Minggu 24 Agustus ’14 Mz 130 : 1-6 “Nyanyian Galau Daud”


 

1

Nyanyian ziarah. Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya TUHAN!

2

Tuhan, dengarkanlah suaraku! Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian kepada suara permohonanku.

3

Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan-kesalahan, Tuhan, siapakah yang dapat tahan?

4

Tetapi pada-Mu ada pengampunan, supaya Engkau ditakuti orang.

5

Aku menanti-nantikan TUHAN, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya.

 

Jiwaku mengharapkan Tuhan lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi, lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi.

 

Menarik sekali jika kita menelisik Mazmur 130:1-6 ini khususnya di ayat 1. Nampak sekali dalamsyair  nyanyian ziarah Daud  adalah “Nyanyian Galau” yang menngartikan dirinya mengalami ;  berat otak, bimbang, bingung, cemas, gelisah, hilang akal, kacau, karut, keruh, khawatir, kusut, nanar, pakau, resah, ribut, risau, semak hati, senewen, sesat pusat, terombang-ambing, dan was-was… Capek deh !  

Sesorang yang mengalami kegalauan, biasannya karena suatu permasalahan yang membuat suasana hatinya tidak nyaman, seperti putus cinta, jatuh cinta, putus uang J dan masalah-masalah lain yang menjajah perasaan seseorang.

Mengapa Daud mengalami kegalauan ? Karena emosi lebih menguasai dan mempengaruhi Daud ketimbang logika. Jika kegalauan hati Daud tidak dibawa dalam doanya kepada Allah , dia akan mengalami masalah yang serius, seperti pola pikir yang negatif dan obsesif. Dengan nyanyian ziarahnya Daud tetap bepikir positif dan tenang menghadapi persoalan yang dia hadapi. Dalam kegalauannya Daud  tetap setia, berharap dan bersandar sepenuhnya pada Tuhan.

Perasaan Galau seperti yang di hadapi Daud juga dialami setiap kita. kekecewaan,       kegagalan, kehilangan harapan bahkan hampir putus asa pasti pernah kita alami.  Dalam situasi gala sering  atau cenderung kita terpekur, melamun  dan bertanyapada diri sendiri, mencari sumbernya permasalahan yang menimpa kita. Kecenderungan itu membuat kita menyalahkan diri kita, orang lain dan Tuhan, bahkan keadaan. Hal seperti ini sering membuat kita galau jika dibiarkan kita akan semakin terpuruk dan terjangkit “Galau Akut” yang mungkin saja menyebabkan kematian.

Dalam ayat-ayat  tersebut dapat kita telisik; dalam kegalauannya Daud ingat Allah karena  dia percaya Allah siap dan mendengar dan mengampuni siapa saja yang memohon padan-Nya. Dalam  1 Yoh.1:9 “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan”.

Allah akan memberi  pengampunan kepada orang yang mau bertobat dan mengakui  dosa/kesalahannnya. Allah akan  menyembuhkan dan memulihkan mereka yang datang dengan hati yang  hancur .  Allah ingin  menunjukkan kasih setiaNya kepada semua orang  yang berada dalam kesulitan, supaya mereka dapat mengenal  kasih, perhatian dan kebaikan-Nya.

Ada suatu keyakinan, pengharapan dan kerinduan seorang Daud akan Firman Allah dan dia yakin ; Firmnan Allah “Ya dan Amin”

Pengampunan adalah  jembatan menuju “manusia sejati” . Allah adalah kasih. Dia adalah anugerah.

 Nabi Yesaya mengatakan “dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu” (Yes 30:15). Rendah hati,mengasihi, hidup dalam kebersamaan (bersekutu) dengan tulus, dan memahami betapa kerdilnya kita di hadapan kemuliaan  Allah.

 Hiduplah selalu dalam pengharapan  kasih-Nya dan mengasihi sesama. Biarlah hidup kita yang bersekutu  dibentuk oleh kebahagiaan dan sukacita dari-Nya.

 Langkah bebas untuk mengasihi  Allah ini tampaknya dapat dipakai untuk mengolah semua kegalauan. Tuhan mengharapkan supaya kita hanya berharap dan bersandar pada-Nya disaat kita galau.

 Pengampunan Tuhan dapat memperbaharui hidup kita, agar hidup kita di dunia memperoleh suatu kebahagiaan yang kekal. Dan Tuhan sendiri telah bersabda “ marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah dari pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan bebanKupun ringan” (Mat11:28-30).  supaya hidup kita memperoleh kebebasan yang merupakan pancaran dari kasih-Nya.

 Karena itu ingat, resapilah dan pahamilah dengan benar mengapa di dalam setiap ibadah Minggu selalu ada doa pengakuan dosa…Dengan adanya pengampunan di dalam hidup kita, maka kasih karunia Allah selalu mewarnai perjalanan hidup kita, sebab sesungguhnya segala sesuatu yang kita lakukan merupakan pancaran kasih karunia Allah.

 Ingatlah, yang dibutuhkan adalah keberanian dari kita. Berani mengakui kesalahan, seperti pemazmur mengatakan, “Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan: aku berkata: ‘Aku akan mengaku kepada TUHAN pelanggaran-pelanggaranku,’ dan Engkau mengampuni aku.

 

DSC_1021

Pantai Modong Belitung

Cover:Pantai Modong Belitong => Marta Nababan

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s