Minggu 15/09/13=>Yosua 10:1-6


Minggu 15/09/13=>Yosua 10:1-6

Pemimpin rohani muncul bukan menurut kemauan atau ambisi pribadi, melainkan karena tindakan Allah yang mempersiapkan, memanggil, menetapkan dan membimbingnya dalam mencapai tujuan-tujuan dari Allah. Dalam Perjanjian Lama, Allah yang mempersiapkan dan memanggil Musa dan Yosua juga Harun….

TUHAN hanya mau memakai orang-orang  yang bersedia tunduk dan  taat sepenuhnya. TUHAN memperlengkapi siapa yang IA panggil.

Yosua menjadi pemimpin dahsyat  salah satunya oleh karena doa “impartasi” yang dilakukan Musa atas dirinya . Sehingga  Yosua b penuh dengan roh kebijaksanaan (tentu juga atas kehendak Allah), sebab Musa telah memberkatinya.” (Ulangan 34:9) . Musa bukan hanya mempersiapkan, mendidik, dan melatih, tetapi juga mendoakan penerusnya itu.

Seorang pemimpin Kristen perlu menerima doa “impartasi” dari para pemimpin dan hamba-hamba Tuhan  yang diurapi Roh Kudus.  Dalam Alkitab kita melihat bagaimana Elia memberi “impartasi” urapan kepada Elisa, dan Paulus mengalirkan pengurapan kepemimpinannya kepada Timotius. Di samping itu kita sendiri harus proaktif, berdoa sendiri, dan bernar-benar hidup dalam kekudusan.

Setelah Musa mati, Yosua banyak berdoa kepada Allah, maka Tuhan pun banyak berbicara kepadanya secara langsung (Yosua 1). Seorang pemimpin harus mengembangkan kehidupan doa pribadinya dan menjadikan Roh Kudus penasihatnya.

Tuhan telah berfirman kepadanya, “Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam.” (Yosua 1:8)

Yosua adalah seorang pemimpin yang memiliki  komitmen untuk berdoa bersama keluarganya. Ia berkata dengan tegas, “Aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada Tuhan!” (Yosua 24:15b) Mezbah doa keluarga rupanya merupakan salah satu pilar bagi keberhasilan hidup dan pelayanan Yosua. Tidak banyak pemimpin Kristen modern mengerti rahasia ini. Padahal doa bersama, meski hanya oleh dua orang — suami-istri misalnya, sangat diperhitungkan Tuhan (Matius 18:19).

Doanya Menghentikan Matahari dan Bulan

Yosua pernah menaikkan sebuah doa permohonan yang sangat dahsyat. Alkitab menulis, “belum pernah ada hari seperti itu, baik dahulu maupun kemudian, bahwa Tuhan mendengarkan permohonan seorang manusia secara demikian.” (Yosua 10:14) Yosua berdoa agar matahari dan bulan berhenti beredar, sehingga hari itu diperpanjang waktunya untuk memberi keleluasaan bagi bangsa Israel berperang dan mengalahkan musuhnya. “Terjadilah kemudian matahari tidak bergerak di tengah langit dan lambat-lambat terbenam kira-kira sehari penuh.” (Yosua 10:13)

Yosua adalah tipe pemimpin yang bukan hanya optimis, tetapi memunyai cita-cita besar. Ide, gagasan, pemikiran, dan keinginan Yosua serba besar, tidak tanggung-tanggung. Bayangkan, ia tidak minta supaya musuh kalah atau memohon agar Tuhan memberi kekuatan fisik bagi pasukannya, tetapi ia minta supaya matahari dan bulan berhenti. Bukankah itu permohonan yang mungkin bagi kita “over confidence”…Nothing is impossible !  Tuhan senang dengan anak-Nya yang berpikiran serba besar. Tuhan adalah Allah Maha Besar, Ia sanggup melakukan perkara-perkara besar.  Doa Yosua juga menunjukkan imannya yang luarbiasa. “Matahari, berhentilah di atas Gibeon dan engkau bulan, di atas lembah Ayalon!” (Yosua 10:12) Iman bukan  disimpan dalam hati.

Tips bagi seorang   pemimpin kristen :

“ Harus  Bercermin ”

Seorang bayi untuk bisa berjalan dia harus belajar dan melihat sekitarnya, Bayi dapat mengucapkan kata demi kata kerena dia belajar dan mendengar lingkungan di sekitarnya.  “Tiada kehidupan tanpa bersinggungan  dengan guru dan Tiada kehidupan tanpa menimba ilmu”. Kenapa? Karena Setiap waktu hidup kita  adalah belajar untuk memahami dan lebih memahami, baik itu lewat bimbingan maupun pengalaman.

“Orang yang selalu  bepikir maju selangkah”

Dalam hal sebuah perubahan, pemimpin yang mau belajar adalah “pemimpin yang bepikir untuk maju selangkah”  itu sangat diperlukan. Kata orang, namanya visioner.  Seorang pemimpin adalah seorang yang berpikir ke depan. Untuk itu ia perlu berinovasi , kreatif, imajinatif, inventif, produktif dan tak mudah putus asa

“Orang yang mempunyai Skala Prioritas”

Setiap kegiatan yang dilakukan mempunyai dua skala, yaitu skala kepentingan dan skala kesegeraan. Inti dari skala prioritas adalah menertibkan tujuan – tujuan, tugas, dan pekerjaan berurutan dari yang terpenting, sehingga seorang pemimpin bisa mencapai tujuan – tujuannya sesuai dengan alokasi waktu yang ada.

 “Memiliki intesitas tanpa batas”

Pemimpin yang belajar akan memahami intensitasnya sebagai  pemimpin. Berkreasi, inovatif  dan  mencapai sasaran bersama  kudu  berkembang, menjadi manusia yang  energik dan bergelora

Motivasi

Kualitas seorang pemimpin akan ditentukan oleh motivasinya. Motivasi yang baik dan benar akan memunculkan peimpin yang baik dan benar. Seperti benih yang baik akan menghasilkan tanaman yang baik.

 DSC08588Integrasi

Seorang pemimpin  senantiasa berintegrasi untuk memberi tuntunan dan mengambil keputusan dengan musyawarah untuk mufakat yang mengutamakan kepentingan bersama, agar dapat mencapai sasaran atau visi dan misi yang diemban.

“Kopi”

Seorang pemimpin sebagai seorang yang terdepan dan terpandang senantiasa memberikan kopi, model, replika, tiruan, desain, eksemplar, patron, pola, representatif, dan teladan yang baik sehingga dapat dijadikan cermin  bagi anggotanya dan masyarakat sekitarnya.

“Panglima”

Seorang pemimpin adalah seorang panglima,  yaitu pribadi yang rela mengorbankan tenaga, waktu, dan  pikiran sepenuhnya. Menggerakkan anggotanya guna mengembangkan dan memajukan organisasinya. Bahkan jiwanya sekalipun dipertaruhkan untuk kesejahteraan dan kelangsungan hidup organisasinya agar dapat mencapai visi dan misi yang diemban.

Teladan

Seorang pemimpin sebagai “Values System Transformers”  adalah suri tauladan, maka pemimpin harus memberi contoh mengenai Values System yang telah diberikan. Satunya kata dan perbuatan seorang pemimpin sehingga organisasi  yang dipimpinnya bisa belajar dengan cara melihat, merasakan dan melakukan.

Cerdas

Seorang pemimpin harus cerdas, Cerdas  dalam menggunakan sumber-sumber kekuatan dan kekuasaan yang dimilikinya dalam konflik, tepat waktu, tepat tempat, tepat situasi, tepat cara, dan tepat sarana. Berusaha menjauhi masalah  lahiriah dan mengedepankan nalar dan nurani.

Bermoral

Integritas moral menjadi prasyarat utama yang harus dimiliki seorang pemimpin. Ciri kepribadian tersebut secara kontemporer diistilahkan sebagai integritas. Individu yang mempunyai integritas yang tinggi terhadap nilai dan aturan yang dia junjung tidak akan melakukan tindakan amoral.

Bukan hamba uang

Pasti taulah…Jawab sendiri aja ya…:)

“Pelayan yang baik adalah mereka yang tidak mengutamakan kepentingan pribadi, tetapi ia harus rela waktu istirahatnya diinterupsi oleh sang tuan”

 

 

 

 

.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s