Seruan untuk bertobat

2:1 Bersemangatlah dan berkumpullah, hai bangsa yang acuh tak acuh, 2:2 sebelum kamu dihalau seperti sekam yang tertiup, sebelum datang ke atasmu murka TUHAN yang bernyala-nyala itu, sebelum datang ke atasmu hari kemurkaan TUHAN. 2:3 Carilah TUHAN, hai semua orang yang rendah hati di negeri, yang melakukan hukum-Nya; carilah keadilan, carilah kerendahan hati; mungkin kamu akan terlindung pada hari kemurkaan TUHAN.

 

Judul yang menggigit sebenarnya; CARILAH Tuhan, Keadilan, dan kerendaha hatiDSC_0003 DSC_0004

Kotbah nabi Zefanya  menekankan ajakan untuk bertobat. Allah akan menghukum manusia atas keberdosaannya.  tetapi pehukuman bukanlah akhir dari segalanya jika kita mencari hadirat-Nya, melakukan keadilan dan hidup dalam kerendahan hati agar terlindung pada hari kemurkaan Tuhan…Gampang-gampang susah jika kita melihat karakter manusia .  Dibutuhkan waktu karena terkadang manusia tidak  memahami dirinya secara integral.

 Kotbah Zefanya  mengundang dan memotivasi  orang-orang  yang berdoa/bangsa yg acuh tak acuh  agar memahami bahwa “pintu”  KASIH ALLAH masih terbuka lebar-lebar. Jadi Kotbah Zefanya berbicara tentang penghakiman dan yang selamat dari segala bangsa akan bergabung dengan umat Israel yang sisa untuk melayani Tuhan dan menikmati berkat-berkat-Nya”

Hal ini terjadi juga di sekitar kita , banyak diantara kita yang acuh tak  acuh terhadap perkara-perkara baik  rohani maupun yg bukan.  Ada yang mengalami ketidakadilan  dalam lingkungan bergereja, banyak diantara kita yg diam bahkan tidak sedikit yg mencibir (bikin diri seperti nabi/malaikat suci). Nabi palsu !…  Yang menjadi salah satu faktor penyebabnya adalah takut yang berujung faktor ekonomi (miris) . 

Tidak bisa dipungkiri, tingginya biaya kebutuhan hidup membuat banyak orang di sekitar kita cari aman . Hal ini tak ubahnya benih duri yang ditaburkan di tengah semak duri yaitu  “…orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.”  (Matius 13:22). Bahkan yang menjadi pembirita/yang berkoar di atas mimbar sering tidak menjadi pelakunya, beda dengan nabi Zefanya.

 Waktu yang diberikan Tuhan kita habiskan untuk mengejar perkara-perkara duniawi. Sementara untuk bersekutu dengan Tuhan dan mencari wajahNya kita berhitung.  Akhirnya semua ibadah kita hanyalah sebatas rutinitas belaka.

 Karena itu, Sebelum Tuhan murka: carilah keadilan dan kerendahan hati; carilah keadilan, carilah kerendahan hati; mungkin kamu akan terlindung pada hari kemurkaan TUHAN.” (Zefanya 2:2-3)

Walaupun Tuhan penuh kasih tetapi Ia juga bisa murka. Yaitu: bila umat Tuhan terus-menerus acuh tak acuh dan berbuat yg tidak berkenan di mata-Nya,  angkuh  dengan kejahatannya itu. Bila Tuhan murka mereka bagaikan sekam yang tertiup angin keras dan terbakar.  Sebab itu, selagi masih ada waktu dan kesempatan jangan sia-siakan, karena jam kehidupan hanya diputar sekali saja dan Tuhan adalah “Sang waktu.”

Carilah , tegakkan, menjunjung dan  mengasihi keadilan.  Tuhan Allah adil dan mencintai keadilan. Sebab itu kita umatNya pun harus bersikap adil dan mencintai keadilan itu. Berikan kepada setiap orang yg membutuhkan ,  apa yang menjadi hak dan bagiannya. Hiduplah dalam kerendahan hati satu dengan yang lainnya.

Mengakui kesalahan dan dosa hanyalah dapat dilakukan oleh orang-orang rendah hati. Bertobat dan berubah serta belajar juga hanya dapat dilakukan oleh orang-orang rendah hati, yang mengakui dirinya tidak sempurna. Sikap bersyukur dan memuliakan Tuhan juga hanya bisa dilakukan orang yang rendah hati. Sebab itu rendahkanlah hati di hadapan sesama manusia apalagi di hadapan Tuhan.

Doa:

Tuhan  engkau adalah “Sang waktu”, jam kehidupan-Mu hanya sekali Engkau putar. Tak ada kuasa sanggup menghentikan,  hanyalah “Engkau Sang waktu”. Mari saudaraku sekarang waktunya, manfaatkanlah hidup ini sebelum semuanya berakhir. Gantungan citamu hari ini jangan lupa hari-hari esok ….Suatu saat jarum jam kan berhenti. Belajar dan berubah menjadi baru. Ajar juga kami menjunjung keadilan dan selalu hidup dalam kerendahan hati…AMIN.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s