Teknologi Informasi & kepemimpinan GPIB 2015-2020


ti 2

Perkembangan umat manusia dewasa ini mengalami laju yang begitu cepat di tengah arus globalisasi dengan dunia informasinya dan sejalan dengan meningkatnya pembangunan manusia Indonesia seutuhnya. Begitu juga yang terjadi di kalangan orang kristen dan kaum beragama lainnya . Untuk tujuan itu pemerintahpun telah mencurahkan perhatian pada pembanguan spiritual termasuk pembinaan hidup beragama.

Umat kristen /gereja di Indonesia semakin meningkat jumlah dan mobilitasnya. Tuntutan pelayanannya baik yang bersifat administratif, maupun layanan rohani seperti dialog, konsultasi, dan informasi sangat diperlukan.

GPIB sebagai salah satu organisasi kristen yang besar dan luas wilayah pelayanannya tidak dapat membatasi pergeseran umatnya. GPIB sebagai lembaga harus bisa memberikan layanan yang terbaik kepada mereka, sehingga mereka selalu merasakan sapaan Allah. GPIB harus suseptibel (responsif) , arif dan bijaksana untuk memanfaatkan teknologi ini, jika tidak GPIB akan ketinggalan dengan organisasi gereja di Indonesia yang sudah berkembang.
Teknologi Informasi

Dihadapkan pada perkembangan teknologi (TI) , tentu GPIB membutuhkan SDM dan pemanfaatan perangkat teknologi informasi (TI) yang sudah tersedia tetapi sangat minim dimaksimalkan. Semua itu dimanfaatkan untuk menjawab laju pesat perkembangan umat yang memiliki spirit terhadap teknologi. Banyak umat yang sudah familiar dengan teknologi informasi yang semakin mudah digunakan dan harga yang murah walaupun belum semuanya memiliki. Para stakeholder GPIB harusnya berkawan karib dengan teknologi informasi agar dapat menyapa dan melayani umatnya.

ti 1

http://www.gpib.org

GPIB sudah memiliki website resmi—www.gpib.org. Situs ini tentunya bertujuan memberikan pelayanan terpadu yang berupa data, informasi, dll kepada jemaat di seluruh wilayah pelayanan GPIB melalui pemanfaatan kemajuan teknologi. Penulis berharap dalam perkembangannya portal resmi ini menjadi sarana koordinasi terdepan dalam pemanfaatan kemajuan khususnya internet yang mampu memberikan informasi kepada umatnya mengenai perkembangan GPIB. Gereja-gereja dalam jajaran GPIB sudah banyak yang memeliki website dan media-media sosial seperti facebook , tweeter dan media-media sosial yang lain. Itu semua dilakkukan karena tuntutan jaman dan ingin memperoleh informasi cepat guna menunjang pelayanan.

http://www.gpib.org harus tampil dengan wajah baru yang lebih informatif, aktual lebih elegan dengan jumlah data dan informasi yang lebih lengkap. Beragam fitur yang disajikan harus disesuaikan dengan perkembangan dunia informasi.
Fasilitas-fasilitas itu dapat pula digunakan untuk memberikan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat, khususnya generasi muda agar dapat mengikuti perkembangan dunia. Dengan demikian, kehadiran gereja dan kegiatan misi memberi arti secara praksis bagi masyarakat.

Kepemimpinan GPIB ke-20 periode 2015-2020
Oleh karena itu, gereja harus cepat berinisiatif dalam menggunakan teknologi sebelum penyalahgunaan teknologi merajalela dan merusak kehidupan iman. Gelombang teknologi ini terus bergulir tanpa dapat menghentikannya. Sementara itu, umat semakin tertarik, karena mereka makin dimanja dengan berbagai fitur yang ada.

Penulis yakin jika website tersebut jika ditangani dengan baik pasti rasa ingin tau jemaat yang “melek” informasi akan tersalurkan . Terbukti gereja-gereja yang memeliki ruang virtual banyak diakses jemaat dengan beragam cara. Namun dalam pelaksanaannya GPIB tidak maksimal melaksanakannya dan harus diakui para stakeholder GPIB kurang mampu menjawab dan memberikan pemecahan masalah jemaat dikarenakan kurang tersedianya SDM yang ahli di bidang tersebut. Punya website tersendiri namun tidak mengupdate data sehingga website tersebut terkesan “mati suri” dan tidak dinamis.

Sebenarnya GPIB yang memiliki fitur-fitur yang ada di webnya termasuk forum jemaat harus dirancang, diantaranya media interaksi dan informasi antara GPIB sebagai lembaga dan jemaatnya lebih diintensifkan lagi. Harapan penulis GPIB lembaga memuat informasi dan data yang dibutuhkan warga dalam aktifitasnya sehari-hari di kantor Majelis Sinode dan ada pemuktahiran atau update data yang akurat dan cepat dapat dilakukan secara berkesinambungan dan berbagai data yang terkait dengan aktifitas gereja-gereja GPIB agar tumbuhnya kepercayaan jemaat terhadap website gpib.org GPIB sebagai lembaga seharusnya menjadi referensi terpercaya dalam mencari data dan informasi .

Sarana-sarana TI dapat digunakan untuk meneguhkan umat dalam menghadapi kehidupannya. Gereja dapat memberikan renungan, menyajikan kesaksian-kesaksian yang meneguhkan umat. Umat yang tersapa tentu akan mendapatkan semangat yang menyala-nyala dan harapan baru untuk melangkah maju ke depan.

Selain itu, melalui sarana-sarana TI, gereja dapat membangun dialog lintas agama dan komunikasi yang lebih hangat . Harapannya kehadiran gereja makin dapat diterima dan dipahami oleh masyarakat.

Untuk kepemimpinan ke depan pemimpin GPIB harus “melek” Informasi guna menigkatkan fasilitas untuk pelayanan warga gereja, berusaha memberikan solusi untuk berbagai macam permasalahan baik yang dapat diselesaikan secara cepat maupun jangka panjang dan dapat memetakan berbagai hal yang terkait dengan kondisi di wilayah-wilayah pelayan GPIB.
GPIB sebagai lembaga harus mengoperasikan TI yang menyangkut eskalasi SDM. Contoh sistem Informasi yang dapat GPIB terapkan adalah:
1. Sistem Informasi Kepegawaian
a. Rekrutmen dan Seleksi
b. Adminsitrasi Kepegawaian
c. Pendidikan
d. Kepangkatan
e. Jabatan
f. Penggajian
g. Laporan keuangan (transparansi)
h. dan lainya
2. e-Recruitment => penerimaan calon pegawai (calon pendeta)
3. e-learning=> Kompetensi pegawai (pendeta) di bidang pendidikan
4. SIE (Sistem Informasi Eksekutif)=> Data Pegawai (pendeta)
5. Kepejabatan
6. Laporan keuangan (Transparansi)
7. Aset-aset GPIB

(inspirasi & copas dari Teknologi pemprov DKI)

Kepemimpinan 2015-2020=> Penulis Mengharapkan

Kepemimpinan 2015-2020 Organisasi GPIB memiliki tanggung jawab. Mereka harus membuat terobosan dalam dunia informasi agar GPIB tidak ketinggalan dengan lembaga gereja lainnya. SDM dunia informasi harus direkrut untuk membangun Teknologi Informasi dalam ruang GPIB agar mempermudah memberi pelayanan data dan informasi guna mewujudkan misi bersama. Untuk kepemimpinan yang akan datang penulis mengharapkan

http://www.gpib.org Sebagai portal resmi GPIB hendaknya memberikan pelayanan data dan informasi kepada jemaat guna mewujudkan misi bersama dan itu harus dilakukan secara tepat dan akurat, pelayan yang sempurna melalui Teknologi Iinformasi dan komunikasi. Membangun. Membangun prasarana portal yang terkonsolidasi/terpadu dengan perangkat teknologi lainnya. Untuk bertukar informasi berupa penyampaian aspirasi, kritikan, masukan, saran dan keluhan warga gereja. Fasilitas ini juga dapat digunakan sebagai sarana komunikasi sesama warga gereja untuk bertukar informasi kegiatan-kegiatan di berbagai wilayah pelayanan. http://www.gpib.org dapat didayagunakan oleh para stakeholder GPIB untuk mengolah data administrasi yang dikelolanya. Dapat pula digunakan untuk berkomunikasi baik secara pribadi maupun secara masal, sehingga dapat menjalankan tugas perutusan sebagai saksi Kristus .

Sumber:
@ diambil dari berbagai sumber dan terinspirasi dari Teknologi Informasi Pemprov DKI

 

One thought on “Teknologi Informasi & kepemimpinan GPIB 2015-2020

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s