Kemiskinan di tengah kemerdekaan


imagesimagesimages

images

By: Martha Belawati Tarihoran

 

Banyak orang  memilih menjadi pelacur,

menggadaikan moralnya  pada para germo

demi mereguk emas berbalut sampah jamban

menggadaikan Tuhannya demi surga di ambang neraka

menjadi buta hati terhadap kaum papa

yang terbaring berteman  sampah

tak berdaya dalam menggapai impian

tidak ada bias kemerdekaan di raut mereka

compang camping  pembalut tubuh mereka

dengan aroma khas kemiskinan

membuat mereka dicampakkan

benarkah bangsa ini sudah merdeka ?

 

Anak-anak mereka terbius aroma kemiskinan

tergerus dalam pusaran hujan ,matahari,

dan kemilau gemintang

mereka semakin terabaikan

oleh mata-mata para pelacur elite

mungkinkah bangsaku sudah merdeka ?

 

Biarkan   para pelacur bangsa ini menatap ke langit

bila  saatnya tiba, para pelacur ini mulutnya akan disumpal sampah

bahkan sampah-sampah dalam jamban

karena meremehkan   para jelata

hidup mereka  ada dalam incaran

tikus-tikus dalam selokan

mereka akan selalu terbangun dalam kegelisahan 

Kalau begini, jangan katakan bangsa ini sudah merdeka !

 

Jangan bangga menjadi  kaya

Jika itu didapat dari melacurkan diri

Jangan kamu bilang dirimu kaya

bila yang terdekat diantaramu

 tidur didalam gerobak sampah

beralaskan mentari dan  bintang

 

Sadarkah mereka yang melacurkan diri

demi  seteguk emas berbalut sampah jamban

 Sadarkah para pelacur bangsa ini, bahwa Orang-orang miskin

Yang mereka campakkan, yang tidur dalam gerobak sampah,

Yang berbau khas kemiskinan, yang mencari sesuap dalam tong sampah,

 adalah cermin Sang pencipta  mereka

 

Mau dibawa ke mana bangsa ini?

di mana sisa linangan darah para pahlawan bangsa ini ?

bangsa ini belum merdeka !

belum merdeka !

bangsa ini masih dipasung oleh birokrasi 

dan dijajah oleh  para birokrat yang dipecaya rakyat

justru menjadi pelacur, bertopeng nasionalis,

menjadi budak uang…

 

Apakah kita harus diam ?

Jika ingin merdeka, kita harus berdiri teguh dan jangan mau terus menerus

Dikenakan kuk perhambaan

 

Nunukan, 17 Agustus 2013

MBT

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s