Minggu 15 Juni 2014=> Mazmur 29:1-6 MUliakanlah Tuhan


Muliakanlah Tuhan

 

29:1 Mazmur Daud. Kepada TUHAN, hai penghuni sorgawi, kepada TUHAN sajalah kemuliaan dan kekuatan!
29:2 Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, sujudlah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan!
29:3 Suara TUHAN di atas air, Allah yang mulia mengguntur, TUHAN di atas air yang besar.
29:4 Suara TUHAN penuh kekuatan, suara TUHAN penuh semarak.
29:5 Suara TUHAN mematahkan pohon aras, bahkan, TUHAN menumbangkan pohon aras Libanon.
29:6 Ia membuat gunung Libanon melompat-lompat seperti anak lembu, dan gunung Siryon seperti anak banteng.

Muliakanlah berasal dari kata dasar mulia , yang artinya: adiluhung, agung, akbar, bersemarak,kudus,luhur, mahardika dan masih banyak lagi sinonim kata mulia.

Mazmur Daud ini memuliakan Tuhan yang “menampakkan” kekuasaan-Nya lewat badai/taufan yang dilukiskan secara personifikasi; suara-Nya seperti guntur menggelegar, penuh semarak yang mematahkan pohon aras bahkan menumbangkan pohon aras libanon yang sangat kuat dan Ia membuat gunung Libanon melompat-lombat seperti anak Lembu, dan gunung Siryon seperti anak banteng.
Melalui mazmur ini Daud memuliakan dan memberi rasa hormat , mazmur ini menunjukkan bukti kemuliaan Tuhan . Aksen dan ritme dengan frasa-frasa yang menceritakan keadiluhungan Tuhan dan di dalamnya ada pengakuan kesejatian Tuhan.

Syair ini juga mengajak panggilan untuk beribadah. Sujud kepada-Nya. Bahkan seluruh penghuni surgawi didorong untuk berilah kepada Tuhan kemuliaan-Nya dengan berhiaskan kekudusan

Kita memuliakan Tuhan, karena kita diciptakan untuk kemuliaan-Nya (Yes. 43:7), dan firman-Nya mengajarkan agar kita hidup untuk memuliakan-Nya (Rm. 11:36; 1 Kor. 10:31).

Tuhan adala person yang mulia karena itu Dia layak dimuliakan. Memuliakan Tuhan yang mulia harus dilakukan dengan hidup kudus tanpa cela. Ini berarti ada tuntutan proses pembaharuan total yang membentuk dan merubah hidup kita dan tidak memberi ruangan sedikitpun pada kedagingan kita yang berbentuk ;

– arketip/patron intelek kita
– afeksi/batin kita
– integritas kita
– visi hidup kita
– dan kesaksian hidup kita

Semuaanya harus lurus/berarah pada Tuhan tidak ada tikungan karena semuanya akan menjadi cermin di lingkungan sekitar kita . Jadi kita dapat memuliakan Tuhan; datang ke hadirat-Nya, menjalin hubungan yang super spesial dengan-Nya, dan mengkontemplasikan kemuliaan-Nya selama hidup kita di dunia.

Yang harus kita ingat, memuliakan Tuhan mencakup bagaimana kita berbagi hidup pada mereka yang menderita tanpa pandang bulu dan dalam bentuk “revolusi mental”…memberi kekuatan bagi mereka yang lemah, putus asa dan menderita. Itulah makna memuliakan Tuhan, adalah suatu aksi nyata dalam wujud belas kasih , dan menjadi berkat bagi banyak orang. Dengan demikian hidup kita akan selau dan selalu memuliakan Allah.

images

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s