kerelaan menanggung segala dosa kita dan menebus hukuman mati yang seharusnya menjadi milik kita.

Dia menawarkan kepada kita kehidupan kekal. Kita tidak memiliki ini. Kehidupan kekal adalah pemberian Tuhan yang ditawarkan kepada kita., yang kita dapatkan ketika kita meminta Dia untuk memasuki kehidupan kita. “Tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus.”Hal ini cukup sederhana. “Tuhan telah memberikan hidup yang kekal kepada kita, dan hidup ini ada didalam anakNya. Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup.” Dia ingin masuk dalam hidup kita.

Ada yang mengatakan bahwa Tuhan hanyalah penyangga/penopang. Tetapi sepertinya, Hanya Tuhan yang memang dapat dijadikan tempat untuk bersandar.

Yesus berkata, “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu, damai sejahtera Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.”Untuk siapapun yang percaya kepada Kristus sepanjang hidupnya, Dia berkata bahwa hal tersebut seperti membangun hidupmu di atas batu. Apapun masalah yang menimpamu didalam kehidupan ini, Dia akan membuatmu tetap kuat.

Sekarang juga saudara bisa meminta Tuhan untuk memasuki hidupmu. Saudara bisa memintanya melalui doa. Doa berarti berbicara dengan jujur kepada Tuhan.

Tidak perduli apa yang terjadi disekitarmu, Tuhan selalu ada untukmu. Walaupun orang-orang tidak mengikuti jalan Tuhan, Tuhan mampu mengatasi keadaan yang menakutkan dan membuat rencanaNya terwujud. Jika saudara adalah milik Tuhan, saudara bisa berpegang pada janji yang berkata, “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s