Minggu 8 Juni 2014–Yoel 2: 28-32


2:28 “Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku  ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat  ;  orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi,  teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan. 2:29 Juga ke atas hamba-hambamu  laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari  itu. 2:30 Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di langit  dan di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap. 2:31 Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari TUHAN  yang hebat dan dahsyat itu. 2:32 Dan barangsiapa yang berseru kepada nama TUHAN  akan diselamatkan,  sebab di gunung Sion  dan di Yerusalem akan ada keselamatan,  seperti yang telah difirmankan TUHAN; dan setiap orang yang dipanggil  TUHAN akan termasuk orang-orang yang terlepas. ”

Ada suatu prinsip teologis yang mendasar bahwa pencurahan Roh Kudus ke atas semua manusia adalah anugerah-Nya dalam kehidupan umatnya…Tuhan adalah sang Deliver. Dia mendeliveri “SUPLEMEN” (Roh-Nya) yang tiada bandingnya di dalam dunia ini. “SUPLEMEN” yang di berikan oleh-Nya seharusnya membuat anak-anak-Nya mampu bernubuat, mendapat mimpi,  mendapat penglihatan-penglihatan dan pendeliverian “SUPLEMEN” (Pencurahan Roh-Nya) akan dilakukan setiap hari.

Ada destinasi (objek) bahwa pencurahan Roh Kudus adalah agenda yang universal dan eksentif/ensiklopedis dalam hal eskatologi (karya keselamatan). Oleh karena itu dengan pencurahan Roh Kudus atas umatnya itu menandakan Allah bertanggun jawab dengan janjinya bahwa Dia tidak membiarkan begitu saja anak-anaknya bahkan Dia tidak STOP bekerja dan berkarya lewat umat-Nya. Janji itu digenapi tepat pada peristiwa Pentakosta (Kis 2:1-13). Para murid diberikan karunia yang luar biasa (ajaib) untuk bersaksi dalam berbagai bahasa. Di saat itulah Karya keselamatan Injil Kristus menyebar di berbagai bangsa. (Sebagai pembanding baca Kis. 8:29, Kis 10, Kis 11:28…dan masih banyak lagi cerita pengaruh pencurahan Roh Kudus.

Di saat sekarang, Apakah Roh Kudus masih berdiam dan berperan dalam kehidupan umatnya sebagai gereja ? Apakah umat-Nya masih menempatkan Roh Kudus di tembat yang paling kudus? Sudahkan kita sebagai pelayan atau saksi-saksi-Nya memaksimalkan perlengkapan yang diberikan Roh itu guna tugas bersaksi, bersekutu dan melayani? Ataukah kita masih merasa gamang atau khawatir dan tidak merasa ada penyertaan Roh Kudus?

2:28 jelasjelas dikatakan; bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat ; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan. 2:29 Juga ke atas hamba-hambamu laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari.

Atau peran Roh Kudus hanya tinggal 10%/20%, Atau bahkan peran Roh Kudus hanya dikantongin bahkan “ditendang “ dalam kehidupan keseharian dan bergereja? Kalau kita orang beriman , kita pasti menempatkan Roh Kudus di garis depan pelayanan kita, tetapi mungkin yang jadi masalah adalah kita tidak dipenuhi oleh Roh Kudus itu. Ingat bahwa dipenuhi Roh Kudus bukan sebuah kondisi persisten atau stabil,  dengan kata lain dapat berubah. Oleh sebab itu kita harus berusaha keras untuk senantiasa melibatkan peranan Roh Kudus dalam aktifitas sebagai orang percaya dan kehidupan pelayanan. Nah pertanyaan-Nya gimana caranya dipenuhi Roh Kudus? Hehehe, belajarlah menghargai bahwa Tuhan memberi akal dan pikiran kita untuk berpikir…ingat ada “SUPLEMEN” yang hidup dan berdiam dalam diri kita.

Hahaha, edisi becanda.com. Bagaimana caranya dipenuhi Roh Kudus ? ingat bae-bae !, Roh Kudus turun atas para murid ketika mereka sedang bersekutu. Berarti bersekutu itu sangat penting. Roh Kudus dicurahkan kepada mereka yang senantiasa bersekutu memuji dan memuliakan Tuhan, tentunya yang paling utama jika kita menanggalkan dosa dan membiarkan hidup kita dipimpin Roh Kudus.

Apa pun yang terjadi jangan takut karena seperti mana disebutkan dalam ayat 32 bahwa jika kita berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan.

“Karena itu kita harus menyadari; sering dalam hidup pelayanan kita lebih mementingkan diri sendiri yang pada akhirnya tak menyadari bahwa kepentingan itu menjadikan diri kita sebagai  perampok-perampok rohani …, akhirnya  kita nggak mikir dan cuek terhadap keberadaan Roh Kudus “

Roh Kudus tidak suka tempat Dia berdiam selalu dikotorin…Ingat !, tubuh kita adalah BAIT SUCINYA…jangan melacurkan diri kita.

I Korintus 6:19-20

6:19 Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait   Roh Kudus   yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, –dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?   6:20 Sebab kamu telah dibeli dan harganya   telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu! 

images

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s