Rabu 19 Juni-Zakharia 4:1-14 “Malu bertanya sesat di jalan”


Penglihatan kelima: kandil emas yang berhiaskan dua pohon zaitun

4:1 Datanglah kembali malaikat yang berbicara dengan aku itu, lalu dibangunkannyalah r  aku seperti seorang yang dibangunkan dari tidurnya. s  4:2 Maka berkatalah ia kepadaku: “Apa yang engkau lihat? t ” Jawabku: “Aku melihat: tampak sebuah kandil, u  dari emas 1  seluruhnya, dan tempat minyaknya di bagian atasnya; kandil itu ada tujuh pelitanya v  dan ada tujuh corot pada masing-masing pelita yang ada di bagian atasnya itu. 4:3 Dan pohon zaitun 2  w  ada terukir padanya, satu di sebelah kanan tempat minyak itu dan satu di sebelah kirinya.” 4:4 Lalu berbicaralah aku, kataku kepada malaikat yang berbicara dengan aku itu: “Apakah arti semuanya ini, tuanku?” 4:5 Maka berbicaralah malaikat yang berbicara dengan aku itu, katanya kepadaku: “Tidakkah engkau tahu, apa arti semuanya ini?” Jawabku: x  “Tidak, tuanku!” 4:6 Maka berbicaralah ia, katanya: “Inilah firman TUHAN kepada Zerubabel y  bunyinya: Bukan z  dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, a  melainkan dengan roh-Ku 3 , b  firman TUHAN semesta alam. 4:7 Siapakah engkau, gunung yang besar 4 ? Di depan Zerubabel engkau menjadi tanah rata. c  Ia akan mengangkat batu utama, d  sedang orang bersorak: e  Bagus! Bagus sekali batu itu!” 4:8 Kemudian datanglah firman TUHAN kepadaku, demikian: 4:9 “Tangan Zerubabel telah meletakkan dasar f  Rumah ini, dan tangannya juga akan menyelesaikannya. g  Maka kamu akan mengetahui, bahwa TUHAN semesta alam yang mengutus aku h  kepadamu. 4:10 Sebab siapa yang memandang hina hari i  peristiwa-peristiwa j  yang kecil 5 , mereka akan bersukaria melihat batu pilihan di tangan Zerubabel. k  Yang tujuh ini adalah mata l  TUHAN, yang menjelajah seluruh bumi.” 4:11 Lalu berbicaralah aku kepadanya: “Apakah arti kedua pohon zaitun m  yang di sebelah kanan dan di sebelah kiri kandil ini?” 4:12 Untuk kedua kalinya berbicaralah aku kepadanya: “Apakah arti kedua dahan pohon zaitun yang di samping kedua pipa emas yang menyalurkan cairan emas dari atasnya itu?” 4:13 Ia menjawab aku: “Tidakkah engkau tahu, apa arti semuanya ini?” Jawabku: “Tidak, tuanku!” 4:14 Lalu ia berkata: “Inilah kedua orang yang diurapi n  yang berdiri di dekat Tuhan seluruh bumi!”

“….Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman Tuhan semesta alam.

Belajar dari kepemimpinan Zerubabel bagi bangsa Yehuda, kita dapat menemukan bahwa di bawah kepemimpinannya, ia telah berhasil memimpin bangsanya keluar dari tempat pembuangan untuk kembali ke tanah air dan juga memimpin pembangunan Bait Allah yang hancur. Akibatnya, bangsa Yehuda mulai menggaguminya, namun apa kata nabi Zakharia? Ia katakan bahwa keberhasilan Zerubabel bukan karena kekuatan dan kegagahannya namun oleh karena Roh Tuhan.

Kita pun mendapat godaan untuk menggagumi keberhasilan orang lain atau pun  menganggap keberhasilan kita adalah usaha kita atau kekuatan kita. Padahal tanpa pertolongan Tuhan, tidak akan ada keberhasilan.  Intropeksi kehidupan kita di hadapan Tuhan.

Nats: Maka berbicaralah malaikat yang berbicara dengan aku itu, katanya kepadaku: “Tidakkah engkau tahu, apa arti semuanya ini?” Jawabku: “Tidak, tuanku!” (Zakharia 4:5)

Kita harus meneladani apa yang dilakukan Zakharia. Ia mendapat penglihatan ilahi, tetapi tidak mengerti maknanya. Maka, dengan polos ia menanyakan maknanya kepada malaikat. Menarik bahwa malaikat tidak langsung menjawabnya. Malah memberikan pertanyaan seolah-olah malaikat itu berharap Zakharia seharusnya sudah tahu.

Zakharia  tidak berusaha menebak-nebak seperti orang mengisi tekateki silang. Melainkan  ia mengakui, bahwa dia tidak mengerti arti penglihatan tersebut .

“Setiap orang akan bertumbuh jika  selalu bertanya yang dia tak mengerti , karena itu akan menambah wawasan dalam diri mereka. Jika Anda bersikap sok tau dan tidak ingin bertanya, maka Anda akan tersesat.”

Ada satu pertanyaan yang mengelitik saya; Mengapa kehidupan  pelayanan para hamba Tuhan tidak seperti jaman nabi-nabi maupun para rasul, bahkan Mujuzat-mujizat besar dilakukan Tuhan , begitu mudahnya Tuhan memberikan penglihatan lewat mimpi baik langsung maupun secara simbolis, bahkan Tuhan mau berbicara dengan mereka?… Apa ada yang salah dengan para hamba Tuhan jaman sekarang …atau bagaimana?

Mungkinkah Pada zaman ilmu pengetahuan ini,  Tuhan sebenarnya ingin manusia berfikir keras untuk menemukanNya melalui jalan ilmu pengetahuan,sebab itu Ia tidak ingin manusia dimanjakan terus dengan mukjizat lagi seperti dizaman para nabi dahulu.sebab bila terus dimanjakan dengan mukjizat maka kapan manusia berfikir keras untuk menemukan rahasia kebenaran Ilahi,kapan manusia mau menggunakan ilmu pengetahuan untuk menemukan rahasia teka teki ilmuNya.

Nah coba saat ini,menemukan kebenaran Tuhan seperti berliku-banyak jalan terjalnya,  banyak penghalangnya,bila seorang agamawan berbicara tentang ‘kebenaran Ilahi’ yang bersifat mutlak maka bersiaplah untuk dikurung – dikeroyok oleh berbagai fihak : kalangan filosof -saintis-materialis-ateis-pluralis-skeptis-dan banyak lagi-dan banyak lagi dan banyak lagi dan banyak lagi….(maksud nya saking banyaknya…..).

Coba saat nabi Musa berbicara tentang Tuhan dihadapan umatnya,tak begitu banyak yang menentangnya kecuali beberapa orang yang mungkin degil fikirannya,apa sebab ? sebab semua telah tahu kehadiran Tuhan ditengah tengah mereka melalui mukjizat.

Sekarang,di zaman ini orang orang yang menentang agama seperti tidak tahu kehadiran Tuhan ditengah tengah mereka karena Tuhan seperti ‘bersembunyi’ ?

Apakah anda memimpikan saat saat seperti zaman para nabi Israel dahulu dimana manusia sulit membantah keberadaanNya karena eksistensi Nya sedemikian nyata dapat ditangkap oleh dunia indra ?…ah, ini hanya sekedar jawaban yang menggelitik hati. (Kita  kembali ke laptop)

Pernahkah  Anda memperhatikan seorang pastur dan pendeta, apa yang terlintas dalam benak Anda? Bagi saya, nampak sebuah perbedaan yang amat kontras (harus kita akui). Dari segi pelayanan, maupun yang paling kontras dari segi penampilan. Pastur perlente? Mungkin bagai mencari jarum diantara tumpukan jerami. Namun jika melihat pendeta perlente? Mungkin bagai mencari mutiara diatas pasir berwarna hitam, begitu berkilau, dan berbeda, dan mudah sekali didapatkan tentunya. Namun pada jaman para nabi dan para rasul tak ada yang perlente, baik Simon Petrus sampai Paulus. Mungkin bisa saja terjadi karena jaman sudah berubah…

Jaman para rasul mungkin tidak sempat memikirkan penampilan  ataupun membawa banyak perlengkapan ketika mewartakan firman Tuhan.  Namun pada jaman ini, banyak sekali hamba Tuhan yang sering kali berbicara lantang tentang kehidupan surgawi namun penampilannya sendiri amat duniawi. Tak jarang mereka membicarakan kehidupan selebriti yang sangat borjuis ataupun kehidupan jemaat yang serba gemerlap, namun kehidupan mereka tak ubahnya selebriti yang dipaksakan.

Saya tidak mengeneralisir bahwa semua pendeta seperti itu, karena masih banyak pendeta yang hidup dalam kesederhanaan dan jauh dari kesan “wah”, pendeta yang tak mematok tarif kotbahnya dengan rupiah, pendeta yang tak mematok standar harus “diistirahatkan” di hotel berbintang tujuh, ataupun harus dipesankan kelas VIP bahkan VVIP .

Banyak juga misionaris yang berkelana dengan bawaan seadanya. Masuk keluar hutan, turun naik bukit,Ditolak, dihina, dipukul bahkan dianiaya. Mereka tidak cengeng, mereka tetap maju tak gentar. Tak tanggung-tanggung, pelayanan mereka tidak seinstan pendeta jaman sekarang, banyak hal yang  menunjukkan bahwa mereka ( misionaris ) benar-benar mencari umat yang benar-benar belum mengenal Yesus, bukan rebutan sesama jemaat satu gereja.

Namun ironi dan pada faktanya, banyak sekali pendeta di jaman sekarang yang amat modis , tampil perlente dan dendy, serta sangat konsumtif. Pernah lihat potongan rambut Pdt Gilbert? Seperti abg alay jaman sekarang. Bajunya pun selalu trendy, dan penuh warna warni,dan tentunya juga tak ketinggalan parfumnya yang tidak mungkin dibeli dengan harga kaki lima. “Maaf pak Gilbert, jangan tersinggung”

Banyak sekali pendeta “centil” jaman sekarang yang ingin tampil berbeda dan menjadi pusat perhatian, membawa ipad atau Android. Suatu saat di era globalisasi ini  pendeta yang membawa alkitab akan dikatakan pendeta yang ketinggalan jaman.  Yang amat menyedihkan ketika seorang pendeta tampil, bukan kotbahnya yang menjadi pusat perhatian, namun penampilannya.

Banyak pendeta yang hanya ingin tidur di hotel berbintang atau di ruangan yang harus ber-AC. Banyak pendeta yang tidak mau naik kelas ekonomi, karena katanya melayani Tuhan. Banyak pendeta yang memakai mobil dengan harga ratusan juta, dan anak-anaknya sekolah di luar negeri. (Ada Nggak pendeta GPIB yang beginian…pasti nggaklah…kalau ada ya “Walahualam”, Perlu menjalani  vikaris ulang…hahahaha)

Jika memikirkan semua itu, apakah jabatan dan pekerjaan sebagai pendeta hanyalah kerja sambilan alias kerja sampingan semata? …

Mungkin setelah baca tulisan ini Anda ngedumel…monggo atau Anda akan berkata ; “Jaman telah berubah kawan… tidak bisa disamakan lagi antara jaman Rasul Petrus ataupun Paulus dengan jaman sekarang”

Ada loh,  pendeta mengatakan “TUHAN BERKATA KEPADA SAYA….” Atau Ketika pendeta berkata, MENDAPAT PENGLIHATAN, bahkan  yang lebih parah lagi  mengatakan telah piknik ke neraka, atau ,mengunjungi surga…Kacau banget …seolah mengatakan pada dunia bahwa mereka mendapat wahyu baru.

Ingatlah !,  sebuah WARNING penting; di masa Perjanjian Lama tentang PENGLIHATAN, Jawab TUHAN kepadaku: “Para nabi itu bernubuat palsu demi nama-Ku! Aku tidak mengutus mereka, tidak memerintahkan mereka dan tidak berfirman kepada mereka. Mereka menubuatkan kepadamu penglihatan bohong, ramalan kosong dan tipu rekaan hatinya sendiri.

Siapa yang tidak butuh uang, namun jika karena menjadi pendeta status kehidupan ekonomi  meningkat naik dan naik dalam tiap saatnya, maka layaklah dipertanyakan pelayanannya ?

Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.” Lukas 12:34

Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.” Matius 19:24

Namun dibalik semua itu, para pendeta yang hidup dalam kesederhanaan, dan dalam dedikasi yang luarbiasa, tidak terekspos sama sekali karena mereka enggan menjadi selebritis seperti halnya rekan – rekan mereka sendiri yang hidup dalam surganya dunia. Mereka bersaksi dan berkotbah dengan bimbingan Tuhan tanpa mencaci, tanpa berimajinasi, dan tanpa berkata bohong.

Mereka menyerahkan sepenuhnya pelayanan mereka seperti halnya Tuhan Yesus berkata : Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, Matius 6:28

Kita semua mempunyai tugas menceritakan tentang semua kabar gembira akan FirmanNya, tanpa kebohongan.Tanpa pencitraan, dan tanpa semua cerita karangan yang pada kenyataannya tidak pernah terjadi sama sekali. Itulah pelayan Sejati.

images

2 thoughts on “Rabu 19 Juni-Zakharia 4:1-14 “Malu bertanya sesat di jalan”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s