Minggu 23/6/2013=> kej 18:16-21- Bersyafaatlah


Doa syafaat Abraham untuk Sodom

18:16 Lalu berangkatlah orang-orang  itu dari situ dan memandang ke arah Sodom; dan Abraham berjalan bersama-sama dengan mereka untuk mengantarkan mereka. 18:17 Berpikirlah TUHAN: “Apakah Aku akan menyembunyikan kepada Abraham   apa yang hendak Kulakukan   ini? 18:18 Bukankah sesungguhnya Abraham akan menjadi bangsa   yang besar serta berkuasa, dan oleh dia segala bangsa di atas bumi akan mendapat berkat? 18:19 Sebab Aku telah memilih dia,   supaya diperintahkannya kepada anak-anaknya  dan kepada keturunannya supaya tetap hidup menurut jalan yang ditunjukkan TUHAN  ,   dengan melakukan kebenaran dan keadilan,   dan supaya TUHAN memenuhi kepada Abraham apa yang dijanjikan-Nya   kepadanya.” 18:20 Sesudah itu berfirmanlah TUHAN: “Sesungguhnya banyak  keluh kesah orang tentang Sodom  dan Gomora dan sesungguhnya sangat berat   dosanya  . 18:21 Baiklah Aku turun  untuk melihat, apakah benar-benar mereka telah berkelakuan seperti keluh kesah orang yang telah sampai kepada-Ku atau tidak; Aku hendak mengetahuinya.”

Salah satu dari “kedewasaan rohani” adalah doa syafaat. Orang kristen yang berdoa syafaat adalah orang kristen yang berkualitas kerohaniannya.

Mengapa Tuhan harus berpikir dan berkata :  “Apakah Aku akan menyembunyikan kepada Abraham   apa yang hendak Kulakukan   ini?… Bukankah sesungguhnya Abraham akan menjadi bangsa   yang besar serta berkuasa, dan oleh dia segala bangsa di atas bumi akan mendapat berkat?…Bingung toh ?… Sangat jarang Tuhan bersikap seperti itu kepada orang lain di dalam Alkitab. Sampai-sampai Tuhan harus berpikir atau menjaga perasaan Abraham. Abraham mendapatkan keistimewaan yang luar biasa karena Tuhan mau menceritakan rencanaNya kepada Abraham.     Tuhan nggak tega, menjaga perasaan Abraham, karena dia sudah capek-capek berdoa syafaat tapi kota Sodom dan Gomora tetap dijungkir balikkan.

Tetapi Tuhan berfirman: “Sesungguhnya banyak  keluh kesah orang tentang Sodom  dan Gomora dan sesungguhnya sangat berat   dosanya  Baiklah Aku turun  untuk melihat, apakah benar-benar mereka telah berkelakuan seperti keluh kesah orang yang telah sampai kepada-Ku atau tidak; Aku hendak mengetahuinya.”

  Mengapa Abraham yang berdoa untuk sodom sedangkan Lot tidak berdoa untuk sodom?  Karena Tuhan Tau Abraham dalam doanya tidak mementingkan dirinya sendiri tetapi untuk orang lain. Sedang Doa Lot yang dicatat oleh Alkitab dalam peristiwa sodom adalah doa untuk keselamatan dirinya sendiri (aku). Dipihak lain kehidupan rohani Lot telah banyak dipengaruhi oleh hal hal duniawi. Sangat berbeda dengan Abraham  yang bertumbuh dalam pengenalannya akan Tuhan.

 Apalagi dalam doa syafaat. Orang kristen yang sudah bisa mendoakan orang lain, yang mendoakan gereja, yang mendoakan bangsa dan negara, adalah orang orang yang sudah mendengarkan suara Tuhan untuk berdoa syafaat, tentu yang dimaksud bukan hanya disaat hari Minggu dan ibadah keluarga, dan lain-lain, tetapi tiap hari.

Dalam pengenalan akan Tuhan, maka hasil yang terlihat bukan hanya pengetahuan mengenai Tuhan tetapi Doa doa kita tidak beroreintasi pada “AKU” tetapi juga akan meminta untuk orang lain, untuk gereja, untuk masyarakat, untuk bangsa dan untuk dunia ini. inilah hasil daripada sebuah pertumbuhan rohani, yaitu akan menghasilkan doa syafaat.

 Zaman kita sekarang adalah zaman si aku.Kebanyakan permintaan kita adalah kesehatanku, keluargaku, pekerjaanku, usahaku, keamananku. Jarang sekali kita minta untuk kesehatannya, keluaragnya, pekerjaannya, keamanannya. Padahal Tuhan Yesus dalam pengajaran doa Bapa kami, mengajarkan sebuah prinsip doa bahwa doa itu bukan hanya untuk saya, tetapi untuk kami.

orang kristen yang berdoa syafaat adalah orang kristen yang bertumbuh kerohaniannya. Mereka yang tidak berdoa syafaat tidaklah bertumbuh. Hal yang menarik dari kisah ini adalah bukan Lot yang berdoa untuk sodom melainkan Abraham. Padahal Lot tinggal di Sodom sedangkan Abraham tidak tinggal di Sodom. Mengapa Abraham yang berdoa untuk sodom sedangkan Lot tidak berdoa untuk sodom? Kita mungkin mengatakan karena Allah memberitahukan rencanaNya untuk memusnahkan sodom kepada Abraham sedangkan kepada Lot, tidak. Namun pertanyaannya adalah, seandainya Lot berada di posisi Abraham saat itu dan diberitahukan mengenai rencana Allah untuk memusnahkan Sodom, apakah Lot juga akan berdoa seperti Abraham berdoa untuk Sodom? Saya yakin tidak. Doa Lot yang dicatat oleh Alkitab dalam peristiwa sodom adalah doa untuk keselamatan dirinya sendiri, bukan doa syafaat untuk keselamatan orang lain. Walaupun Lot diberitahukan rencana Allah sebelumnya, dia tidaklah punya kapasitas untuk berdoa syafaat bagi Sodom, karena kehidupan rohani Lot telah banyak dipengaruhi oleh hal hal duniawi. Sangat berbeda dengan Abraham, Abraham adalah orang yang bertumbuh dalam pengenalannya akan Tuhan. Hasil dari peprtumbuhan rohani ini adalah Abraham berdoa bagi sodom ketika dia mengetahui rencana Alah untuk memusnahkan sodom.Read more at: http://kotbahpdtkristen.blogspot.com/2012/05/doa-syafaat-abraham-untuk-sodom.html
Copyright http://Tableex.blogspot.com.com Under Common Share Alike Atribution

Salah satu alasan mengapa Abraham mampu mendapat kesempatan untuk mengerti rencana Tuhan adalah karena  ia menjadi bagian dari rencana Tuhan yang luar biasa bagi dunia ini. Dari keturunan Abrahamlah lahir Yesus Kristus sebagai Juruselamat dunia ini.

 Maukah  saudara agar Tuhan juga mau menceritakan rencanaNya kepada saudara? Kita harus menyadari, sering kita disibukkan dengan rutinitas kehidupan  sehingga kita tidak peka dan akibatnya  pandangan kita sebagai manusia jadi terbatas.  Tuhan juga sebenarnya rindu untuk memberitahukan rencana-rencanaNya kepada setiap anak-anakNya.  Oleh karena itu marilah kita selalu mencoba memahami isi hati Tuhan, salah satunya adalah dengan membaca dan merenungkannya,  Firman Tuhan berdiam dalam diri kita.

 Jika di masa lalu Tuhan berinisiatif untuk memberitahukan maksudNya kepada Abraham, di masa kini pun Tuhan telah lebih dulu berinisiatif untuk memberitahukan maksud dan kehendakNya kepada kita melalui FirmanNya. Sesungguhnya Tuhan tidak akan melakukan sesuatu tanpa menyatakan keputusannya kepada orang-orang pilihanNya (Am 3:7).

Doa syafaat Abraham untuk SODOM (Kejadian18:16-33) Apa itu doa syafaat Ada seorang hamba Tuhan menceritakan pengalamannya. suatu hari dia ke rumah jemaatnya, yang bernama Joni. Pendeta ini bertanya: apakah kamu berdoa tiap malam? Joni : enggak, karena saya tidak setiap malam membutuhkan sesuatu Beberapa orang Kristen punya pandangan seperti ini. Karena semuanya berjalan lancar maka saya tidak perlu terus berdoa. Semua kebutuhan saya sudah terpenuhi, jadi cukuplah sekali kali berdoa. Ini adalah pandangan yang salah mengenai doa. Doa itu bukan hanya meminta untuk kebutuhan pribadi. Doa juga adalah meminta untuk kebutuhan orang lain, meminta agar Tuhan memberkati gereja, bangsa, penginjilan, para misionaris. Ini yang disebut dengan doa syafaat. Jadi doa pribadi adalah pemintaan untuk keperluan saya dan juga untuk keperluan orang lain dan untuk pekerjaan Tuhan. Paulus mengatakan ini dalam 1Ti 2:1-3 Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, (2) untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan. (3) Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita Mengapa berdoa syafaat? Kita harus berdoa syafaat. Karena jika tidak pernah berdoa syafaat, maka kerohanian kita selama ini tidak bertumbuh. Tanda dari kedewasaan rohani adalah doa syafaat. orang kristen yang berdoa syafaat adalah orang kristen yang bertumbuh kerohaniannya. Mereka yang tidak berdoa syafaat tidaklah bertumbuh. Hal yang menarik dari kisah ini adalah bukan Lot yang berdoa untuk sodom melainkan Abraham. Padahal Lot tinggal di Sodom sedangkan Abraham tidak tinggal di Sodom. Mengapa Abraham yang berdoa untuk sodom sedangkan Lot tidak berdoa untuk sodom? Kita mungkin mengatakan karena Allah memberitahukan rencanaNya untuk memusnahkan sodom kepada Abraham sedangkan kepada Lot, tidak. Namun pertanyaannya adalah, seandainya Lot berada di posisi Abraham saat itu dan diberitahukan mengenai rencana Allah untuk memusnahkan Sodom, apakah Lot juga akan berdoa seperti Abraham berdoa untuk Sodom? Saya yakin tidak. Doa Lot yang dicatat oleh Alkitab dalam peristiwa sodom adalah doa untuk keselamatan dirinya sendiri, bukan doa syafaat untuk keselamatan orang lain. Walaupun Lot diberitahukan rencana Allah sebelumnya, dia tidaklah punya kapasitas untuk berdoa syafaat bagi Sodom, karena kehidupan rohani Lot telah banyak dipengaruhi oleh hal hal duniawi. Sangat berbeda dengan Abraham, Abraham adalah orang yang bertumbuh dalam pengenalannya akan Tuhan. Hasil dari peprtumbuhan rohani ini adalah Abraham berdoa bagi sodom ketika dia mengetahui rencana Alah untuk memusnahkan sodom. Dr. Finney, seorang pengkotbah kebangunan rohani pada abad ke…. mengatakan: Allah berkomunikasi kepada manusia dengan 3 cara, pertama, melalui firmanNya dalam Alkitab, kedua melalui pemeliharaannya, ketiga melalui RohNya yang Kudus yang memberikan instruksi dan gerakan kepada kita untuk berdoa. setiap kali saudara digerakkan untuk berdoa, maka itu adalah suara Tuhan untukmu. Tuhan sedang berbicara dalam hatimu untuk datang kepadaNya dalam doa membawa semua persoalan persoalanmu. Apalagi dalam doa syafaat. Orang kristen yang sudah bisa mendoakan orang lain, yang mendoakan gereja, yang mendoakan bangsa dan negara, adalah orang orang yang sudah mendengarkan suara Tuhan untuk berdoa syafaat. orang kristen itu pasti sudah mengalami perjumpaan secara pribadi dengan Tuhan sebelum dia berdoa syafaat. Doa syafaat Abraham adalah hasil daripada pembicaraannya dengan Tuhan. Hasil daripada pengenalanNya kepada Tuhan. Pada saat kita bertumbuh dalam komunikasi dengan Tuhan, dalam pengenalan akan Tuhan, maka hasil yang terlihat bukan hanya pengetahuan mengenai Tuhan, tetapi ada sebuah perubahan dalam doa doa kita. Doa-doa kita tidak lagi berpusatkan kepada diri sendiri tetapi kepada Allah. Doa doa kita bukan hanya melulu meminta untuk diri sendiri tetapi juga akan meminta untuk orang lain, untuk gereja, untuk masyarakat, untuk bangsa dan untuk dunia ini. inilah hasil daripada sebuah pertumbuhan rohani, yaitu akan menghasilkan doa syafaat. Lot tidak berdoa syafaat karena tidak bertumbuh. Abraham berdoa syafaat karena bertumbuh. Musa berdoa syafaat karena bertumbuh. Daniel berdoa syafaat karena berumbuh. Karena Nehemia bertumbuh, maka dia berdoa syafaat. Bagaimana dengan saudara? Pertumbuhan rohani dapat terlihat dari buahnya, dan salah satu buahnya adalah menjadi orang orang yang tidak egois lagi dalam doa. Orang kristen yang masih egois dalam doa doanya tidaklah bertumbuh dalam kerohaniannya. Zaman kita sekarang adalah zaman si aku. Si aku bukan hanya berada dalam dunia bisnis, tetapi juga dalam dunia rohani. Kebanyakan permintaan kita adalah kesehatanku, keluargaku, pekerjaanku, usahaku, keamananku. Jarang sekali kita minta untuk kesehatannya, keluaragnya, pekerjaannya, keamanannya. Padahal Tuhan Yesus dalam pengajaran doa Bapa kami, mengajarkan sebuah prinsip doa bahwa doa itu bukan hanya untuk saya, tetapi untuk kami. Bapa KAMI di surga, berikanlah KAMI pada hari ini makanan yang secukupnya, ampunilah KAMI akan kesalahan kami, Janganlah membawa KAMI ke dalam pencobaan. Semuanya memakai KAMI, bukan saya. Namun seringkali ketika kita berdoa bapa kami pun, yang ada dalam pikiran kita tetap si aku. Pada waktu saudara mengatakan Bapa kami di sorga, berikanlah makanan kami yang secukupnya pada hari ini, ampunilah kami, janganlah membawa kami ke dalam pencobaan. Dalam pikiran kita, siapa itu kami? Jujur, seringkali kami yang kita maksud itu adalah keluargaku. Berikanlah makanan untuk keluargaku pada hari ini, ampunilah keluRead more at: http://kotbahpdtkristen.blogspot.com/2012/05/doa-syafaat-abraham-untuk-sodom.html
Copyright http://Tableex.blogspot.com.com Under Common Share Alike Atribution
orang kristen yang berdoa syafaat adalah orang kristen yang bertumbuh kerohaniannya. Mereka yang tidak berdoa syafaat tidaklah bertumbuh. Hal yang menarik dari kisah ini adalah bukan Lot yang berdoa untuk sodom melainkan Abraham. Padahal Lot tinggal di Sodom sedangkan Abraham tidak tinggal di Sodom. Mengapa Abraham yang berdoa untuk sodom sedangkan Lot tidak berdoa untuk sodom? Kita mungkin mengatakan karena Allah memberitahukan rencanaNya untuk memusnahkan sodom kepada Abraham sedangkan kepada Lot, tidak. Namun pertanyaannya adalah, seandainya Lot berada di posisi Abraham saat itu dan diberitahukan mengenai rencana Allah untuk memusnahkan Sodom, apakah Lot juga akan berdoa seperti Abraham berdoa untuk Sodom? Saya yakin tidak. Doa Lot yang dicatat oleh Alkitab dalam peristiwa sodom adalah doa untuk keselamatan dirinya sendiri, bukan doa syafaat untuk keselamatan orang lain. Walaupun Lot diberitahukan rencana Allah sebelumnya, dia tidaklah punya kapasitas untuk berdoa syafaat bagi Sodom, karena kehidupan rohani Lot telah banyak dipengaruhi oleh hal hal duniawi. Sangat berbeda dengan Abraham, Abraham adalah orang yang bertumbuh dalam pengenalannya akan Tuhan. Hasil dari peprtumbuhan rohani ini adalah Abraham berdoa bagi sodom ketika dia mengetahui rencana Alah untuk memusnahkan sodom.Read more at: http://kotbahpdtkristen.blogspot.com/2012/05/doa-syafaat-abraham-untuk-sodom.html
Copyright http://Tableex.blogspot.com.com Under Common Share Alike Atribution

 gandhi-280x300

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s