Minggu 27 Juli’14=>Kuasa yang bekerja di dalam kita Ef. 3:14-19


3:14 Itulah sebabnya aku sujud   kepada Bapa, 3:15 yang dari pada-Nya semua turunan yang di dalam sorga dan di atas bumi menerima namanya. 3:16 Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan  dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu ,  3:17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu   dan kamu berakar i  serta berdasar di dalam kasih. 3:18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus  dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya   kasih Kristus, 3:19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan.   Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.

Doa adalah sesuatu yang terkesan sangat biasa dan Setiap orang tahu apa itu doa. Tetapi realitasnya tidak sedikit orang yang salah memahami tentang doa, lantas tersandung karena doa. Maka, mari kita bicara tentang makna doa.

Yang harus kita ingat!

  • Doa bukan sarana memaksakan keinginan/harapan kita pada Tuhan
  • Doa itu memberi kekuatan
  • Doa tidak selalu pembebasan masalah
  • Doa adalah petelasan/fondasi hidup kita
  • Doa bukan sekedar merajut kata tetapi gerak laku (sikap)/ ora et labora
  • Doa adalah komunikasi kita dengan Tuhan
  • Doa ala pengemis; mencerminkan mentalitas pengemis yang selalu meminta, tetapi tidak pernah sungguh berdoa.
  • Anda harus berdoa dengan iman. (Ibrani 11:6.)
  • Anda harus memiliki hati yang bersih. (Mazmur 66:19).
  • Anda harus kudus dalam kehidupan sehari-hari Anda. (2 Tawarikh 7:14.)
  • Anda harus berdoa menurut kehendak Allah. (1 Yohanes 5:14-15).
  • Anda harus tinggal tetap di dalam Kristus. (Yohanes 15:7).
  • Anda harus orang benar di hadapan Allah ( Yak 5:16b)

Setiap manusia yang hidup di dunia ini membutuhkan keseimbangan atau kemapanan. Setiap kita menyadari adanya suatu proses waktu yang berjalan tanpa henti. Ada waktu yang sudah kedaluwarsa, kuno dan antik, ada waktu sekarang yang dikatakan modern oleh kita yang hidup saat ini dan waktu yang akan datang karena adanya proses yang tak pernah berhenti. Saat ini  sesungguhnya bukanlah merupakan titik henti tetapi selalu saja menjadi “proses kekinian”.

Saya berpikir dan yakin bahwa kita sebenarnya  tidak memahami apa itu yang dimaksud sekarang… Lalu apa hubungannya dengan keinginan atau Doa?  Yuk, kita akan mengupas tuntas setajam silet tentu saya  gak akan nulis sembarangan mengenai waktu jika hal itu tidak berhubungan dengan  isi tulisan.

Yang berlalu  menjadi pengalaman pengalaman berharga tuk dikenang, entah baik entah buruk. Yang saat ini adalah suatu proses yang berdinamika dan Yang Akan datang itulah apa yang disebut fantasi, khayalan, angan-angan, dan visi. Sebab itu yang akan datang atau bisa kita sebut masa depan sesungguhnya merupakan merupakan entitas Zero/Zonk  bila ditinjau dari saat ini/kekinian. Masa depan itu hanya fantasi, khayalan, angan-angan, dan visi.

Nah,  ketika emosi kita dikaitkan  dengan visi masa depan yang belum terjadi, dialah yang kemudian menjelma menjadi harapan/keinginan. harapan terkait erat dengan  emosionalitas kita dengan duga-dugi (perkiraan).

Doa secara singkat yang ditujukan kepada Tuhan oleh manusia  adalah sebuah keinginan/harapan akan ketidakmampuan kita dalam mencapai keinginan sehingga  menharapkan keinginan tersebut dipenuhi oleh Tuhan.

Rasul Paulus berkata, “Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih”.  “Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan”. “Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah”.

Secara pribadi penulis mengartikan  ; Doa sebagai keinginan mendapatkan atau memperoleh  akan sesuatu yang ditujukan kepada sesuatu (baca ulang ayat-ayat tersebut di atas).  Harapan adalah garizah, intuisi, dan naluri  manusia natural. Dapat disimpulkan bahwa setiap manusia memiliki harapan. Sedangkan doa itu distingtif, eksklusif, singularis,spesial.

Doa itu sesuai definisi diatas harus di tujukan kepada sesuatu… tetapi untuk anak-anak Tuhan doa itu ditujukan pada BAPA di Surga.. Doa itu pastilah  Harapan tetapi “Harapan belum tentu Doa.”

Kristus memberi kuasa yang bekerja di dalam kita,  yaitu Roh Kudus  untuk menjadi kongkretisasi  dan perealisasi  gereja yang praktis.  Rasul paulus dan jemaat di Efesus juga kita  ini buatan Allah yang dibentuk untuk melakukan pekerjaan-Nya yang mulia. Kita adalah karya Allah yang dibentuk , sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu   dan kamu berakar  serta berdasar di dalam kasih. (Ayt. 17)…baru kita bersaksi bahwa persona yang hidup dalam hati kita bukan diri kita lagi, melainkan kristus.

 DOA

Kepada Pemeluk teguh
Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namaMu
Biar susah sungguh
mengingat Kau penuh seluruh
cayaMu panas suci
tinggal kerlip lilin di kelam sunyi
Tuhanku
aku hilang bentuk
remuk

Tuhanku
aku mengembara di negeri asing
Tuhanku
di pintuMu aku mengetuk
aku tak bisa berpaling

Karya (Chairil Anwar)

Sekarang ! sebelum semuanya berakhir

Sekarang ! sebelum semuanya berakhir

 

 

 

 

One thought on “Minggu 27 Juli’14=>Kuasa yang bekerja di dalam kita Ef. 3:14-19

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s