Rabu 16 Juli 2014—Amsal 13:16-18 Pribadi yang Berkualitas


13:16
Orang cerdik bertindak dengan pengetahuan, tetapi orang bebal membeberkan kebodohan.
13:17
Utusan orang fasik menjerumuskan orang ke dalam celaka, tetapi duta yang setia mendatangkan kesembuhan.
13:18
Kemiskinan dan cemooh menimpa orang yang mengabaikan didikan, tetapi siapa mengindahkan teguran, ia dihormati.

Di setiap permasalahan yang dihadapi sering orang yang cerdik dan berpengetahuan terkadang menjadi rendah diri, putus asa, tidak berdaya, dan tak berharga. Ketika Anda mebuka renungan ini, saya hanya ingin mengatakan bahwa semua yang Anda rasakan itu salah. Jangan rasuki ruang di pikiran Anda dan emosi Anda dengan hal-hal yang melemahkan. Jika itu terjadi, Anda adalah orang bebal yang membeberkan kebodohan (16). Percaya dan yakinlah Tuhan tetap menganggap Anda sekalian bernilai dan penting.

“Don’t waste a minute not being happy, if one door closes, run to the next door” –(Jangan sia-siakan setiap menit dengan menjadi tidak gembira. Jika satu pintu tertutup, larilah ke pintu selanjutnya) …Tuhan akan menyiapkan sebuah rencana dan kesempatan yang jauh lebih baik. Hiduplah dengan berpegang pada harapan positif yang Anda sekalian bangun dengan berharapan hanya padanya. Berilah rasa dan warna dalam hidup ini lewat tindakan kita dengan memaksimalkan potensi dalam pribadi yang berkualitas.
Anak-terang yang dibaharui oleh-Nya adalah anak-anak cerdas dan berpengetahuan jika kita memahami rencana Tuhan. Karena bukan rencana kita yang bekerja melainkan rencana Dia-lah yang bekerja dalam hidup kita sekalian. Jika tidak kita akan menjadi orang-orang bebal yang mebeberkan kebodohan.

Disaat kita jatuh dalam masalah, jangan kita datang pada utusan utusan orang fasik. Orang fasik adalah meeka yang tidak taat pada Tuhan. Mereka menjerumuskan ke dalam celaka…tetapi duta yang setia mendatangkan kesembuhan (17). Ketaatan akan Firman Tuhan berbuah kebaikan dan menyerahkan diri kita dibentuk dan dirancang akan menghasilkan diri kita sebagai orang berkualitas.

Dalam Amsal ada tertulis “Siapa meremehkan firman, ia akan menanggung akibatnya, tetapi siapa taat kepada perintah, akan menerima balasan.”

Gereja sangat perlu jemaat yang berkualitas karena banyak utusan utusan orang fasik yang mempengaruhi hidup setiap manusia. Jika jemaat tidak berkualitas gereja mudah disusupi dan terjebak oleh tipu daya orang-orang fasik yang adalah penipu dan mereka adalah pembujuk bahkan perayu ulung.

Tidak perlu jauh mata memandang, di sekitar kita dalam kampanye pilpres kita telah melihat dan membaca berita di media-media sosial yang menghujat, memfitnah, menipu demi mencapai kemenangan. Berita tentang kekerasan, narkoba, seks bebas, kasus bunuh diri, kriminalitas dan sebagainya bahkan tidak ada habisnya sampai kita menutup mata. Bukankah ini menunjukan betapa rendahnya kualitas dan moral manusia fasik?

Di dalam persekutuan gereja banyak jemaat yang dirinya telah disusupi “roh kefasikan” mereka berbicara kebaikan, keburukan, menghakimi, seolah penuh integritas,pandai berbicara, berkotbah dan penampilannya membuat jemaat yang “lugu” terpesona. Namaun yang mereka perbuat hanya sandiwara/ sebatas fisik. Mereka terlihat seolah mengerti agama tetapi sebenarnya perilaku mereka sama sekali tidak mencerminkan apa yang mereka ketahui . Banyak orang bergereja hanya formalitas.

“Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.” (Matius 5:20). Tuhan tidak ingin kita menjadi pengikutNya yang asal-asalan atau kristen KTP.

Gereja, kita sebaga hamba/pelayana mempunyai beban untuk selalu dan selalu membangun jemaat yang berkualitas, adil jujur dan takut akan Tuhan dan itu di mulai dari anak-anak sekolah minggu, Persekutuan Teruna, dan Gerakan Pemuda. Sehingga apa yang menjadi tujuan Gereja dapat tergenapi melalui jemaat-jemaat yang berkualitas..
Yang harus digaris bawahi ; tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan oleh Tuhan Yesus

Menjadi manusia berkualitas, adalah:
• Menimplementasikan Firman Tuhan
• Carilah dulu kerajan-Nya
• Menjalani hidup yang menghamba
• Hidup batiniah yang senantiasa baru
• Peduli terhadap sesama (misi)
“Kemiskinan dan cemooh menimpa orang yang mengabaikan didikan, tetapi siapa mengindahkan teguran, ia dihormati.”DSC08588 (Ayt. 18)

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s