Minggu, 2 Nov Maukah Engkau Sembuh –Yoh 5:1-9


Sakitnya Tuh Disini

Sakitnya tuh di sini Di dalam hatiku
Sakitnya tuh di sini Melihat kau selingkuh
Sakitnya tuh di sini Pas kena hatiku
Sakitnya tuh di sini Kau menduakan aku

Teganya hatimu
Permainkan cintaku
Sadisnya caramu
Mengkhianati aku
Sakitnya hatiku
Hancurnya jiwaku
Di depan mataku
Kau sedang bercumbu

Sakitnya tuh di sini Di dalam hatiku
Sakitnya tuh di sini Melihat kau selingkuh
Sakitnya tuh di sini Pas kena hatiku
Sakitnya tuh di sini Kau menduakan aku
Lagu baru ini banyak orang yang menyukai, baik anak-anak , remaja, dan orang tua dan lagu ini membuat banyak berjoget hehehehe. Tetapi banyak orang kurang menyadari  atau cuek bahwa  patah hati bukan hanya sedih, menangis, namun ada impresi atau efek yang tak kalah bahayanya. Justru patah hati dapat menimbulkan bermacam penyakit yang bisa juga menyebabkan kematian dan juga dapat melemahkan sistem imun tubuh sehingga berisiko mendatangkan berbagai macam penyakit. Jangan anggap enteng suasana hati Anda yang rapuh. Pasti Anda ingin sembuh.

Maka disinilah pentingnya hati yang selalu dalam damai .Kedamaian  hati hanya bisa Anda dapatkan dengan mendekatkan diri kepada Tuhan, Tetapi jika Anda ada dalam penderitaan yang mungkin membuat Anda mengalami stress, depresi , Maukah engkau sembuh?

Manusia siapun tidak ingin dirinya sakit.  Siapapun  yang sakit di antara kita  pasti ingin lekas sembuh. Sakit itu membuat kita lesu,mengeluh, menderita menahan rasa sakit, kita tidak dapat melakukan aktivitas  dan ritme kita secara maksimal. Sakit  mengeluarkan biaya untuk beli obat, bayar dokter atau perawatan di rumah sakit. Bisul aja sakit kalau belum meletus.

Ingat lagu yang sayairnya berbunyi;… lebih baik sakit gigi dari pada sakit hati, padahal sakit gigi itu sakitnya bukan main bahkan bisa juga membuat nyawa kita melayang. Saya nggak habis pikir kok  sakit gigi  merupakan pilihan daripada sakit hati.Namanya sakit, baik sakit gigi maupun sakit hati sama-sama nggak enak. Oleh sebab itu setiap orang ingin dirinya tidak dihinggapi penyakit.

Jika kita bayangkan ada orang yang  sakit lumpuh selama 38 th di mana  dia hanya bisa melihat tanpa bisa melakukan apa-apa sebab dia lumpuh. harus berjuang, berdesakan bersama orang-orang yang sakit di sekitar kolam Betesda. .5:4 Sebab sewaktu-waktu turun malaikat Tuhan ke kolam itu dan menggoncangkan air itu; barangsiapa yang terdahulu masuk ke dalamnya sesudah goncangan air itu, menjadi sembuh, apapun juga penyakitnya. “Peristiwa penyembuhan” menjadi sangat terbatas. Hanya orang yang cepat masuk yang sembuh.. Orang yang kalah cepat pasti akan kecewa dan mereka harus menunggu lagi kapan malaikat Tuhan turun menggoncangkan air itu. Arti betesda yaitu rumah anugerah.

Bagaimana orang tersebut dapat berjuang untuk kesembuhannya…? Sepertinya mereka yang ada di sekitar kolam tersebut (orang-orang yang sehat) tidak ada yang tergerak untuk menolong orang yang lumpuh tersebut.

Bukankah masih ada dan banyak orang-orang  di sekitar kita bahkan yang aktif dan melayani di gereja tidak ada rasa peduli, empati, cuek terhadap penderitaan orang di sekitar mereka. Mereka cenderung sibuk dengan diri mereka, mereka sibuk dengan urusan duniawi, ketika penderitaan mendatangi mereka baru mereka menyadarinya. Semangat individualistis menyebabkan orang tidak lagi berempati apalagi “teposeliro” dengan orang lain.

Banyak orang hanya memperhatikan diri sendiri dan mengabaikan orang lain. Gerejapun bisa menjadi individualistis. Gereja yang seharusnya menjadi saksi dan garam, menjadi “tangan Tuhan” dalam dunia ini ternyata juga telah menjadi ekslusif.

Yang lucu dan menyedihkan  ada di antara kita yang pura-pura sakit, bersandiwara, seolah-olah mereka sakit. Tujuannya supaya mereka mendapatkan perhatian dan belas kasihan orang lain.  Sudah menjadi hal yang umum bahwa manusia takut sakit karena mereka takut mati.Segala cara pasti dilakukan bahkan sampai yang tidak masuk akalpun seperti ke dukun masih sering  dilakukan demi kesembuhan . Kalau orang kaya pasti akan mengeluarkan uang seberapapun untuk bisa mendapatkan kesembuhan. Namun bagaimana dengan mereka yang tidak punya kemampuan apalagi tidak ada yang menolong?

Ada hal yang luar biasa dari orang yang menderita kelumpuhan selama 38 tahun , yaitu tidak terbersit sama sekali rasa putus asanya untuk memperoleh kesembuhan,  jawabannya terhadap pertanyaan Yesus jelas menunjukkan bahwa orang itu tidak putus asa .  Mungkin jika itu terjadi pada kita pasti rasa frustasi bahkan ada rasa ingin mati saja karena masa depan mungkin sudah hancur, mimpi dan cita mungkin terkubur.

5:6 Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: “Maukah engkau sembuh?”

Yesus perduli, Yesus mau  melihat orang itu. Orang lain mungkin tidak ada yang pernah melihat orang ini apalagi menolongnya. Tidak ada yang pernah memperhatikannya atau sekedar memandang kepadanya. Apalagi waktu itu adalah hari sabat.

Pertanyaan Yesus begitu polos seperti anak-anak;  “maukah engkau sembuh?”  Tetapi tahukah kita bahwa pertanyaan itu mengandung sebuah teguran atau eksamen. Apakah orang itu masih ada semangat dan kemauan untuk pulih atau disembuhkan. Ternyata jawabannya sangat mengejutkan.

Inilah pelayanan yang sempurna. Pelayanan yang berangkat dari kepedulian, dan itu ditindaklanjuti dengan tindakan praktis.Tuhan juga sering menyapa kita yang berbeban berat dan ketika kita menderita . Ia menyapa kita melalui FirmanNya. FirmanNya demikian dahsyat dan ajaib. Ia membangkitkan kembali pengharapan dan semangat yang patah. Ia membimbing dan menuntun, menguatkan dan mengokohkan hidup kita.

Kesembuhan adalah angerah Tuhan. Ia  tidak bicara keselamatan tetapi bicara proses menyelesaikan sebuah masalah. Apakah orang lumpuh  ini mau atau tidak keluar dari masalah hidupnya. Orang lumpuh ini masih hidup dalam pengharapan Dan akhirnya ia mengalami mujizat Tuhan. JIka kolam bertesda tidak bias memberikan dia anugerah, tetapi Yesus telah memberikan dia anugerah  kesembuhan dan sekaligus keselamatan.

Kita harus memiliki iman dan pengharapan seperti orang lumpuh tersebut , jangan putus asa walapupun kita telah lama berharap akan pemulihan kita dari paenderitaan.

Saat ini , Jika Tuhan  bertanya kepada kita “Apakah kamu mau anugerah-KU ? “  jangan buang-buang waktu,  terimalah… Bangunlah lagi iman dan pengharapanmu dan jangan ada putus asa lagi…buang jauh-jauh.

nunuk2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s