Minggu 19/01/14=> H2O KEHIDUPAN (Yoh 4:1-26)


 

Yoh 4:1-26—H2O  KEHIDUPAN 

Memancarkan Kasih yang tak berkesudahan 

Manfaat Air Bagi Tubuh

Air merupakan entitas atau elemen pertumbuhan yang memiliki fungsi penting bagi tubuh manusia. Selain itu, kebutuhan air dalam tubuh dapat mencegah timbulnya berbagai penyakit. Hal itu tentu saja akan membuat hidup Anda menjadi lebih sehat dan nyaman.

Dari sudut pandang biologi, air memiliki sifat-sifat yang penting untuk adanya kehidupan. Air dapat memunculkan reaksi yang dapat membuat senyawa organik melakukan replikasi. Semua makhluk hidup yang diketahui memiliki ketergantungan terhadap air. Air merupakan zat pelarut yang penting untuk makhluk hidup dan adalah bagian penting dalam proses metabolisme. Air juga dibutuhkan dalam fotosintesis dan respirasi. Fotosintesis menggunakan cahaya matahari untuk memisahkan atom hidroden dengan oksigen. Hidrogen akan digunakan untuk membentuk glukosa dan oksigen akan dilepas ke udara.

Di bawah ini adalah beberapa fungsi air yang diperlukan oleh tubuh.

Pembentuk sel dan cairan tubuh. Komponen utama sel adalah air, sebesar 70-85%. Sedangkan dalam sel lemak, kurang dari 10%. Air berperan besar dalam darah (mengandung 83% air), cairan lambung, hormon, enzim, otot, dan juga berguna dalam menjaga tonus otot sehingga otot mampu berkontraksi.

 Pengatur suhu tubuh. Air dapat menghasilkan panas, menyerap dan menghantarkan panas ke seluruh tubuh sehingga tubuh tetap stabil. Selain itu, juga membantu mendinginkan tubuh melalui penguapan dari paru dan permukaan kulit dengan membawa kelebihan panas keluar tubuh.

Pelarut zat-zat gizi lain dan pembantu proses pencernaan makanan. Mulai dari membantu produksi air liur saat makanan di mulut, melarutkan makanan dan membantu melumasi makanan agar masuk ke kerongkongan.

 Pelumas dan bantalan. Air berfungsi sebagai pelumas atau lubrikan dalam bentuk cairan sendi sehingga sendi dapat bergerak dengan baik dan meredam gesekan antar sendi. Selain itu, air menjadi bantalan tahan getar (shock absorbing fluid cushion) pada jaringan tubuh, seperti otak, medulla spinalis, mata dan kantong amnion dalam rahim.

Media transportasi. Membantu pertumbuhan dan regenerasi sel secara efektif (carrier) dan menjadi media berbagai zat dengan sifat dan kutub ion yang berbeda. Selain itu, membantu transportasi oksigen dalam tubuh dan sebagai media transportasi bagi gas karbondioksida saat mengeluarkan napas.

 Media eliminasi sisa metabolisme. Dengan air, sisa-sisa metabolisme dalam tubuh dikeluarkan melalui saluran kemih, saluran cerna, saluran napas dan kulit. (Ditriana Rahmianti)

Tetapi  AIR yang ditawarkan Yesus kepada perempuan Samaria itu memiliki pemahaman akan kehidupan yang kekal (bd. Yes 12:3). Untuk mendapatkan air hidup ini mungkin kita merasa sangat mudah,  hanya percaya Tuhan Yesus sebagai juru selamat . Teapi sanggupkah manusia  “meminumnya” (lih. Yoh 7:37) di tengah kehidupan dunia yang menawarkan berbagai kenikmatan semu.Tindakan minum air ini bukanlah hanya sesaat , namun dilakukan berkali-kali; yang berarti suatu tindakan yang berkesinambungan atau berulang-ulang. Ada tuntutan dan keharusan meminum AIR HIDUP agar kita mampu menjalani persekutuan sepanjang umur kita dengan sumbernya yaitu, Yesus Kristus sendiri.

Yang patut digaris bawahi, tidak seorang pun mampu meminum air hidup  apabila hubungannya terputus –putus dengan sumber itu. Orang-orang seperti itu akan menjadi, seperti yang dikatakan Petrus, “mata air yang kering” (2Pet 2:17).

Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.

Kisah tentang perempuan Samaria ini sungguh menarik. Ia dapat disebut sebagai wanita petualang cinta yang selalu haus dan mendambakan kepuasan juga kebahagian, sehingga ia selalu berganti-ganti suami. Pada saat bertemu dengan Yesus, wanita ini sedang tidak bersuami, namun hidup dengan laki-laki yang bukan suaminya, seperti kata Yesus, “…engkau sudah mempunyai lima suami dan yang sekarang ada padamu, bukanlah suamimu.” (Yohanes 4:18a). Ini menunjukkan bahwa wanita tersebut mengalami kegersangan dalam hidupnya.

Beruntung wanita Samaria tersebut bertemu dengan Yesus sumber ‘air hidup’ itu, yang bisa memberikan kepuasan sejati. Dengan cara-Nya yang luar biasa, Tuhan Yesus menyatakan siapa diriNya dan menegor kesalahan wanita itu. Dia juga menunjukkan jalan yang benar untuk mendapatkan kebahagian sejati, bukan kepuasan semu seperti yang ditawarkan dunia. Ini adalah kabar baik bagi setiap orang yang mendambakan kebahagian sejati.

Kepuasan dan kebahagiaan dicari dan dikejar oleh setiap orang yang ada di dunia ini. Berbagai cara ditempuh oleh dunia untuk mendapatkannya karena mereka beranggapan bahwa kebahagiaan itu ada di dalam harta benda dan materi.  Kebahagiaan dan kepuasan sejati hanya akan kita dapatkan di dalam Yesus “Air Kehidupan”!

Yesus  memperkenalkan dirinya sebagai Mesias.  Yesus bukan sekadar menjawab pertanyaan perempuan ini, namun ingin menunjukkan beberapa hal yang lebih penting dalam ibadah. Ada pertanyaan-pertanyaan yang jauh lebih penting daripada soal tempat. Prinsip-prinsip itu juga patut menjadi renungan kita semua.

 Jangan-jangan kita seperti orang-orang Samaria yang tidak mengenal Allah yang kita sembah? Semoga saja tidak. Kesempatan untuk lebih mengenal Dia melalui firman-Nya atau melalui pengalaman rohani kita harus kita pergunakan sebaik mungkin. Kita dapat hidup  lebih baik dan bersekutu dengan Tuhan bila kita secara rutin meminum air kehidupan itu.

Relasi banyak orang dengan Tuhan pun tidak jarang mengalami nasib yang sama. Dalam bacaan kita, orang Yahudi dan orang Samaria yang terperangkap dalam sudut pandangnya masing-masing terhadap Tuhan, menghasilkan dua cara berbeda dalam memercayai Allah dan dua pusat ibadah kepada-Nya. Mereka lupa bahwa Allah tak dapat diikat pada “tempat”. Dan pasti Allah tidak mungkin dipikat hanya dengan “cara” beribadah tertentu.

Jika kita meminum AIR KEHIDUPAN  yang ditawarkan –Nya maka ada Janji Tuhan berlimpah dengan hal-hal yang kekal, terus-menerus, tidak berkesudahan. Salah satunya janji Yesus dalam percakapan-Nya dengan perempuan Samaria. Yesus tidak menawarkan air sumur biasa, tetapi air “yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal” (ay. 14). Air ini tersedia bagi siapa saja yang haus dan menyambutnya dengan iman (bandingkan Yoh. 7:38). Air ini bakal memuaskan dahaga yang lebih dalam: dahaga akan persekutuan dengan Allah yang tidak dibatasi oleh tempat, tetapi mengalir di dalam roh dan kebenaran (ay. 21-24). Persekutuan yang tidak akan mengering, melainkan semakin kuat memancar dari hari ke hari. Saya bersyukur karena firman Tuhan tidak bergurau.

Berhentilah mencari dan mengejar kepuasan duniawi, tinggalkan kenajisan dan kecemaran! Mari kita datang kepada Tuhan Yesus. Dan jika kita mau meminum AIR KEHIDUPAN yang diberikan olehNya, maka kita tidak akan haus lagi, kita akan dipuaskan dan beroleh kelegaan, bahkan  AIR KEHIDUPAN  itu akan menjadi mata air di dalam diri kita yang terus menerus memancar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s