Minggu 18/8/13=> 1 Yoh 3:1-6 “Kasih-Nya yang sempurna”


Ilustrasi  images (15)

Sangat mengagumkan, sebuah sarung tangan dapat melakukan banyak hal: mengambil buku, mengucapkan selamat jalan, menggaruk kepala, menepuk punggung seseorang atau juga menampar orang, dlsb.

(Kenakan sarung tangan dan tunjukkan bagaimana ‘sarung tangan’ itu dapat melakukan ini dan itu).

Sarung tangan ini tidak dapat melakukan apa-apa jika kita menarik tangan kita keluar.(Demonstrasikan)

Semua yang dilakukan hanyalah bohong belaka. Kita dapat meneriakinya, memarahinya, mencoba untuk mengajarinya, tetapi itu tidak berguna. Sarung tangan tidak dapat melakukan apapun sendiri. Tanpa tangan kita di dalamnya, sarung tangan tidak lebih dari sepotong kain. (atau bahan pembuatnya yang lain).

Manusia, tidak ubahnya seperti sarung tangan, hanya dapat melakukan sedikit konsekuensi nyata atas dirinya sendiri. Kita lemah dalam daging, tetapi dengan Kristus kita menjadi kuat. Ketika tangan kita berada di dalam sarung tangan, ia dapat melakukan segala yang tangan kita inginkan. Hidup kita adalah seperti sebuah sarung tangan. Dalam diri sendiri kita tidak dapat melakukan sesuatu pun, mudah putus ,mau yang instan, “tidak mau bersakit-sakit dahulu”, dlsb. Tetapi jika Kristus di dalam kita, kita dapat melakukan segala yang Tuhan ingin kita lakukan dalam hidup ini (baca: tangan). Dialah satu-satunya yang memberi kita kekuatan dan kemampuan untuk melakukannya. Kita memperoleh kepastian jika kita tunduk kepada Kristus. Dia akan selalu bersama kita dan memberi kita kekuatan atas kehendak-Nya.

Kasih-Nya mampu memberi semangat hidup kepada mereka yang berbeban berat . Kasih-Nya mampu membangkitkan sebuah harapan yang sudah hilang. Kasih  Manusia  hanya di bibir saja tidak merasuk dalam hati, semu, terkadang tak bermakna. Kasih-Nya menghapus segala pelanggaran kita . Kasih-Nya   tulus tanpa pamrih. Kasih-Nya  yang tulus itu menutup segala kekeliruan, rasa sakit hati, kebencian dan dendam yang mungkin pernah tertanam dalam hati kita.  Kasih-Nya menjadikan kita sebagai anak-anak Allah. Itu semua bentuk-bentuk kasih  sejati yang dilakukan dengan tulus hati.

Tanggung jawab sebagai  “anak-anak Allah” adalah hidup di dalam Kristus , ketaatan dan kekudusan adalah harga mati yang tidak dapat ditawar, meninggalkan kehidupan duniawi , menyerahkan diri kedalam aturan main  yang diinginkan oleh Allah. Karena di dalam Dia tidak ada dosa lagi.  Pengorbanan Allah melalui Anak-Nya untuk penebusan dosa kita, maka kita harus menaruh pengharapan kepada Dia dan setia kepadaNya. Kesetiaan itu harus dibayar mahal, yaitu penderitaan akibat permusuhan dari dunia.  Kita telah diangkat oleh Allah sendiri menjadi anak-anakNya, supaya kitalah menjadi ahli waris KerajaanNya.
Kebutuhan terbesar dunia adalah MANUSIA:
• Yang tidak dapat diperjualbelikan
• Yang berani menyebut dosa itu dosa
• Yang setia dan jujur terhadap tugas seperti jarum kompas menunjuk ke kutub
• Yang berani berdiri di atas kebenaran walau langit runtuh sekalipun
Roma 12:2 “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”

Kasih Tuhan yang Sempurna

Melihat ke atas, memperoleh semangat untuk maju
Melihat ke bawah, bersyukur atas semua yang ada
Melihat ke samping, semangat kebersamaan
‘Melihat ke belakang, sebagai pengalaman berharga
Melihat ke dalam, untuk introspeksi; dan
Melihat ke depan, untuk menjadi lebih baik
Dari air kita belajar ketenangan …
Dari batu kita belajar ketegaran ...
Dari tanah kita belajar kehidupan
Dari kupu-kupu kita belajar mengubah diri …
Dari padi kita belajar rendah hati …
Dari TUHAN kita belajar tentang kasih yang sempurna ...

(A. Mintara Sufiyanta, Jalan Sang Guru)

“Yesus yang terkasih, Bimbinglah kami untuk saling mengasihi  dan dikasihi . Jangan biarkan kami terlena memikirkan diri kami sendiri. . Tuhan kami berharap Engkau memberikan makna kasih-Mu dalam kehidupan kami . Kami  serahkan seluruh keberadaan kami,  dan hati kami hanya pada-Mu   Terima kasih, Tuhan… Amin.”

MBT


Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s