Rabu 13 Nov 13 Memilik kedudukan Tinggi (Berani tampil beda) Dan6:29


Dan 6:29 Memilik kedudukan Tinggi (Berani tampil beda)index

6:29 Dan Daniel ini mempunyai kedudukan tinggi pada zaman pemerintahan Darius dan pada zaman pemerintahan Koresh,   orang Persia   itu.

Pemahaman tentang kedudukan tinggi, adalah seseorang yang memilik derajat,jabatan,kursi,martabat, pangkat, posisi, dan status di dalam masyarakat

Setiap manusia di kolong langit ini pasti ingin memiliki suatu kedudukan tinggi. Kedudukan tinggi merupakan;     harga diri, martabat, pamor, prestise, status berkelas,  impresif, prestisius, penggah.

Tapi sanggupkah kita hidup berkenan dihadapan Tuhan seperti Daniel

Orientasi pemikirannya   berpusat kepada Tuhan ( menerapkan prinsip IMAGO DEI),

Daniel mengambil rupa seoarang pelayan (tidak ingin diidolakan). ( Dan 2:27-30)

Daniel berani dalam mengambil dan melakukan  keputusan (karena dia tau apa yang dilakukan sesuai rencana oleh Tuhan).

Daniel orang yang memperhatikan

Daniel pribadi yang penuh Iman.

Daniel pribadi yang penuh dengan Roh Kudus.

Daniel pribadi yang penuh dengan Karunia.

Daniel pribadi yang penuh dengan Kuasa.

Daniel pribadi yang penuh Hikmat.

Daniel pribadi yang penuh Kemuliaan.

Sehingga dia memperoleh kedudukan yang tinggi

“Hamba Tuhan sebagai pemimpin yang memiliki kedudukan   harus bercermin pada seorang pelayan.Kepemimpinan  adalah orang-orang biasa yang mempunyai kemampuan luar biasa dan perseverance untuk melakukan panggilan Tuhan .”

Apa yang membuat Daniel begitu   distingtif,spesial, spesifik, hebat, jempolan, luar biasa, penting,  sempurna, signifikan, super?  Alkitab menyatakan, “Maka Daniel ini melebihi para pejabat tinggi dan para wakil raja itu, karena ia mempunyai roh yang luar biasa; dan raja bermaksud untuk menempatkannya atas seluruh kerajaannya.” (Daniel 6:4). Jadi, Daniel ‘jempolan’ karena memiliki roh yang luar biasa.

Tuhan inginkan anak-anaknya  ‘jempolan’ karena memiliki roh yang ‘super’sangat dibutuhkan agar membawa kemuliaan bagi nama-Nya.  Suatu hal yang susah dan tidak semudah membalik telapak tangan . Banyak diantara kita telah terjangkit “virus” , Kedudukan menjadi rebutan, keudukan dijadikan sesuatu yang eksklusif, kedukan merupakan prestise di kalangan masyarakat agar dihormati,  bahkan uang menjadi sarana untuk memuluskan jalan mereka untuk menduduki posisi tersebut. Mereka tidak segan-segan menggunakan dunia supra natural untuk menduduki posisi yang menghasilkan “dolar”.

Daniel menjadi kesaksian bagi banyak orang karena ia punya roh yang luar biasa!

Di tengah kemelut persaingan untuk menjadi yang terbaik, posisi terendah tidak lagi dilirik. Tetapi, apakah kemudian posisi terendah ini menjadi tak bermakna?

Amsal Salomo menekankan agar setiap orang tidak menganggap dirinya sendiri layak untuk memperoleh suatu posisi penting. Injil Lukas mengajarkan mengenai kerendahan hati yang diwujudkan dalam sikap merendahkan diri. Dan surat Ibrani memberitahukan nasehat-nasehat praktis bagaimana kerendahan hati itu dapat diterapkan dalam kehidupan nyata.

“…barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.” Matius 23:12

Setiap manusia boleh saja memiliki ambisi, dan memang harus memiliki ambisi dalam hidupnya. Memiliki ambisi akan menjadi suatu dorongan atau memacu seseorang untuk mengerjakan sesuatu dengan hasil yang lebih baik. Jika seseorang tidak memiliki ambisi ia tidak memiliki gairah dalam mengisi kehidupannya.

Pada dasarnya memiliki ambisi itu bagus selama masih bisa dikendalikan dengan baik. Jika tidak, ambisi tersebut akan menghasilkan sikap ambisius. Ambisi yang positif mendorong seseorang untuk menghasilkan karya yang lebih baik dan meraih prestasi lebih baik dari sebelumnya. Sebaliknya, ambisi yang negatif adalah ambisi yang tidak sebanding dengan potensi yang dimilikinya sehingga seseorang akan menempuh segala cara untuk mewujudkan ambisinya itu

Tuhan tidak senang terhadap orang-orang yang memiliki ambisi untuk mencari hal-hal yang besar bagi dirinya sendiri hal ini akan mendatangkan dosa, karena orang yang mencari hal-hal bagi dirinya senidiri tentu tak mau disaingi oleh orang lain sehingga timbullah iri hati, kebencian dan fitnah.

Kedudukan tinggi, popularitas atau keimpahan tak peru dikejar dengan ambisi! Asal kita hidup seturut kehendak Tuhan, berkatNya tersedia untuk kita!

Semua orang ingin dihormati sesuai dengan posisi atau jabatan yang disandangnya walaupun kedudukan itu bukan diperolehnya karena suatu prestasi. Seharusnya, prestasi atau kualitas kerjalah yang menentukan tinggi rendahnya kedudukan seseorang di tempat kerja.

“Orang percaya berpikir dan memahami bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini berasal dari Tuhan. Kita hanya pengelola yang diisi dengan hal-hal yang berguna demi menunjang kehidupan. Materi adalah penunjang kehidupan. Jangan serakah”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s