Rabu 9 Juli 214—Mzm 48:7-9 BADAI KEHIDUPAN, “DIAM DAN TENANGLAH


Mazmur 48:7-9
7 Kegentaran menimpa mereka di sana; mereka kesakitan seperti perempuan yang hendak melahirkan.
8 Dengan angin timur Engkau memecahkan kapal-kapal Tarsis.
9 Seperti yang telah kita dengar, demikianlah juga kita lihat, di kota TUHAN semesta alam, di kota Allah kita; Allah menegakkannya untuk selama-lamanya. Sela

Pertanyaan-pertanyaan mereka yang mengalami penderitaan?
Banyak diantara orang-orang yang mengalami penderitaan baik materi atau sakit penyakit pasti selalu bertanya-tanya dalam hati:
Mengapa kita menderita jika Tuhan itu maha pengasih dan penyang ? ; Mengapa kita menderita jika Tuhan adalah gunung batuku, kota bentengku, tempat perlindunganku; Mengapa masih ada penderitaan jika Tuhan Yesus telah menebus kita lewat kematiaannya? ; Mengapa badai kehidupan menimbulkan kegentaran orang percaya; mereka kesakitan seperti perempuan yang hendak melahirkan ? (Ayt. 7)

Pertanyaan-pertanyaan di atas terjadi dikarenakan rasa frustasi karena penderitaan yang kita alami. Orang berimanpun dapat mengalami hal seperti itu jika derajat iman mereka turun saat mengalami penderitaan. Banyak orang kristen kehilangan “Iman sehat” dikala mengalami penderitaan.

Apa sih yang dikatakan penderitaan itu? Banyak orang menafsirkan penderitaan sebagai hal yang menghambatnya untuk meraih kebahagiaan. Semua kembali pada persepsi, bagaimana seseorang melihat penderitaan dalam hidupnya . Ada yang melihatnya sebagai sebuah tekanan dan menganggap hidupnya sudah hancur ketika penderitaan menimpa mereka. Ada yang justru melihatnya sebagai sebuah langkah menuju sesuatu yang lebih baik. Entah bagaimana kita melihat. Yang harus kita ingat penderitaan/masalah bukan akhir dari segalanya.

Manusia pada umumnya mengukur iman mereka melalui materi dan kesuksesan . Manusia sering tersanjung dengan kepandaian, kekuasaan, jabatan. Mereka terobsesi oleh kehebatan-kehebatan duniawi. Banyak orang yang memaknai dan menginterpretasikan kasih Allah itu sebagai kasih yang “Mesra/ramah”. Artinya sebuah kasih yang tidak menuntut, seolah sebuah kesalahan tidak akan mendapat hukuman.

Hidup di dalam Tuhan memang bagaikan kehidupan yang mengarungi badai. Banyak sekali saat-saat yang krusial mewarnai perjalanan kita disaat kita jatuh dalam dosa. Bahkan tidak jarang kita juga terhempas lunglai tak berdaya, penuh luka dan air mata. Tetapi Tuhan tidak pernah membiarkan dan meninggalkan kita jika kita berserah diri sepenuhnya dan yakinlah Tuhan ternyata tidak pernah meninggalkan kita.

Keberadaan kita di tengah badai itu adalah proses dari Tuhan untuk merevolusi mental dan menguji iman percaya bahwa  di dalam cara hidup ada cara berpikir, cara memandang masalah, cara merasa, mempercayai/meyakini, cara berperilaku dan bertindak sesuai dengan kehendak-Nya. Dengan revolusi mental kita akan mampu mengubah cara berpikir, cara memandang, cara berperilaku/bertindak juga dipengaruhi oleh hasrat yang benar akan iman percaya kita pada-Nya.

Dia maha kasih dan berkuasa serta berkarya di dalam segala situasi kehidupan kita. Revolusi mental dari-Nya adalah kekuatan bahkan kemenangan di dalam ketidakberdayaan kita. Dan pertanyaannya Apakah kita adalah utusan Kristus yang benar-benar taat mengerjakan apa yang Dia mau? Jika Ya, tidak masalah dengan semua badai yang melanda kita, sebab Dia Ada dan Dia sanggup mengatasi semua badai kehidupan kita. Tuhan itu memang kasih, tetapi kasihNya tidak meng-kompromi-kan dosa karena itu Dia merevolusi mental kita dalam “badai kehidupan”.

Tuhan itu maha kasih dan maha adil. Kasih-Nya merevolusi mental kita dalam badai penderitaan dan keadilannya adalah Ia akan menghukum setiap perbuatan kita yang salah tanpa kompromi.

Sejak ancaman bahaya telah disingkirkan Tuhan, maka kota Sion dipenuhi sukacita. Sion Surgawi adalah tempat yang Allah sediakan bagi orang yang percaya kepada-Nya. Inilah yang menjadi penghiburan dan kekuatan bagi orang percaya di dalam menghadapi pergumulan di dunia.

Akhirnya; Jangan gundah, tetaplah berpegang teguh pada harapan, Anda tidak akan dibiarkan berjalan sendiri.

“Write today’s worriers in sand . Chisel  yerterday’s victories in stone.” (Tulislah kekhawatiran hari in di pasir. Ukirlah kemenangan kemarin di atas sebuah batu) -Max lucado

” Jangan biarkan badai mengatur hidup Anda. Andalah yang harus berusaha mengatur kehidupan Anda sendiri dengan berharap pada-Nya”

“Jangan khawatir , Burung di udara bisa dipelihara, umat ciptaan-Nya pun akan dipelihara”

Lagu badai pasti berlalu semoga memberi inspirasi kita untuk mengenal kasih-Nya;

Badai Pasti Berlalu (Chrisye)

Awan hitam di hati yang sedang gelisah
daun-daun berguguran
satu satu jatuh ke pangkuan
kutenggelam sudah ke dalam dekapan
semusim yang lalu sebelum ku mencapai
langkahku yang jauh

kini semua bukan milikku
musim itu telah berlalu
matahari segera berganti

gelisah kumenanti tetes embun pagi
tak kuasa ku memandang dikau matahari

kini semua bukan milikku
musim itu telah berlalu                                                                                                                                                                                                         matahari segera berganti

badai pasti berlalu
badai pasti berlalu
badai pasti berlalu
badai pasti berlalu

Doa :
Tuhan Yesus yang baik, revolosi mental kami agar kami memahami kasih-Mu disetiap badai kehidupan yang kami alami ada Engkau yang selalu hadir dan menolong kami…Amin

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s