Minggu, 31/08/14 Akibat persekongkolan Jahat 1 Raja-Raja 2: 28-35


28 Ketika kabar itu sampai kepada Yoab–memang Yoab telah memihak kepada Adonia, sekalipun ia tidak memihak kepada Absalom–maka larilah Yoab ke kemah TUHAN, lalu memegang tanduk-tanduk mezbah.
29 Kemudian diberitahukanlah kepada Salomo, bahwa Yoab sudah lari ke kemah TUHAN, dan telah ada di samping mezbah. Lalu Salomo menyuruh Benaya bin Yoyada: “Pergilah, pancung dia.”
30 Benaya masuk ke dalam kemah TUHAN serta berkata kepadanya: “Beginilah kata raja: Keluarlah. “Jawabnya:”Tidak, sebab di sinilah aku mau mati.” Lalu Benaya menyampaikan jawab itu kepada raja, katanya: “Beginilah kata Yoab dan beginilah jawabnya kepadaku.”
31 Kata raja kepadanya: “Perbuatlah seperti yang dikatakannya; pancunglah dia dan kuburkanlah dia; dengan demikian engkau menjauhkan dari padaku dan dari pada kaumku noda darah yang ditumpahkan Yoab dengan tidak beralasan.
32 Dan TUHAN akan menanggungkan darahnya kepadanya sendiri, karena ia telah membunuh dua orang yang lebih benar dan lebih baik dari padanya. Ia membunuh mereka dengan pedang, dengan tidak diketahui ayahku Daud, yaitu Abner bin Ner, panglima Israel, dan Amasa bin Yeter, panglima Yehuda.
33 Demikianlah darah mereka akan ditanggungkan kepada Yoab dan keturunannya untuk selama-lamanya, tetapi Daud dan keturunannya dan keluarganya dan takhtanya akan mendapat selamat dari pada TUHAN sampai selama-lamanya.”
34 Maka berangkatlah Benaya bin Yoyada, lalu memancung dan membunuh Yoab, kemudian dia dikuburkan di rumahnya sendiri di padang gurun.
35 Raja mengangkat Benaya bin Yoyada menggantikan Yoab menjadi kepala tentara; dan raja mengangkat imam Zadok menggantikan Abyatar.

Konspirasi/persekongkolan adalah orang yang memilih untuk menciptakan masalah dunia demi keuntungan pribadi mereka. Masalah tersebut dapat mencakup wabah penyakit, krisis ekonomi, kelaparan, perang, dan kerusuhan politik.

Wikipedia
Teori persekongkolan atau teori konspirasi (dalam bahasa Inggris, conspiracy theory) adalah teori-teori yang berusaha menjelaskan bahwa akibat  tertinggi dari satu atau serangkaian peristiwa (pada umumnya peristiwa politik, sosial, atau sejarah) adalah suatu rahasia, dan seringkali memperdaya, direncanakan diam-diam oleh sekelompok rahasia orang-orang atau organisasi, , yang sangat berkuasa atau berpengaruh. Banyak teori konspirasi yang mengklaim bahwa peristiwa-peristiwa besar dalam sejarah telah didominasi oleh para konspirator belakang layar yang memanipulasi kejadian-kejadian politik yang akibatnya fatal.

Teori tersebut memang benar adanya, itu dapat dibuktikan dari hal-hal kecil seperti: apabila kita bermain poker dengan jumlah pemain 5 orang, maka kita dapat melakukan konspirasi terhadap 3 pemain lainnya, sehingga hasil dari kekalahan 1 pemain yang merupakan calon korban konspirator dapat dibagi berempat, dan cara itu biasa digunakan oleh pejudi-pejudi terkenal.

Seperti yang terjadi pada Yoab, dimana Ia membunuh mereka dengan pedang, dengan tidak diketahui Daud, yaitu Abner bin Ner, panglima Israel, dan Amasa bin Yeter, panglima Yehuda. Akibatnya darah mereka akan menjadi tanggungan keluarga Yoab. Bahkan Yoab dipancung.

Seperti yang terjadi di negara kita juga, banyak terjadi konspirasi politik dari partai-partai politik bahwa struktur birokrasi cenderung hanya akan patuh / kooperatif terhadap kepemimpinan politik yang memiliki agenda dan kepentingan sejalan. Seperti yang terjadi dalal PILPRES

Berbagai kasus korupsi dan suap yang terjadi dan terungkap menunjukkan betapa persekongkolan jahat terjadi antara anak bangsa yang bercokol di dalam birokrat pemerintahan, mereka yang bercokol di dalam partai yang nampak berkarisma nggak taunya “maling” yangpada akhirnya “maling teriak maling”. Akibatnya hidup mereka dan keluarga hancur.

Kasus Hambalang, SKK Migas, Pemprov Banten, dan ratusan lainnya, menunjukkan betapa persekongkolan/konspirasi jahat antara birokrasi dan politisi sudah menggurita di negri ini. Masih banyak persekongkolan-persenkongkolan yang terjadi di negri kita ini.

Bagaimana dengan organisasi gereja kita?, Apakah GPIB ikut mengadopsi teori persekongkolan/konspirasi jahat ?
Sebab, nampak birokrasi yang terjadi dalam organisasi GPIB (belum 100%), banyak berfungsi sebagai alat pengontrol daripada sebagai institusi yang benar-benar dikelola untuk memproduksi pelayanan terhadap jemaat.

Bahaya yang akan terjadi jika terjadi persekongkolan , organisasi gereja menjadikan dirinya lebih sebagai patron daripada pelayanan bagi jemaat. Menjelma jadi pemegang kekuasaan strategis, mulai dari perencanaan sampai dengan implementasi kebijakan. Akan terjadi “disfungsi ereksi” pelayanan terhadap jemaat yang akut dan tidak efektif. SEMOGA TIDAK TERJADI !

Contoh; Apakah mutasi para pendeta yang dilakukan karena ada persekongkolan/konspirasi karena “like or dislike” (suka/tidak suka) atau ada kepentingan 2015”…Apakah ada persekongkolan/konspirasi bahwa struktur Fungsionaris Majelis Sinode berdasarka alumni? Syukur Alhamdulilah kalau organisasi gereja kita bersih.

Hal ini juga terjadi di dalam kehidupan bergereja,  salah satunya ada persekongkolan/konspirasi, misalnya; Pendeta yang dimutasikan karena kinerja pelayanan yang tidak baik. Bahkan hubungan kolegalitas sesama pendeta yang kurang baik oleh karena sesuatu hal dalam pelayanan. Jemaat dibuat pusing, ada yang pro dan kontra , akhirnya terjadi persekongkolan/konspirasi… Persekongkolan/konspirasi ada yg jahat ada yang baik…Walahualam.

Kita sebagai jemaat/gereja harus berjuang untuk merevolosi mental persekongkolan/konspirasi yang jahat. Kita harus menghadirkan syalom Allah melalui pelbagai upaya untuk mewujudkan keadilan dan kebenaran .

Kita harus merevolusi diri kita menjadi manusia tidak kompromi dengan persekongkolan. Hati adalah sentral segalanya. Wapadalah, jika hati tidak dijaga dengan “berbaju zirah kebenaran”, maka hati akan menjadi sarang kejahatan. “Ingat Yudas jatuh dalam dosa dan gantung diri; akibat persekongkolan…

Jangan simpan di hati rasa benci, iri, cemburu, kecurangan, dsbnya, maka cepat atau lambat hati akan membuat persekongkolan dengan si jahat. kita mengikuti jejak Yudas, Kain, Saul, Izebel, Ahab, atau Haman. Simpanlah setiap saat pedang Roh, yaitu firman Tuhan, dan mintalah Roh Kudus menolong supaya kita keluar sebagai pemenang di dalam memerangi godaannya yang besar.

“Hati adalah pintu rumah kita, berjagalah dan jadikan kebaikan sebagai kunci kita agar niat jahat tidak menyelinap ke hati kita”
Doa : Bapa, sungguh aku rindu menjaga hatiku setiap hari dengan segala kewaspadaan persekongkolan yang jahat , agar seluruh aspek kehidupanku menyenangkan hatiMu. Amin.

DSC_0829

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s