Minggu 1 Des 13—Imamat 26:1-6=> BERAT tetapi ada BERKAT


 

MENGIKUT TUHAN: BERAT tetapi ada  BERKAT

Terus terang, tidak mudah hidup dalam kebenaran (hidup kudus) di jaman seperti sekarang ini, apabila sat ini dunia dipenuh dengan tawaran-tawaran yang menggiurkan, yang mungkin bagi banyak orang merupakan kerugian besar bila dilewatkan begitu saja. Memang untuk hidup benar ada harga yang harus kita bayar: Itulah yang disebut pikul salib. Terkadang ketika mempertahankan hidup benar (menjaga kekudusan) kita malah ditinggalkan teman-teman terdekat kita, dicemooh dan juga dikucilkan dari lingkungan pergaulan yang ada. Ini bukanlah hal yang mengejutkan lagi! Orang cenderung lebih memilih hidup menurut keinginannya sendiri dan memaskan nafsunya daripada harus tunduk dan taat kepada firman Tuhan.

 Mungkin ada yang berkata, “Hari ini hidup benar, sudah nggak zamannya kali! Mumpung masih hidup di dunia ini, mending dibuat happy-happy, urusan akhirat entar aja!” (meminjam istilah anak muda).

Mengikut ketetapan  Tuhan adalah sebuah keputusan yang harus dilandasi oleh kesadaran, komitmen, dan kepercayaan.  26:3 Jikalau kamu hidup menurut ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada perintah-Ku serta melakukannya, 26:4 maka Aku akan memberi kamu hujan pada masanya, sehingga tanah itu memberi hasilnya dan pohon-pohonan di ladangmu akan memberi buahnya.   Mengikut aturan main Tuhan itu berarti berjalan bersama Tuhan. Tentu tidak mudah!   Ada aral, gangguan, hambatan, inhibisi, kendala, larangan, prohibisi, restriksi, rintangan, sangkutan,   halangan,  tantangan,  dan  harga  yang  harus dibayar. Namun, semuanya akan mudah kita hadapi karena  kita tidak pernah sendirian. Ada Tuhan yang menyertai dan teman-teman yang disediakan Tuhan untuk menguatkan dan berjuang bersama kita . Ia peduli juga mengerti segala persoalan dan perkara yang kita hadapi dalam mengikut-Nya.

Melakukan ketetapan Tuhan memiliki tujuan dan nilai-nilai yang mulia, yaitu untuk menyatakan serta melayani sesama dalam cinta kasih Tuhan. Paulus mengatakan bahwa kemerdekaan yang kita peroleh bukan berarti hidup bebas tanpa aturan dan hukum. Salah satu ciri kemerdekaan dalam Kristus adalah bersedia untuk melayani orang lain dalam kasih (Gal.5:1, 13-15) Mengikut Tuhan adalah sebuah kebanggaan karena kita bisa menyatakan dan meneruskan karya Tuhan melalui teladan  hidup kita yang mempengaruhi serta menjadi berkat bagi sesama.

 Tuhan memampukan kita. Mengikut dan melayani Tuhan memang tidak selamanya menyenangkan. Ada syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi. Namun, Tuhan akan memampukan kita dalam janji pemeliharaan dan perlindungan-Nya.

 Mengikut Tuhan adalah sebuah berkat yang di dalamnya

kita bisa menyaksikan dan menyatakan kasih, pertolongan serta

perlindungan Tuhan yang nyata di sepanjang kehidupan kita

26:4 maka Aku akan memberi kamu hujan pada masanya, sehingga tanah itu memberi hasilnya dan pohon-pohonan di ladangmu akan memberi buahnya. 26:5 Lamanya musim mengirik bagimu akan sampai kepada musim memetik buah anggur dan lamanya musim memetik buah anggur akan sampai kepada musim menabur. Kamu akan makan makananmu sampai kenyang dan diam di negerimu dengan aman tenteram. 26:6 Dan Aku akan memberi damai sejahtera di dalam negeri itu, sehingga kamu akan berbaring dengan tidak dikejutkan oleh apapun; Aku akan melenyapkan binatang buas dari negeri itu, dan pedang tidak akan melintas di negerimu.

Hari ini kita kembali diingatkan bahwa hidup benar bukanlah kerugian, tetapi membawa keuntungan yang luar biasa, tidak hanya saat kita masih hidup di dunia ini, terlebih lagi untuk kehidupan yang akan datang.

Harta terindah bagi orang yang takut akan Tuhan adalah anak cucunya akan perkasa di bumi, kebajikan, mengalami terang dalam gelap, memiliki hati yang pengasih, iman yang tak goyah, hati yang tetap teguh, penuh kepercayaan kepada Tuhan. Ada jaminan Allah bagi orang yang takut akan Dia.

Siapa yang tidak ingin diberkati? Semua orang ingin agar usahanya diberkati Tuhan berlipat ganda. Tidak satupun yang ingin gagal, sebaliknya orang akan berusaha untuk memperoleh keberhasilan termasuk pendapatan setinggi mungkin. Sayangnya hanya sedikit yang menyadari hakekatnya memperoleh berkat Tuhan. Orang terus menumpuk harta sebanyak-banyaknya . Semakin kaya, mereka bukannya makin dermawan tapi justru makin pelit. Kalaupun memberi, itu harus ada imbalannya atau sesuatu yang menguntungkan diri mereka. Kalau tidak, buat apa membuang-buang uang? Toh saya yang memeras keringat…begitu pikir mereka. Jika ini masih sempat terlintas di pikiran anda, buanglah segera jauh-jauh, karena alkitab sudah mengingatkan untuk apa sebenarnya kita diberkati.

 Alkitab menyatakan dengan jelas bahwa ada hubungan sebab akibat dalam hal diberi dan memberi. Perhatikanlah ayat berikut ini: “…hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat…” (1 Petrus 3:9). Singkatnya, kita diberi untuk memberi. Kita diberkati untuk memberkati. Ada pesan Tuhan yang penting pula agar kita memberi, menolong orang-orang lain yang tengah kesusahan. Dan sesungguhnya, untuk itulah kita diberi. Apabila kita memperoleh berkat tetapi tidak mau memberkati, maka itu artinya kita menolak untuk melakukan kehendak Tuhan.

 Kita harus sadar bahwa berkat hanya bisa dimiliki  dibarengi dengan kedekatan dengan Tuhan, hidup kudus dan seturut kehendakNya, lalu selanjutnya mengetahui untuk apa itu diberikan. Jadi hiduplah seperti keinginan Tuhan, berusahalah sungguh-sungguh dengan jujur, dan ketika Tuhan memberkati anda, pergunakanlah itu untuk memberkati sesama. Mulailah memberi, maka Tuhan akan terus mencurahkan berkatNya memenuhi lumbung agar anda bisa memberkati lebih dan lebih lagi

 Kita diberi untuk memberi, kita diberkati untuk memberkati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s