Rabu 25 Juni 14=> 3 Yoh 1:9-12


3 Yoh 1:9-12
1:9
Aku telah menulis sedikit kepada jemaat, tetapi Diotrefes yang ingin menjadi orang terkemuka di antara mereka, tidak mau mengakui kami.
1:10
Karena itu, apabila aku datang, aku akan meminta perhatian atas segala perbuatan yang telah dilakukannya, sebab ia meleter melontarkan kata-kata yang kasar terhadap kami; dan belum merasa puas dengan itu, ia sendiri bukan saja tidak mau menerima saudara-saudara yang datang, tetapi juga mencegah orang-orang, yang mau menerima mereka dan mengucilkan orang-orang itu dari jemaat.
1:11
Saudaraku yang kekasih, janganlah meniru yang jahat, melainkan yang baik. Barangsiapa berbuat baik, ia berasal dari Allah, tetapi barangsiapa berbuat jahat, ia tidak pernah melihat Allah.
1:12
Tentang Demetrius semua orang memberi kesaksian yang baik, malah kebenaran sendiri memberi kesaksian yang demikian. Dan kami juga memberi kesaksian yang baik tentang dia, dan engkau tahu, bahwa kesaksian kami adalah benar.

Hamba adalah abdi; budak belian. Hamba adalah seorang pengerja, Ia melakukan pekerjaannya bagi kepentingan orang lain orang lain. Dalam Alkitab seorang hamba adalah utusan Allah, memiliki kuasa dari Allah, dan tentunya kuasa untuk mentransformasi sesuatu yang melenceng…banyak sekali arti hamba dalam Alkitab

Kita sudah sering mendengar dan membaca tentang perumpamaan yang disampaikan Tuhan Yesus ini, perumpamaan tentang seorang hamba yang setia dan seorang hamba yang jahat, dan masih banyak perumpamaan yang lainnya.

Di mata “manusia duniawi” menjadi seorang hamba/abdi bukanlah pekerjaan yang dicita-citakan, Suatu pekerjaan yang mungkin memiliki rating terendah…Karena banyak orang memilih ingin menjadi BOS… Bahkan pekerjaan sebagai seorang hamba adalah pilihan yang terakhir oleh karena kegagalan atau frustasi tidak bisa jadi . Ada yang melakukannya sebagai profesi, tetapi pada umumnya orang tidak suka melayani orang lain, mereka lebih suka dilayani.

Sifat yang sudah kodrati dalam diri manusia yang lebih tertarik untuk dilayani daripada untuk melayani, Namun orang Kristen diutus untuk menjadi hambanya Allah seturut dengan kehendak-Nya. Jika kita adalah hamba, maka kita harus memiliki hati seorang hamba, hati yang sungguh mau melayani Tuhan dan sesama. Seorang pelayan yang sejati akan memberi diri untuk melayani. Mereka mengikut Tuhan bukan untuk memperoleh keuntungan pribadi atau kedudukan tertentu, seperti Yakobus dan Yohanes ditegur oleh Tuhan karena permintaan yang salah (Mrk. 10:35-38). “…barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya. Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani….” (Mrk.10:44-45). Inilah konsep pelayanan sejati yaitu menyenangkan hati –Nya, memiliki kerendahan hati.

Hamba yang benar melayani bukan untuk mencari pujian yang sia-sia, bukan untuk memamerkan diri supaya orang lain tahu mereka hebat seperti yasng terjadi dalam diri seorang Diotrefes yang ingin menjadi hamba Tuhan yang terkemuka di dalam pelayanannya. Dia beranggapan dirinya lebih hebat dan mapu daripada rekan sepelayanannya. sebab ia meleter melontarkan kata-kata yang kasar terhadap kami; dan belum merasa puas dengan itu, ia sendiri bukan saja tidak mau menerima saudara-saudara yang datang, tetapi juga mencegah orang-orang, yang mau menerima mereka dan mengucilkan orang-orang itu dari jemaat.Hamba yang baik menunjukkan dua karakteristik yang penting : kesetiaan dan kebijaksanaan, mengatakan benar adalah benar dan jika salah adalah salah.

Hamba yang jahat, pada awal dipilih oleh tuannya kelihatannya baik, sehingga Tuannya mempercayainya. Tetapi sifat manusia mudah terperdaya oleh dirinya sendiri (ego)

Bukankah di dalam bergereja juga terjadi hal seperti itu , banyak Diotrefes-Diotrefes. Merasa lebih hebat dan lebih pintar dari rekan-rekan sepelayanan, super sok tau, kalau kemauannya nggak diikuti marah, seolah pelayanannya untuk kepentingan orang lain mengatasnamakan pelayanan… Munafik!

Banyak Diotrefes dalam gereja menjadi hamba hanya untuk , berusaha menunjukkan seolah betapa pedulinya mereka pada kehidupan pelayanan. Mereka merendahkan diri dengan cara seperti itu untuk menghapus bayangan diri yang arogan, egois, makan puji, dan sebagainya.

Merasa mampu dan pintar seringkali menjadi tembok yang menghalangi diri kita sebagai hamba-Nya. Permasahan utamanya utamanya ialah karena kita pura-pura “bodoh” , menutup hati kita untuk mengerti siapa diri kita di hadapan Kristus. Kita gengsi dengan predikat kita, bahwa kita sebagai “jongos” atau budak Kristus dan sesama kita. Pertobatan kita untuk menjadi pengikut Kristus adalah saat kita mulai menjalani perbudakan/perhambaan baru.

Membangun Motivasi pelayanan menuntut banyak interaksi dalam keragaman dan perbedaan dari perilaku, persepsi, harapan, kebutuhan, dan logika berpikir manusia. Hal ini menimbulkan tantangan yang sangat besar untuk menghasilkan pelayanan yang konsisten. Untuk membangun motivasi pelayanan kita didorong untuk menjadi kreatif dan mampu muncul dengan solusi sendiri tanpa mengabaikan prinsip dan standar pelayanan Alkitabiah.

Marilah, kita belajar bagaimana menjadi hamba yang baik. Firman Allah berkata di dalam Kristus hidup kita telah dibeli dengan harga yang mahal dan lunas dibayar oleh Kristus (1 Kor 6:20; 1 Petr.1:18,19). Jadi hidup Anda bukan milik Anda lagi melainkan milik Tuhan Yesus.
Semua anak Tuhan adalah “HAMBA” Tuhan. Jadi anda harus hidup sebagai seorang hamba – bekerja dan melayani Tuhan sesuai dengan kapasitas anda. Dan Tunduk pada otoritas-Nya. Kita bukan hamba Tuhan yang “Freelance”.

“Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah.

Kehidupan para hamba Tuhan memerlukan “transformasi karakter” ; yang bukan Cuma seseorang yang berprilaku seperti KRISTUS secara eksternal ( kelihatan luarnya saja ), Transformasi karakter adalah seseorang yang mengalami perubahan “ pembentukan hati seorang hamba yang sejati “, maka cermin hidupnya dengan sendirinya akan berubah , itulah Transformasi yang menghasilkan karakter KRISTUS !

 

 

 

 

 

Iklan

Satu pemikiran pada “Rabu 25 Juni 14=> 3 Yoh 1:9-12

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s