Rabu 03/09/14 Menjadi Murid-Nya (Kol.2:6-15)


Kepenuhan hidup dalam Kristus

6 Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. 7 Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur. 8 Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus. 9 Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan, 10 dan kamu telah dipenuhi di dalam Dia. Dialah kepala semua pemerintah dan penguasa. 11 Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa, 12 karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati. 13 Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah, telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita, 14 dengan menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib: 15 Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka.

Dalam dunia pendidikan Indonesia

Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Pengertian murid berarti orang (anak yang sedang berguru (belajar, bersekolah). Murid adalah salah satu komponen manusiawi yang menempati posisi sentral dalam proses belajar-mengajar. Di dalam proses belajar-mengajar, murid sebagai pihak yang ingin meraih cita-cita, memiliki tujuan dan kemudian ingin mencapainya secara optimal. Murid akan menjadi faktor penentu, sehingga dapat mempengaruhi segala sesuatu yang diperlukan untuk mencapai tujuan belajarnya.Murid adalah pribadi yang “unik” yang mempunyai potensi dan mengalami proses berkembang.
Murid harus menyediakan dan merelakan diri untuk dibimbing, sehingga ia memahami akan potensi dan kemampuan dirinya dalam belajar dan bersikap. Kesedian itu dinyatakan dengan kepatuhan dan perasaan senang jika dipanggil atau memperoleh kesempatan untuk mendapat bimbingan khusus.

Jadi,secara umum murid berarti orang yang mau belajar dan menimba berbagai ilmu pengetahuan untuk meningkatkan kualitas dirinya.

Tetapi menjadi murid Tuhan tentu ada perbedaan yang hakiki. Murid tidak sekedar dituntut belajar, tapi menjadi pengikut yang menghamba pada gurunya.Dalam pengertian Alkitab murid tidak hanya berarti orang yang belajar, tapi juga menjadi pengikut yang mengabdikan diri pada guru/pembimbingnya. Contoh dalam PL/PB: Yosua menjadi generasi penerus Musa, Elisa menjadi pengikut dan penerus Elia, Yohanes dengan murid-muridnya, Yesus Kristus dengan ke-12 murid-Nya, serta Paulus dengan Timotius, Titus, dan lain sebagainya. Dengan demikian pengertian murid dalam Alkitab adalah orang-orang percaya yang mau belajar tentang segala ajaran baik dan pengabdian yang dituntut.

“Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.” Kolose 2:7

Rasul Paulus menuntut agar jemaat Kolose harus dewasa terus berakar dan tinggal di dalam firmanNya. Itu berarti jemaat Kolose dituntut untuk membaca, belajar, dan merenungkan Firman-Nya siang dan malam bahkan wajib hukumnya untuk menyukai Firman Tuhan.

“…yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya;…” (Mazmur 1:2-3). Jika tidak kita tidak akan berakar, bertumbuh , dan menghasilkan buah yang baik

Di antara 100 orang kristen mungkin hanya 1 orang yang merenungkan Firman Tuhan siang dan malam. Bahkan kita sebagai pendeta/majelis belum tentu merenungkan Firman Tuhan setiap hari.

Ada banyak di antara kita lebih senang “merenungkan” koran, majalah, dan media sosial seperti Facebook setiap hari dari siang sampai malam (hahaha…termasuk mengkritik penulis). Disaat mencoba membaca Firman Tuhan mengantuk. Jika sudah demikian jangan berharap rohani kita bertumbuh dan berakar serta berbuah di dalam Kristus. Sebab itu rasul Paulus berkata untuk jemaat Kolose; Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus. Dan hal ini juga berlaku bagi kita.

Surat rasul Paulus untuk jemaat Kolose ini dikarenakan jemaat Kolose sedang menghadapi ancaman masuknya ajaran-ajaran gnostik, ajaran yang merupakan gabungan filsafat Timur dan legalisme Yahudi. Kepada jemaat yang seperti inilah Paulus memberikan nasihat-nasihatnya agar orang-orang Kristen itu sendiri mengejar kedewasaan imannnya dalam Kristus.

Seperti yang terjadi saat ini, jika kita tidak berhati-hati kita akan terjebak terhadap segala filsafat agama, tradisi yang menekankan kebebasan manusia dari Allah dan penyataan-Nya dalam Alkitab. Sekarang ini salah satu ancaman filsafat yang terbesar terhadap kekristenan yang berdasarkan Alkitab adalah “humanisme sekular”. Paham ini telah menjadi filsafat yang mendasar dan agama yang diterima dalam kebanyakan pendidikan sekular, pemerintahan, dan masyarakat pada umumnya. Paham ini juga merupakan segi pandangan yang tetap dari kebanyakan media berita dan hiburan di seluruh dunia. (sumber; tafsiran sabda- Kol 2:8)).

Rasul Paulus menggambarkan dan menekankan, Hanya hidup dalam Tuhan kita mengalami damai sejahtera dan kita telah dibebaskan dari dari dosa, hutang kita telah dibayar lunas lewat penyaliban Tuhan.

Roma 8:29: “Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. ” Jadilah “surat Kristus yang terbuka”, mengikuti jejak kemanusiaan-Nya. Kita perlu rendah hati, taat dan setia pada Kristus Yesus dalam mempertanggung jawabkan hidup ini sesuai kehendak-Nya. Kita perlu memelihara persekutuan yang erat dengan Allah, senantiasa berhikmat pada ajaran Kristus, serta memberi diri hidup dalam tuntunan Roh Kudus.

Menjadi Murid Tuhan Yesus sangan spesial bagi kita, beda dengan menjadi murid secara duniawi (sekolah), yaitu:
– Kita harus senantiasa menyangkal diri; Tidak menempatkan ego di atas segalanya. Tujuan kita sebagai murid hanya terpusat pada Kristus sebagai guru. Yang kita lakukan dalam hidup ini semuanya untuk kemuliaan Tuhan.

– Kita senantiasa memikul salib;
Ini berarti siap menderita bagi Kristus. “Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia,” (Filipi 1:29).

-Kita dituntut senantiasa mengikut Tuhan yesus;
Artinya merenungkan/pembelajaran firman Tuhan siang dan malam . “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku.” (Yohanes 8:31). Meneladani gaya hidup Kristus untuk hidup saling mengasihi dengan sesama untuk mewujudnyatakan misi Kristus dalam menghadirkan syalom bagi dunia.

-Kita dituntut untuk senantiasa diproses/dibentuk;

10 dan kamu telah dipenuhi di dalam Dia. Dialah kepala semua pemerintah dan penguasa. 11 Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa, 12 karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati. 13 Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah, telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita, 14 dengan menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib

Kita adalah umat pilihan Tuhan yang dirancang untuk mewujudkan visi dan misi Tuhan di dunia , kita pun harus mau dan siap diproses dan dibentuk Tuhan sebagaimana ketika Tuhan memilih dan menetapkan 12 orang murid sebagai mitra kerjaNya selama 3,5 tahun di bumi. Kita harus siap di bentuk agar kita siap untuk mengemban Amanat AgungNya.
Untuk mengawali kehidupan sebagai pelayan-Nya , kita harus memahami apa artinya menjadi Kristen, sebab ada banyak orang Kristen yang sudah lama menjadi Kristen tetapi belum mengerti tujuan dan arti hidupnya sebagai orang Kristen.

Menjadi murid Yesus kita melepaskan diri dari gaya hidup . Tidak mudah dan untuk itu dibutuhkan pengorbanan dan kesediaan menderita. “Barang siapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku“ (Luk. 14:27).

Ucapan-ucapan Tuhan Yesus ini mengandung arti bahwa menjadi murid-Nya tidak boleh disertai “motivasi duniawi.”  Kita harus merelakan diri kita, baik pikiran dan perbuatan, dipimpin oleh gurunya. Murid adalah orang yang melepaskan gaya hidupnya lalu mengikuti gaya hidup gurunya. Ini terjadi melalui proses penyatuan di mana murid dan guru saling menyatu: “Jikalau kamu tinggal dalam Aku dan firman-Ku tinggal dalam kamu, … kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku” (Yoh. 15:7-8). Itulah syarat menjadi murid Yesus. Pasti kita tidak mampu, hanya Tuhan Yesus yang memungkinkan kita diterima menjadi murid-Nya. Kita diterima sebaga murid hanya oleh karena anugerah-Nya.

Di saat seperti ini, jangan lupakan bahwa Kristus…selalu dan satu-satunya jalan … Siapapun yang bertindak irasional, tidak bisa menjadi murid Yesus.

“Roh Kudus berembus dalam lembaran-lembaran ini. Kalimat-kalimatnya dibiarkan tidak selesai, sehingga kita bisa melengkapinya sesuai dengan perilaku kita sendiri. Jika kita menghayati kata-kata bijak ini dalam kehidupan kita , maka Anda akan menjadi pengikut Kristus yang sejati.”

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s