Mengolah konflik dengan bijak


15:6 Maka bersidanglah rasul-rasul dan penatua-penatua untuk membicarakan soal itu.
15:7 Sesudah beberapa waktu lamanya berlangsung pertukaran pikiran mengenai soal itu, berdirilah Petrus dan berkata kepada mereka: “Hai saudara-saudara, kamu tahu, bahwa telah sejak semula Allah memilih aku dari antara kamu, supaya dengan perantaraan mulutku bangsa-bangsa lain mendengar berita Injil dan menjadi percaya.
15:8 Dan Allah, yang mengenal hati manusia, telah menyatakan kehendak-Nya untuk menerima mereka, sebab Ia mengaruniakan Roh Kudus juga kepada mereka sama seperti kepada kita,
15:9 dan Ia sama sekali tidak mengadakan perbedaan antara kita dengan mereka, sesudah Ia menyucikan hati mereka oleh iman.
15:10 Kalau demikian, mengapa kamu mau mencobai Allah dengan meletakkan pada tengkuk murid-murid itu suatu kuk, yang tidak dapat dipikul, baik oleh nenek moyang kita maupun oleh kita sendiri?
15:11 Sebaliknya, kita percaya, bahwa oleh kasih karunia Tuhan Yesus Kristus kita akan beroleh keselamatan sama seperti mereka juga.”

Sebelum kita bicara panjang lebar kita definisikan dulu, apa itu KONFLIK ?

Konflik disinonimkan=> bentrokanfriksikonfrontasipercekcokanpergesekanperpecahanperselisihan,
pertengkaran,pertikaiansengketarivalitas,  antagonismeinkompatibilitasparadoks,
 pertentangan

Wikipedia :

Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan
sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak
berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.

Tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya, konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri. Konflik merupakan situasi yang wajar dalam setiap masyarakat dan tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik  Konflik bertentangan dengan integrasi. Konflik dan Integrasi berjalan sebagai sebuah siklus di masyarakat. Konflik yang terkontrol akan menghasilkan integrasi. sebaliknya, integrasi yang tidak sempurna dapat menciptakan konflik.
konflik merupakan peristiwa yang wajar terjadi dalam semua kelompok dan organisasi. Konflik merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari, karena itu keberadaan konflik harus diterima , dirasionalisasikan, dikelola dengan bijak sedemikian rupa sehingga bermanfaat bagi mereka.  Seperti yang terjadi dalam kis 15—Masalah sunat menjadi masalah yang serius , membuat rasul-rasul dan penatua mengadakan sidang untuk membicarakan masalah sunat.

Rasul Paulus diakui sebagai tokoh penting dalam penyebaran dan perumusan ajaran kekristenan yang bersumberkan dari pengajaran Yesus Kristus.  Paulus menyebut dirinya sebagai “rasul bagi bangsa-bangsa non-Yahudi” (Roma 11:13). Dia membuat usaha yang luar biasa melalui surat-suratnya kepada komunitas non-Yahudi untuk menunjukkan bahwa keselamatan yang dikerjakan oleh Yesus Kristus adalah untuk semua orang, bukan hanya orang Yahudi. Gagasan Paulus ini menimbulkan perselisihan pendapat antara murid-murid Yesus dari keturunan Yahudi asli dengan mereka yang berlatar belakang bukan Yahudi. Mereka yang dari keturunan Yahudi berpendapat bahwa untuk menjadi pengikut Yesus, orang-orang yang bukan Yahudi haruslah pertama-tama menjadi Yahudi terlebih dulu (baca: disunat). Murid-murid yang mula-mula, Petrus, sempat tidak berpendirian menghadapi hal ini (lihatGalatia 2:11-14). Untuk menyelesaikan konflik ini, diadakanlah persidangan di Yerusalem yang dipimpin oleh Petrus dan Yakobus, adik YesusKristus (Kisah Para Rasul 15), yang disebut sebagai Sidang Sinode atau Konsili Gereja yang pertama.

Konsili ini menghasilkan beberapa keputusan penting, misalnya:

  1. untuk menikmati karya penyelamatan Yesus, orang tidak harus menjadi Yahudi terlebih dahulu
  2. orang-orang Kristen yang bukan berasal dari latar belakang Yahudi tidak diwajibkan mengikuti tradisi dan pantangan Yahudi (misalnya perihal tentang sunat dan memakan makanan yang diharamkan).
  3. Paulus mendapat mandat untuk memberitakan Injil ke daerah-daerah berbahasa Yunani.

Paulus berbuat banyak untuk kemajuan Kristen di antara para orang-orang bukan Yahudi, dan dianggap sebagai salah satu sumber utama dari doktrin awal Gereja. Surat-suratnya menjadi bagian penting Perjanjian Baru. Banyak yang berpendapat bahwa Paulus memainkan peranan penting dalam menjadikan agama Kristen sebagai agama yang berdiri sendiri.

Dalam hubungan kita dengan sesama tentu kita pernah mengalami konflik . Jika konflik-konflik itu tidak segera kita selesaikan, maka dapat memengaruhi hubungan kita dengan Tuhan. Untuk itu, kita harus bijak dalam mengelola konflik, sehingga konflik yang kita alami dapat berakhir dengan baik dan tidak meninggalkan dampak negatif.
Dalam kehidupan ini kerap terdengar bagaimana individu, keluarga,  bahkan gereja mengalami kerusakan dan kehancuran karena berbagai masalah dan konflik. Orang-orang yang tadinya saling mengasihi, membantu dan mendukung satu sama lain kini menjadi musuh, saling membenci bahkan tidak jarang berakhir di pengadilan. Dari pengamatan, diketahui bahwa sebagian besar konflik terjadi karena orang-orang gagal menangani konflik yang terjadi. Kegagalan itu mengakibatkan hidup banyak orang menjadi tidak nyaman dan kehilangan damai.

Konflik menjadi bagian yang memberi warna tersendiri dalam kehidupan setiap orang. Sesungguhnya konflik dapat memberi efek positif yakni, jika konflik tersebut dapat diselesaikan dengan baik. Pengaruhnya pada tiap-tiap cukup pribadi baik, selain memberi pengalaman dalam mengatasi berbagai konflik yang ada, dapat juga meningkatkan kepercayaan diri dalam menghadapi situasi bermasalah.

Oleh sebab itu, penanganan terhadap konflik merupakan sesuatu yang harus menjadi prioritas. Itu sebabnya, konflik perlu dipahami, dipelajari dan dicarikan solusinya. Sebab, selain akan bermanfaat untuk menolong diri sendiri tatkala menghadapi konflik, juga akan berguna untuk menolong orang lain di sekitar kita yang sedang mengalami berbagai macam konflik.

Ketidakmatangan emosi akan menimbulkan berbagai macam konflik dalam hubungan dengan orang lain. Sikap dan perilaku tidak dewasa, kurang berpikir panjang, emosional, kekanak-kanakan (childish), merupakan sebab-sebab yang kerap memicu konflik .

Sebaliknya kematangan emosi akan membuat suatu pribadi menjadi lebih bijaksana dalam menanggapi masalah maupun konflik yang terjadi. Kematangan emosi dipengaruhi oleh berbagai macam hal, diantaranya pendidikan, pengalaman hidup yang terjadi dalam diri seseorang. Semakin banyak pengalaman yang dilalui dan dirasakan seseorang akan turut membentuk kepribadiannya.

“Menghadapi konflik besar namun tidak gelisah, itulah keberanian seorang bijaksana yang mampu mengolah konflik dengan bijak”

“Kebaikan dalam kata-kata menciptakan keyakinan, kebaikan dalam berpikir menciptakan kebesaran hati, kebaikan dalam tindakan menciptakan kasih…itulah mereka yang sanggup mengolah konflik dengan bijak”

“Keramah-tamahan dalam perkataan menciptakan keyakinan, keramahtamahan dalam pemikiran menciptakan kedamaian, keramahtamahan dalam memberi menciptakan kasih. Itulah mereka yang dapat mengolah konflik dengan bijak”

“Dengan kasih  mengelola konflik  adalah  bijak”

“Bagaimana sungai dan lautan dapat menjadi tempat berkumpulnya air?
Karena mereka berada ditempat yang rendah.
Oleh karena itu, bila ingin menjadi seorang pemimpin diantara orang banyak,
Seseorang harus berbicara merendah.
Bila ingin menjadi terkenal diantara orang banyak,
Maka seseorang harus berjalan dibelakang banyak orang”

“Orang hebat mampu mengendalikan orang lain, tetapi lebih hebat lagi kalau dia mampu mengendalikan dirinya sendiri”

“Datanglah berdamai dengan ;suami,sitri,anak,teman, pacar,dlsb adalah cermin dari manusia yang mampu mengolah konflik dengan bijak”

Ajarilah kami ini saling mengasihi

Ajarilah kami ini saling mengampuni

Ajarilah kami ini kasih-Mu ya Tuhan

Kasih-Mu sungguh tiada batasnya

background

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s