Minggu 6/10/13 Kis 2:41-47=> “Produk yang berkualitas”


 

Saat ini banyak gereja  yang  mengadakan pendekatan terhadap orang miskin  atau orang  “bodoh” dengan menjanjikan dan memberikan kebutuhan sandang dan papan untuk dijadikan daya tarik agar mereka mau mau masuk kristen, padahal mereka telah memeluk agama lain.

Secara realita  banyak orang yang tertarik untuk datang. Tapi tujuan mereka jelas untuk menerima apa yang dijanjikan gereja. Banyak juga gereja yang mengundang para pengkotba terkenal dan artis –artis untuk membuat orang menjadi tertarik dan  masuk ke gereja mereka. Terlepas dari itu semua , apa mereka datang untuk beribadah kepada Tuhan atau  untuk berjumpa dengan sang artis. Apakah cara ini dapat membuat jemaat bertumbuh?, Apakah ini  cara-cara seperti ini akan membuat gereja bertumbuh sehat ?

Bacaan dari Firman Tuhan hari ini menunjukkan bagaimana jemaat mula-mula dapat bertumbuh demikian pesat. Diawali dengan khotbah Petrus yang membawa perubahan hidup, jemaat mula-mula mendapat pencurahan Roh Kudus, yang mendorong jemaat rindu dan haus untuk terus mempelajari Firman Tuhan. Mereka bertekun dalam pengajaran para rasul dan dalam persekutuan. Mereka berkumpul untuk berdoa dan memecahkan roti(ay.42), mereka berbagi  milik mereka dengan orang-orang yang kekurangan (ay.45). Mereka hidup dalam sebuah persekutuan seperti sebuah keluarga. Hal inilah yang  berdampak bagi orang-orang luar di sekitarnya, sehingga mereka disukai semua orang dan Tuhan menambahkan jumlah mereka dengan orang-orang yang diselamatkan(ay.47)

Jadi gereja akan bertumbuh sehat  bukan pada intelektual  para pemimpin gereja dalam mengelola dan mengembangkan gereja. Bukan pula pada program-program gereja yang menarik peminat dan simpatisan sehingga akhirnya mau menjadi anggota gereja. Gereja akan bertumbuh sehat  ada pada Tuhan sendiri. Tuhan menambahkan jumlah orang yang diselamatkan (ayat 47). Bagaimana caranya? Lewat kehidupan jemaat yang mau dipimpin oleh Tuhan. Jemaat yang mau bertekun dalam firman, yaitu pengajaran rasul-rasul yang bersumberkan pada pengajaran Yesus (ayat 42a). Ini hal yang paling utama.

Jadi jelas kunci dari gereja yang bertumbuh dan sehat  adalah; kemauan menyediakan diri dibentuk dan dipimpin oleh Tuhan . Kita sebagai gereja mau tunduk  pada otoritas firman-Nya yang sanggup mengubah hati yang egois menjadi peduli pada orang lain.  Saat kita mau diatur oleh Tuhan, kuasa-Nya akan dengan leluasa bekerja sehingga dunia melihat kesaksian kita. Oleh anugerah-Nya, mereka dimenangkan kepada Kristus dan menjadi anggota gereja Tuhan. Di tengah kehidupan masyarakat manusia yang egois dan cenderung individualis hari ini kita diingatkan dan diajarkan bagaimana seharusnya kita menjadi manusia yang berguna tidak hanya untuk diri sendiri melainkan juga bagi manusia yang lain.

Sejatinya kita kita sebagai warga GPIB juga perlu belajar dari sikap hidup jemaat mula-mula dalam memberikan kesaksian yang indah bagi masyarakat di sekitar kita melalui sikap hidup berjemaat yang baik dan yang berkenan di hadapan Tuhan. Sehingga  kita sebagai jemaat GPIB juga dapat mengaminkan apa yang dituliskan dalam ayat 47b. “dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang-orang yang diselamatkan”.

Bersekutu adalah salah satu panggilan bagi setiap orang yang percaya kepada Yesus Kristus. Bersekutu adalah hakekat kita sebagai gereja. Jemaat mula-mula bertumbuh dalam kekuatan kasih sebagai suatu komunitas orang percaya. Tuhan memperlihatkan kepada kita model gereja yang bersekutu.

Hidup dalam persekutuan membuat kita bertumbuh

Salah satu hal yang menjadi ciri khas orang kristen adalah persekutuan. Karena dengan acara kumpul bersama dalam persekutuan, orang kristen seperti bara api yang saling menghangatkan satu dengan yang lain, ia akan tetap menyala dan memberi kehangatan. Melalui persekutuan, orang kristen saling ngingetin, saling menasihati, saling menegur, saling mengasihi, sehingga makin hari hidup mereka akan makin baik . Karena hidup yang makin baik, otomatis mereka akan disukai semua orang dan orang lain akan tertarik untuk ikut gabung dalam persekutuan itu. Cara itulah yang dipakai oleh jemaat mula-mula, bukannya mendatangkan para artis.

Bersekutu itu membangun relasi dengan Tuhan dan belajar Firman Tuhan secara rutin! Sekalipun pemberitaan Firman yang bersifat insidentil (seperti Retreat, Seminar, KPI) penting, bersekutu dan belajar Firman Tuhan secara rutin (Kebaktian, Pemahaman Alkitab, saat teduh) jauh lebih penting dan berguna bagi pertumbuhan iman kita. Firman Tuhan yang bersifat insidentil hanya menjadi pelengkap, bukan dimaksudkan untuk berdiri sendiri.

Kunci dalam  persekutuan sebagai berikut :

a. Saling Menerima (Roma 15:7 “Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah.”)

b. Saling Mengajar dan Menegur (Kolose 3:16 “Hendaklah perkataan kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang laindan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.”)

c. Saling Menasehati dan Membangun (1 Tesalonika 5:11 “Karena itu nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan.”)

d. Bersikap Ramah dan Saling Mengampuni (Efesus 4:32 “Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.”)

e. Saling Setia dan Menyayangi (Zakharia 7:9b “Laksanakanlah hukum yang benar dan tunjukkanlah kesetiaan dan kasih sayang kepada masing-masing!”)

f. Hidup Harmonis (1 Petrus 3:8 “Dan akhirnya, hendaklah kamu semua seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati,”)

g. Saling Mengasihi (Yohanes 13:34-35 “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.”)

Produk Kristus

Kita sebagai  PRODUK KRISTUS, sudah seharusnya kita menjaga Kualitas Hidup kita sebagai Kristen. Perkataan dan perbuatan kita harus menunjukkan bahwa kita adalah Merek Kristen yang ASLI, bukan cuma merek yang hanya tertera di KTP. Kita harus menunjukkan bahwa Produk Kristus itu adalah yang “TOP MARKOTOP.”

Sebagai  PRODUK KRISTUS  kita harus  memiliki “label” pada bungkus atau kemasannya dan yang terpenting dari  sebuah PRODUK adalah KUALITAS. Kita harus  menjaga kualitas  merek kita sebagai anak-anak Kristen. . Jangan sampai berbeda ISI dengan LABEL yang tertera… pada kemasan tertulis ‘keripik singkong’ tapi rasanya ‘keripik jigong’.

 ISI dari label kita adalah KASIH, SUKA MENOLONG, TIDAK DENDAM, TIDAK ADA IRI HATI, TIDAK ADA DENGKI, dan lain sebagainya. Karena kita adalah Surat-surat Kristus, melalui sikap, perkataan, dan perbuatan kitalah Kristus dikenal oleh orang-orang disekitar kita.

1010576_606432099391550_296884099_n

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s