Bersukacita dalam Penderitaan-(1Petr. 4:12-19) Rabu 18 Juni 2014


“Sengsara Membawa Nikmat”

4:12 Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan 1 q yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu. 4:13 Sebaliknya, bersukacitalah, r sesuai dengan bagian yang kamu dapat 2 dalam penderitaan Kristus, s supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan t kemuliaan-Nya. 4:14 Berbahagialah kamu, u jika kamu dinista karena nama Kristus, v sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah 3 ada padamu. 4:15 Janganlah ada di antara kamu yang harus menderita sebagai pembunuh atau pencuri atau penjahat, atau pengacau. 4:16 Tetapi, jika ia menderita sebagai orang Kristen, maka janganlah ia malu, melainkan hendaklah ia memuliakan Allah dalam nama Kristus w itu. 4:17 Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada rumah Allah x sendiri yang harus pertama-tama dihakimi 4 . Dan jika penghakiman itu dimulai pada kita, bagaimanakah kesudahannya dengan mereka yang tidak percaya pada Injil Allah? y 4:18 Dan jika orang benar hampir-hampir tidak diselamatkan, apakah yang akan terjadi dengan orang fasik dan orang berdosa? z 4:19 Karena itu baiklah juga mereka yang harus menderita karena kehendak a Allah, menyerahkan jiwanya, dengan selalu berbuat baik, kepada Pencipta yang setia.

Kita pasti pernah mendengar peribahasa “Sengsara Membawa Nikmat “
artinya: Mereka yang awalnya hidup penuh penderitaan lalu bangkit meninggalkan penderitaan mereka karena perjuangannya untuk tidak berserah diri dan ada keyakinan kebahagiaan akan datang jika mereka mampu megalahkannya. Karena penderitaan, jika diterima dengan kerendahan hati, dapat memberikan arahan dan disiplin yang menuntun pada hidup yang lebih baik. Lebih baik “sengsara membawa nikmat” dari pada nikmat membawa sengsara. Ada juga peribahasa yang mirip…”bersakit-sakit dahulu untuk bersenag-senang kemudian”

Banyak diantara kita tak menyadari permasalahan terbesar yang kita miliki adalah berat hati untuk menjalankan penderitaan sebelum mendapatkan kenikmatan. Banyak diantara kita berpikir dan rasanya sulit menerima pemahaman “bersukacitalah dalam penderitaan” dan Ay. 14 … Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus,...ini artinya Tuhan tidak pernah mengajarkan kita lari dari penderitaan , tetapi Ia mengajarkan untuk menghadapinya dengan gembira dan sukacita…mengapa ? karena ada Roh kemuliaan dalam diri orang percaya…

Banyak diantara kita ketika dihadapkan penderitaan mudah putus asa, marah dan terkadang merasa diri kita tidak layak menerima penderitaan ini, itu adalah reaksi spontan…Banyak diantara kita yang merasa rajin beribadah takut melihat penderitaan karena di balik penderitaan mereka merasa ada kepahitan yang menanti. Harus kita akui Sebagai orang percaya jarang kita bersukacita ketika melihat penderitaan sekalipun di baliknya akan kita jumpai pengalaman-pengalaman yang luar biasa bersama Tuhan lewat pengetahuan kita akan Firman Tuhan…Sampai kita lupa bahwa Roh Kudus yang ada dalam diri kita adalah Roh Penghibur…Seharusnya ada suatu keyakinan/iman percaya bahwa adanya penderitaan akan membuat kita lebih dekat/bersekutu dengan Tuhan…di saat itulah Tuhan akan mengangkat penderitaan kita (dibutuhkan iman sebesar biji sesawi)

Banyak orang Kristen menderita justru karena kesalahannya sendiri, bukan karena mengambil bagian dalam penderitaan Kristus. Adalah suatu kebanggan buat Tuhan jika kita menderita oleh karena-Nya, tidak perlu malu, tetapi Dia tidak ingin jika kita menderita sebagai pembunuh, pencuri, penjahat , atau pengacau.

Kita harus bersyukur Yang terjadi di negara kita seperti penutupan rumah ibadah dengan tindakan anarkis…masih belum ada apa-apanya jika dibandingkan dengan rang-orang kristen pada masa pemerintahan Roma , banyak orang kristen yang dihukum dengan cara dibakar hidup-hidup/ “nyala api siksaan” hanya sekedar untuk menimbulkan efek jera agar mereka menanggalkan iman mereka. Tetapi itulah “harga yang harus dibayar”…sebagaimana Kristus yang mengorbankan nyawa-Nya untuk kita…( Ngeri-ngeri sedap)

“Banyak orang kristen yang hidup seperti burung unta yang menyembunyikan kepalanya di dalam pasir dan tidak pernah berani menghadapi kenyataan.”

Hidup kekristenan seperti halnya lomba lari dimana kita harus memelihara iman sampai akhir. Hidup ini penuh perjuangan, banyak hal yang diperhadapkan kepada kita baik tantangan, hambatan, godaan, tawaran dunia yang semu yang pada akhirnya semua itu sama sekali tidak dapat memberikan jaminan yang kekal. Jaminan hidup kekal ada di dalam iman pada Yesus Kristus.

Jalan yang baik dapat diperoleh dengan “Berjuanglah” untuk mengalahkan segala penderitaan yang dapat menjauhkan Anda dari-Nya … orang yg tidak berjuang adalah orang mati karna mereka tidak melakukan apapun dan tidak punya pilihan. Orang sakit pun berjuang karna memilih bertahan hidup melawan penyakitnya…anak-anak jalanan pun berjuang karena mereka yakin masih ada harapan untuk hidup pada hari esok.

Salah satu pengikut Yesus Kristus berkata seperti ini: “Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa, kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa.” Kenyataan memberitahu kita bahwa kita akan mengalami masalah-masalah dalam kehidupan. Bagaimanapun, jika kita menjalaninya sambil mengenal Tuhan, kita dapat bereaksi terhadap masalah itu dengan cara pandang yang berbeda dan dengan kekuatan yang bukan dari diri kita.

Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia. (Yakobus 1:12)

Jika diantara kita ada beban yang berat/penderitaan jangan putus asa karena Roh kemuliaan-Nya memberi kita kesempatan untuk lebih lagi berskutu dengan-Nya…tempuhlah penderitaan Hari ini dengan kerelaan karena Roh penghibur akan membebaskan beban dan penderitaan menjadi berkat.

Firman Tuhan berkata “TUHAN itu baik; Ia adalah tempat pengungsian pada waktu kesusahan; Ia mengenal orang-orang yang berlindung kepada-Nya.”Dan, “TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan. Ia melakukan kehendak orang-orang yang takut akan Dia, mendengarkan teriak mereka minta tolong dan menyelamatkan mereka.”
Jika Anda ingin memperoleh kekuatan , keluar danberjuanglah dari area penderitaan tersebut dan carilah area yang selalu berpikir positif dan membantu Anda berjuang untuk mendapatkan kekuatan yang dianugerahkan Tuhan pada Anda.

Mari jalani hidup ini dengan sebuah tindakan nyata, jangan mengeluh saja. Karena aksi Anda sangat bernilai daripada keluhan Anda. Karena dalam kelemahan Anda justru anda kuat.

Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku
Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat (2 kor 12 : 9-10)

“Jika Anda sedang bergumul dalam penderitaan bertahanlah,berusahalah. Penderitaan tidak dapat mengalahkan iman Anda walaupun hanya sebesar biji sesawi. Setialah dalam penderitaan Anda untuk selalu hidup benar di jalan Tuhan karena itu lebih berharga daripada kenikmatan yang semu. Keberanian dalam melawan penderitaan tidak dapat dibeli”. Martha Belawati

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s