Rabu 29 Okt 2014 –Menjadi Serupa dengan kristus Fil 3:10-16


Kegagalan dan kegagalan sering membuat spirit kita turun dan kreativitas kita berhenti,.Namun, tidak dengan  Rasul Paulus  , ia tidak melihat ke belakang (masa lalunya) . Paulus menekankan pentingnya melupakan apa yang ada di belakang kita, lalu fokus ke depan.  Rasul Paulus berusaha keras tidak mengingat masa lalunya dengan hidup dan melayani Tuhan dengan luar biasa, penderitaanpun ditanggungnya karena kerinduannya menjadi serupa dengan Kristus.

Sulit rasanya menjadi serupa dengan kristus (emang sulit), ketika  banyak orang menjengkelkan kita , ketika banyak orang  sering mementingkan diri sendiri, arogan. Walau begitu, pahamilah dan  ampunilah mereka. Terkadang kita melakukan baik banyak mereka yang curiga dan mendeskreditkankita. Tetapi , tetaplah berbuat baik. Jika kita  jujur, orang akan mencurangi kita. Tetapi , tetaplah jujur. Kebaikan kita dihari-hari yang lalu bahkan  hari ini, mungkin sudah terlupakan besok pagi. Tetapi terus lakukan perbuatan baik. Sebab segala    sesuatu merupakan urusan kita dengan Allah. Bukan dengan manusia.  Maka, berikan selalu yang terbaik.”

Jangan  membalas setiap perlakuan tak nyaman dengan perbuatan setara, melainkan sebaliknya perlakuan tersebut memotivasi kita untuk berbuat lebih baik lagi..

Kita pun perlu hidup mengasihi Tuhan dan bekerja bagi-Nya tanpa harus mementingkan penghargaan manusia. Bisa saja kesetiaan hidup atau pelayanan kita tak diperhatikan, dihargai, apalagi diingat orang. Bahkan, kadang perbuatan baik dan pelayanan kita bisa disalahmengerti atau mendapat tanggapan yang tidak baik. Walau begitu, biarlah kita tetap setia. Sebab melakukan yang baik setiap kali merupakan urusan kita untuk memenuhi tujuan yang Tuhan tetapkan bagi hidup kita. Jadi, berikan selalu yang terbaik

Marilah kita meneladani Sang Guru yang rela penuh dengan kasih, rendah hati dan tulus mau melayani sesama,terutama yang miskin, lemah, kecil, tersingkir dan di sable/cacat.Di

Di dalam kehidupan, kita tidak hanya berjalan mengikuti arus putaran dalam kehidupan yang selalu berubah, tapi kita juga berjalan menuju ke satu tujuan, dan tujuan yang ingin kita capai adalah CHRIST-LIKENESS, menjadi serupa dengan Kristus.

Sebab semua orang yang dipilih- Nya dari semula, mereka juga ditentukan- Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak- Nya, supaya Ia, Anak- Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.”Roma 8:29. DSC_0079


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s