“Perlu Pemimpin yang Bersuplemen”


“GPIB perlu Pemimpin yang Bersuplemen ”

Gereja  memerlukan pemimpin-pemimpin yang  memiliki gaya kepemimpinan yang kuat di tengah perubahan-perubahan mendasar dalam  kehidupan politik dan masyarakat selama era reformasi ini. Upaya yang dilakukan gereja dalam pengembangan diri  sekarang ini jauh lebih berat , karena itu pemimpin gereja perlu suplemen agar memiliki gaya kepemimpinan yang lebih kuat, konsisten, berintegritas, mampu menganalisis, dan mendiagnosa gejala yang terjadi di sekitar kehidupan  . Jangan memilih pemimpin yang “melempem”, “seperti kerbau yang dicucuk hidungnya” (ditarik kesana kemari ikut aja)

Hal ini tentu tidak terlalu menguntungkan bagi situasi  kepemimpinan gereja saat ini jika memiliki pemimpin yang  “lemot”. Menurut penulis  gaya kepemimpinan  akan    sangat lemah dalam pengertian jika tidak berani mengambil risiko, kurang konsisten dan kurang inisiatif.

“Krisis Kepemimpinan ”

Dunia sekarang ini dapat dikatakan sedang krisis pemimpin mungkin juga krisis ini menjangkiti kepemimpinan di lembaga gereja. Banyak kalangan “atas” yang seharusnya menjadi contoh, justru menjadi aktor perusak. Padahal tanpa mereka pun dunia ini sudah rusak sejak kejatuhan manusia dalam dosa.

Tuhan mungkin sudah berulang-ulang memanggil manusia untuk bekerjasama memperbaiki keadaan ini tapi banyak manusia yang tuli dan dibutakan oleh kepentingan diri sendiri dan materialistis yang semu. Dapat kita lihat bahwa dalam perjanjain lama, berulang kali (tak terhitung) Allah mencoba memperbaiki umat pilihanNya .

Bagaimana dengan kita saat ini? Sekarang ini pemimpin – pemimpin masih dan akan terus dibutuhkan. Pertanyaan selanjutnya pemimpin seperti apa?

Pemimpin gereja harusnya sudah memahami bahwa menjadi pemimpin bukan hanya berbicara soal jabatan, kekuasaan, kedudukan atau posisi, bahkan materi.  Firma Tuhan “barang siapa yang ingin menjadi terbesar diantara kamu, hendaklah ia menjadi pelayan…” Ayat itu mengacu pada sifat manusia yang ingin berkuasa, terkenal, dan dihormati(baca kisah ketika murid-murid Tuhan berdebat tentang siapa yang terbesar diantara mereka).

Jadi sebagai anak – anak Tuhan, kita perlu menyikapi bahwa pemimpin Kristen adalah panggilan dari setiap orang percaya. Ketika berbicara pemimpin, berarti bicara melayani , menghamba dan berintegritas

seorang pemimpin Kristiani  harus memliki “mata rohani”, mata yang mau perduli dan mengerti situasi dan kondisi di sekitar nya.  Hal ini terjadi dengan tokoh – tokoh besar dunia yang dikategorikan sebagai pemimpin seperti Mahatma Gandhi, Bunda Theresa, bahkan dalam diri Tuhan Yesus sendiri. Hal yang mendasar adalah mereka memiliki “mata” yang mau peduli dan mengerti akan kondisi sekitar. Mereka melakukan “survey pasar” untuk melihat kebutuhan akan “konsumennya” lalu merancang “strategi pemasarannya” dan menetukan “kebijakan politisnya”.

Dalam Alkitab banyak sekali tokoh yang dapat dianggap sebagai pemimpin besar seperti Nehemia, Musa, Yosua, Paulus dan Tuhan Yesus sendiri. Banyak ayat dalam Alkitab yang menceritakan betapa pentingnya dan mendasarnya ketika seseorang memiliki mata yang mau peduli kepada sesamanya.

Sudahkah mata kita mengoreksi diri kita dan membangun orang lain juga?

Benarkah GPIB  sedang mengalami krisis kepemimpinan ?

Di tengah derasnya arus globalisasi. Menurut penulis,  derasnya arus globalisasi membuat para pemimpin kita  tidak berani bersikap, terutama dalam menegakkan kebenaran khususnya masalah yang sedang hangat-hangatnya dibicarakan di dunia maya akhir-akhir ini (baca:asset gereja). Benarkah Pemimpin kita sebagai hamba yang melayani  tidak lagi memiliki kepastian seperti “pemabuk” dan hanya menghamba kepada kepentingan materialistic ?  Benarkah, “Globalisasi telah membuat para pemimpin gereja  kita ketakutan dan tidak mampu mengendalikan reaksi  yang terjadi di bawah ?

Jika pemimpin tak memiliki kemampuan mengendalikan reaksi  itu akhirnya membuat  pemimpin akan kehilangan kepercayaan oleh gereja/jemaat yang dipimpin. Bahkan, bila keadaan terus berlanjut bukan hal mustahil terjadi mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan GPIB sekarang ini…(semoga tidak teradi)

Perlunya kepemimpinan yang kuat (strong leadership). Karena pemimpin  banyak ragu dalam mengambil keputusan . Misalnya dalam penjualan asset gereja (tanah Pejambon) yang “katanya” tidak transparan, dan dalam hal ini para pemimpin kita tidak ada “keberanian” untuk menjelaskan apa yang terjadi di balik penjualan tanah Pejambon…(Memang menurut mekanisme hal ini bisa dibahas di persidangan Sinode tahun depan)

Memang susah dan rumit menampilkan kepemimpinan yang kuat dan berkomitmen. “Mungkin diperlukan transformasi, bagaimana mencari pemimpin yang memiliki komitmen dan dapat membuat dampak yang luar biasa terhadap dunia kepemimpinan kristen,” . Untuk itulah,   pertama-tama koherensi tata gereja harus dibenahi jika ada kekurangan…atau semua terjadi karena manusianya yang materialistis, bukan aturannya?…Walahualam !

Kepemimpinan akan kuat dan tegak dalam arti berwibawa, jika aturan  ditegakkan. Untuk memberantas korupsi, misalnya, jangan ada kebijakan tebang pilih. Sekali kebijakan itu (tebang pilih) diterapkan, wibawa pemimpin akan merosot. Gereja/jemaat  tidak akan patuh dan akan banyak protes.

Memang, kepemimpinan(GPIB) akan kuat dan semakin kuat jika didasarkan pada pemihakan yang jelas kepada Jemaatnya ( Seorang pemimpin yang melayani adalah hamba dan tuannya adalah rakyat (baca:jemaat). Pemihakan kepada jemaat itu harus dilakukan secara konsisten. Sudahkah itu dilakukan oleh  pemimpin Sinode dan koleganya?

“Kepemimpinan yang berkualitas jika ia mampu memadukan kualitas natural dan spiritual”

Seorang pemimpin yang berjiwa besar lebih mementingkan atau mendahulukan kepentingan orang banyak  daripada kepentingan dirinya sendiri. Tidak terpengaruh dengan mereka-mereka yang selalu ingin menonjol dengan mengabaikan kepentingan umum. Pemimpin yang berjiwa besar akan bertanggung jawab terhadap kegagalan organisasi yang dipimpinnya, Karena kegagalan organisasi yang dipimpinnya adalah kegagalannya dia sebagai pemimpin. Rela dicaci maki….Patuh pada kebenaran : Jujur, mengenal dombanya, bukan hamba uang dan taat pada Firman Tuhan.

Sayangnya, banyak pelayan-pelayan termasuk di dalam gereja  yang tetap membohongi dirinya dengan berpikir bahwa mereka sedang melayani jemaatnya, padahal mereka melayani diri sendiri. Mereka kelihatan sibuk, padahal sibuk dengan  dengan diri sendiri, banyak bersantai sambil menunggu akhir bulan…terima gaji. Setelah itu santai lagi…(berharap pemimpin pemimpin GPIB tidak seperti itu)

Seorang yang berkomitmen menjadi pemimpin yang melayani harus “memusnahkan” semua ambisi-ambisi pribadinya yang bisa mengalihkan focus /dedikasinya untuk melayani dan melakukan tugas-tugasnya.

“pemimpin yang melayani harus memiliki kesanggupan untuk mendengar dan melihat dengan baik”

seorang pemimpin yang melayani harus banyak mendengar, dan tidak boleh asal berasumsi. “Ingat, asumsi adalah ibu dari semua kebingungan” Direction          : seorang pemimpin harus memberikan arahan yang jelas dan menginspirasi anggotanya untuk meraih pencapaian yang diharapkan

Discipline         : seorang pemimpin harus menjadi panutan dan hidupnya memiliki akuntabilitas tinggi, sehingga hidupnya menjadi teladan .

Seorang pemimpin harus “tahan banting”. Orang yang tidak tahan banting tidak akan bisa jadi pemimpin. “Kalau tidak mau menerima kritik, ya lebih baik tidak jadi pemimpin, tapi jadi follower saja” .

Kepemimpinan yang baik mendapatkan hikmat dalam menjalankan tugasnya. Menyediakan waktu dengan Tuhan sebagai prioritas hidupnya,”. Harus konsekuen dengan apa yang dikatakannya.

“Walk the talk. Jangan membangun kepempinan berdasarkan kebohongan,” .

“Kepemimpinan ayang mengandalkan Tuhan akan membiaskan cahaya kemulian”

 By: Martha belawati Tarihoran

gandhi-280x300

 

 

3 thoughts on ““Perlu Pemimpin yang Bersuplemen”

  1. Inspiratif bupend. Baris terakhir dari tulisan ini “kepemimpinan yang mengandalkan Tuhan menggambarkan cahaya kemuliaanNya”..seperti kata AHOK jg inisial namanya BTP = bersih transparan dan profesional…….
    Selamat Berkarya di ujung utara Kaltara..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s