Minggu 3 Agus’14 Ef 3:1-6=> Orang beriman adalah mereka yang saling percaya


3:1 Itulah sebabnya aku ini, Paulus, orang yang dipenjarakan   karena Kristus Yesus untuk kamu orang-orang yang tidak mengenal Allah 3:2 –memang kamu telah mendengar tentang tugas penyelenggaraan kasih karunia Allah, yang dipercayakan kepadaku  karena kamu, 3:3 yaitu bagaimana rahasianya   dinyatakan kepadaku dengan wahyu,   seperti yang telah kutulis di atas dengan singkat. 3:4 Apabila kamu membacanya, kamu dapat mengetahui dari padanya pengertianku   akan rahasia Kristus  3:5 yang pada zaman angkatan-angkatan dahulu tidak diberitakan kepada anak-anak manusia, tetapi yang sekarang dinyatakan di dalam Roh kepada rasul-rasul dan nabi-nabi-Nya  yang kudus, 3:6 yaitu bahwa orang-orang bukan Yahudi, karena Berita Injil, turut menjadi ahli-ahli waris  dan anggota-anggota tubuh  dan peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus.

Itulah sebabnya aku ini, Paulus, orang yang dipenjarakan karena Kristus Yesus untuk kamu orang-orang yang tidak mengenal Allah” Efesus 3:1

 

Jika kita menelisik kejadian kejadian baik yang kita saksikan maupun melaui berbagai media, di mana banyak terjadi penganiayaan terhadap orang yang beriman (kristen). Banyak para penganiaya nekat menyerang atau menganiaya umat bergama di luar mereka  demi agama yang mereka anut dengan anggapan apa yang dilakukannya itu adalah wujud ketaatannya.

Di pihak lain,  sangat sedikit orang Kristen yang memiliki keteguhan iman seperti yang telah ditunjukkan oleh Rasul Paulus . Jangankan mengalami aniaya yang mengerikan, ujian-ujian kecil yang kita alami menggoncang iman kita. Kita diberi harta melimpah , dan kita jadi hamba uang.  Ujian dan masalah datang silih berganti kita ngambek/galau sama Tuhan. Kusuksesan yang dianugrahkan Tuhan terkadang membuat kita lupa diri dan Tuhan kita. Kita diuji dengan tragedi yang kita alami, dan kita berkata Tuhan nggak  adil.

Rasul Paulus memiliki iman dan hati yang teguh  yang tak tergoncangkan. Seharusnya demikianlah kehidupan rohani kita. Tidak menjadi masalah, apakah kita mengalami aniaya karena Kristus, keita harus memiliki iman percaya bahwa  jiwa kita tetap aman bersama-Nya. Permasalahan dan badai yang menerpa seburuk apapun boleh terjadi, tapi itu tidak akan pernah dapat memisahkan kita dari kasih Kristus! Itulah keteguhan iman sejati.

Saya rindu memiliki keyakinan iman seperti halnya yang dikatakan Paulus. Penganiayaan, keamanan, kelaparan, terzolimi  dll… Itu semua tak akan pernah bisa memisahkan saya dari Kristus. Semoga ini juga menjadi doa dan harapan kita semua.

Penderitaan dan keteraniayaan berjalan seiring di saat kita mengakui Yesus Kristus sebagai Tuhan. Karena itu tidak ada seorang pun dari antara kita yang tidak pernah mengalami penderitaan. Terkadang penderitaan membuat kita menangis, meremukkan hati, bahkan memporak-porandakan iman jika kita lemah. Relasi yang baik dengan Tuhan dapat menjadi sirna manakala kita tidak mampu menyikapi penderitaan dengan baik.

Kita harus mengakui  pada saat mengalami penderitaan kita jarang bisa berpikir secara jernih. Dengan mudahnya kita terseret oleh perasaan tidak berdaya. Energi kita terkuras habis. Hal ini membuat psikis kita  semakin lemah.

Kita juga sangat sulit untuk bisa menyikapi penderitaan dengan iman yang benar. Sebab seringkali pada saat penderitaan itu menimpa, kita tidak mampu memandang Allah dengan jernih. Pengalaman rohani hidup dengan Tuhan tertutupi oleh pekatnya awan penderitaan yang kita alami. Pada saat itu kehadiran Tuhan tidak mampu kita sadari.

Kita tidak boleh terus mengasihani diri atau merasa orang yang paling malang. Membuka mata iman dan menerima pernyataan Tuhan apa adanya, akan cukup membantu kita mendapatkan kekuatan iman untuk menghadapi penderitaan.

”Orang yang memiliki iman bagaikan lobang kecil dimana orang dapat mengintip siapa itu Tuhan, siapa itu manusia , apa itu materi , dan apa itu penderitaan”. MBT

 Rasul Paulus sangat menyadari mengapa ia teraniaya dan menderita karena, sama seperti orang-orang yang pernah ia aniaya yang menderita karena Kristus. Itulah sebabnya Paulus dapat berkata, “Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.” (Filipi 1:21).

 

Kisah Rasul Paulus ini seharusnya menjadi inspirasi bagi  kita sebagai orang percaya, di mana penderitaan yang kita alami bukan disesali  jika kita sebagai orang beriman memahaminya  sebagai  tugas dan panggilan yang Tuhan ingin kita kerjakan  . Tugas harus terus dikerjakan sampai jam hidup kita berhenti diputar .

 

Penderitaan sesaat yang kita alami dapat memberikan keuntungan . Jika Tuhan  sedang membentuk kita, maka bersabarlah dan ijinkan Dia melakukan menempa kita  dengan segala sesuatu yang mungkin sulit untuk kita terima tetapi akan mendatangkan kebaikan bagi hidup kita.

Tuhan  tak pernah salah waktu dan tempat, Tuhan memberi hikmat bagi kita untuk dapat merencanakan masa depan, memberi hikmat agar kita dapat mengantisipasi berbagai kemungkinan yang akan terjadi dalam hidup kita. Jangan mudah putus asa ketika kita menghadapi derita, dan jangan lengah ketika bahagia. Kita harus terus perhatikan karya Tuhan  dan kebaikan yang terkandung di dalamnya. Badai kadang diperlukan agar bahtera kehidupan kita kembali ke jalan yang benar. Tuhan mempunyai tugas dan rencana di dalam penderitaan kita.

Kegagalan yang kita alami untuk hidup benar seringkali disebabkan karena kita mencoba melakukannya dengan usaha kita sendiri tanpa ada kesadaran penyerahan hidup kepada Tuhan.

 

Sanggupkan kita menjadi orang ‘terpenjara’ dan menderita bagi Dia… jika kita harus mengalami  penderitaan  karena Kristus, itu belum seberapa dibandingkan pengorbanan Kristus bagi kita.  Jika kita menyadari betapa besar pengorbanan-Nya terhadap kita, kita pasti mampu berjuang menjadi yang terbaik walaupun kita ‘terpenjara’.

6490_102586559754302_100000088755934_73110_1619656_nDunia membutuhkan kita untuk merubah “yang jahat menjadi baik”, dunia ini semakin hari semakin penuh kejahatan. Tuhan berharab kita anak-anak-Nya tidak hanya menikmati berkat-Nya ,Tuhan tidak ingin kita hanya menjadi penonton tanpa berbuat sesuatu.

 

Damai sejahtera dirindukan semua orang…Karena itu kita sebagai orang beriman senantiasa menjadi saksi atau teladan dan mendeliveri perdamaian kepada siapapun dan dimanapun .

“There is no peace without justice, there is no justice without forgiveness” 

 “Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.” (Mat 5:10)

 “Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat” (Mat 5:11)

 

“TUHANlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya. Sebab Dialah yang mendasarkannya di atas lautan dan menegakkannya di atas sungai-sungai. “Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?”
“Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan”(Mzm 24:1-4b)

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s