“Pemimpin yang gak waras”


“Pemimpin yang gak waras”
Pemimpin yang gak waras adalah mereka yang merasa bahwa semua hal adalah hak-hak mereka satu per satu. Meminta maaf dan memaafkan hanyalah ada pada cerita dongeng HC Anderson. Etika dan moralitas hanyalah ritual agama yang telah lapuk dan tak laku lagi. Emosi adalah guidance mereka. Show-off adalah kebanggan mereka. Berlaku biadab adalah kewajiban-kewajiban tiada henti.
Maka relasi pemimpin yang gak waras adalah RELASI HUTAN BELANTARA yang menghasilkan seorang pemimpin yang serba mengedepankan ego . Keputusan yang diambil diraskan adalah suatu kemenangan . Pemimpin yang gak waras merasa terdepan dengan keputusan-kebutusan yang “bodoh”…merasa terdepan dalam hal tak punya rasa malu dalam menipu, mereka akan sukses.
Dari relasi HUTAN BELANTARA ini pertemanan pun menjadi ‘pertemanan penuh intrik’. Konsepnya adalah: jika masih bisa dikibulin, kenapa harus dibaik-baikin? Jika masih buly kenapa gak dimanfaatkan , kenapa harus diperlakukan dengan baik?
Yang ga waras tak akan kebagian, karena jaman ini pemimpin telah berada di atas ambang gila. Dia beyond craziness. jaman ini lebih gila daripada sekedar gila.
PENGUMUMAN :

“Dibutuhkan seorang pemimpin dari pojok kampung” (Pemimpin sejati)
Kita butuh pemimpin yang sekedar waras saja. Pemimpin yang waras adalah dia yang lahir dari kewarasan ilmu pengetahuan dan moral. Yang lahir dari kewarasan takut akan Tuhan dan kebijaksanaan.
Pemimpin yang waras ini lahir dari orang yang menjadi pelaku Firman dan taku akan Tuhan bukan pengagum kuda-kuda besi yang hanya untuk menghantarkan sejuta langkahnya di “kampung-kampung yang haus”
Pemimpin yang waras terlahir di pojokan kampung sambil “merenungkan Firman Tuhan siang dan malam.” Dia tak ikut dalam kehebohan politik yang menciptakan politisi-politisi hamba jaman dan modernitas yang mulutnya menganga berharap disumpal segepok UUD (ujung-ujungnya duit). Karena Tuhannya pemimpin gak waras adalah uang dan peluang, maka dia tak menuhankan mereka. Tuhannya orang waras adalah Tuhan Yang Menciptakan langit dan bumi. Sehingga ketika dia berada di bumi-Nya, dia memakmurkannya. Menjadikan para penghuninya saudara-saudara yang harus dilindungi dan dicintai.

Ketika orang kampung/ orang waras ini menjadi pemimpin, dia memimpin dengan hati. Hatinya berbicara sebelum mulutnya. Hatinya melihat sebelum matanya. Hatinya menangis dalam kesendirian. Hatinya blusukan di seluruh pelosok negri, memeluk kemanusiaan dan persaudaraan. Matanya menutup rapat oleh dosa-dosa modernitas.
Pemimpin ini tak mungkin terlahir dari rahim pejabat-pejabat busuk. Pemimpin seperti ini tak mungkin dagingnya tumbuh dari makanan-makanan haram . Pemimpin seperti ini tak pandai mengumbar janji dan jargon-jargon . Dia adalah pekerja keras.
Walhasil, pemimpin yang waras akan membawa gereja ini keluar dari kegilaan . Modernitas yang diambil hanyalah kemajuan dan kesejahteraan, bukan kegilaannya.
Pertanyaannya adalah: adakah calon pemimpin yang seperti ini?

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s