Minggu 25/08/13=> “Jagalah hati jangan kau nodai”


5:1 Setiap orang yang percaya, n  bahwa Yesus adalah Kristus, o  lahir dari Allah; p  dan setiap orang yang mengasihi Dia yang melahirkan, mengasihi 1  juga Dia yang lahir dari pada-Nya. q  5:2 Inilah tandanya 2 , r  bahwa kita mengasihi anak-anak Allah, s  yaitu apabila kita mengasihi Allah serta melakukan perintah-perintah-Nya. 5:3 Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. t  Perintah-perintah-Nya itu tidak berat, u  5:4 sebab semua yang lahir dari Allah, v  mengalahkan w  dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita 3 . 5:5 Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?

Katanya, Buah jatuh tak jauh dari pohonnya (gimana kalau pohon itu tumbuh di pinggir jurang ? 🙂

Pepatah tersebut ingin mengatakan bahwa karakter seorang anak tidak jauh berbeda dibandingkan dengan orangtuanya. Kalau kita menyatakan diri sebagai anak Allah, maka sudah selayaknya bahwa kita juga memiliki karakter-karakter yang seperti Allah dan karakter yang akan kita pelajari adalah kasih. Tetapi agak membingunkan juga  jika pohon itu tumbuh dan berdiri  di pinggir jurang :)…hehehe

Jika kita beriman  lahir dari  Allah, ia harus mengasihi sesama anggota tubuh Kristus. Karena kita adalah anak-anak Allah dan kita mengalami kehadiranNya di dalam hidup kita, maka seharusnya kita memantulkan  karakter Bapa yang adalah kasih. Orang yang memiliki kasih sejati membuktikan bahwa ia telah lahir dari Allah.

Untuk bisa mengasihi dibutuhkan proses. Meski kasih itu belum sempurna, harus tetap dinyatakan dan harus tetap bertumbuh. Jika tidak berproses, stagnan, karena intimidasi dunia, maka  tiap syaraf di dalam tubuh kita berdenyut  kebencian . Mengikut  Kristus tidak memberi kita pilihan tentang kasih. Kita har taat dan  berusaha mempraktekkan kasih di dalam tiap situasi.

Kita perlu belajar lebih dekat dengan Allah agar dapat mempraktekkan kasih .Jika kita sudah mampu mengasihi, kita mesti bersyukur pada Allah. Namun jika kita merasa kurang mengasihi, kita harus berdoa, meminta Allah merubah hati kita. Dengan kasih, kita akan menemukan sukacita yang lebih besar di dalam hidup.

Kehidupan iman kita dengan Tuhan  layaknya hidup dalam sebuah keluarga. Tuhan adalah orang tua yang membimbing, mendidik anak-anak-Nya dengan penuh kasih dan saling mengasihi.   Dimulai dengan mengasihi Allah.   Tapi kadang tampaknya bahwa keluarga Allah sangat rentan terkulai tak berdaya dan terus-menerus dikalahkan.

 Banyak diantara kita mengalami kesulitan disaat hati kita mempersiapkan  untuk melakukan kehendak-Nya. Kita selau   membiarkan perasaan kita yang memutuskan. Karena itu besar kemungkinan kita akan berada di tengah jalan tanpa arah dan tujuan…”kasih menjadi beku”. Kita harus mencari kehendak Roh Allah melalui firman Tuhan. Denganb itu kita  mengunci  diri kepada hal-hal yang merugikan kita…”kasih dari dunia yang kita pilih .” Jika Roh Kudus memimpin kita, Ia akan melakukannya sesuai dengan kehendak-Nya. Kita harus belajar mempertimbangkan kondisi yang telah Tuhan rencanakan pada kita…”Kasih-Nya tertransfer”… Memohon pada Tuhan dalam doa untuk menyingkapkan kehendak-Nya  agar kasih-Nya dapat berdampak pada orang-orang di sekitar kita

Hal-hal yang akan membuatkan keliru dalam mengenal kehendak Tuhan adalah Kasih ,saat:

a.   Hatinya kurang terbuka dan penuh keraguan akibat terkontaminasi dengan tawaran dunia

b.    kurangnya penyerahan diri untuk diproses secara total di hadapan Tuhan

c.   Kurangnya kerendahan hati untuk menrimah kasih yang sejati dari Tuhan

d.   Lebih memilih kasih yang semu (eros) ketimbang kasih dari Tuhan

Dapat kita simpulkan bahwa mencari kasih sejati dari Tuhan itu bukanlah satu rancangan  yang dapat kita terapkan tanpa terlebih dahulu kita menangani siapa kita dan juga sikap hati kita di hadapan Tuhan.

Pertama,” Jagalah hati jangan kau nodai karena  hati adalah lentera Ilahi” , tak becela dan tidak akan mengikuti jalan  berlawanan dengan pemikiran Allah. Kedua, kesukaannya yang utama adalah Kitab Suci. Seringkali seperti yang hal yang membuat kita tidak dapat mengenal atau mengetahui kehendak Tuhan adalah karena kita dibutakan atau dikuasai oleh kehendak diri. Selagi kita masih berpegang pada kehendak diri, selama itulah kita tidak akan mengetahui apa itu kehendak Tuhan. Kehendak Tuhan hanyalah diketahui oleh orang yang hidupnya sepenuhnya berpusat pada Tuhan dan tidak lagi berpusat pada diri dan kepentingannya sendiri.

Kehendak Tuhan itu tidak akan diketahui oleh semua orang melainkan orang yang penyerahannya kepada Tuhan adalah total, di mana kehidupannya adalah sesuai dengan firman Tuhan.

Itulah janji Yesus, “Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya… Yoh 15:7″

By: Dophacortunaindex

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s