Minggu 9 Nov 14- 1Raja-raja 18:16-19 BUKAN AKU, TAPI KAMU (Maju tak gentar membela yang benar)


DSC_0212

18.  Jawab Elia kepadanya: “Bukan aku yang mencelakakan Israel, melainkan engkau  ini dan kaum keluargamu, sebab kamu telah meninggalkan   perintah-perintah TUHAN   dan engkau ini telah mengikuti para Baal.

Judul diatas BUKAN AKU, TAPI KAMU ; Jawaban Elia  di atas untuk mempertegas bahwa  dia berbeda dengan Ahab. Secara umum Tiap orang berbeda-beda,  ada yang memiliki kelebihan, ada yang  memliki kekurangan,  ada yang mempunyai karakteristik/partikularitas, dan penolakan atas tuduhan dari seseorang yang tidak benar seperti tudingan Ahab terhadap Elia. Elia membela diri karena merasa tuduhan itu salah sasaran . Tuduhan terhadap Elia karena Ahab bersembunyi dari dosa-dosa yang dilakukannya.

Tapi maksud  Elia mengatakan aku disini bukanlah aku yang individualistis tapi aku yang taat  terhadap perintah-perintah dan bukan pencelaka Israel. Aku (Elia) setia dan taat  bukan seperti kamu (Ahab). Aku (Elia) juga melaksanakan kewajiban terhadap sesama  makhluk sosial. Berkolerasi dan berkolaborasi  dengan Aku yang lain, membantu Aku yang lain dsb.

Penulis yakin , Elia memiliki suatu pengharapan atau dreams ,  dengan ketaatan dan kesetiaannya pada Tuhan ia ingin  membawa bangsa israel menjauhi hal-hal yang dimurkai Tuhan yaitu mengikuti para baal.

Bayangkan, Nabi Elia yang dinyatakan musuh negara dan dikejar – kejar untuk dibunuh berani menampakan diri dihadapan orang yang mengejar  yaitu Raja Ahab. Nabi Elia yang tetap setia menyuarakan kebenaran firman Allah walaupun harus dicap sebagai pemberontak, dengan segala keberaniannya mengingatkan Raja Ahab bahwa pemerintah yang dipimpinnya telah mendukakan hati Allah, seperti ayat 18 “ Bukan aku yang mencelakakan Israel, melainkan engkau ini dan kaum keluargamu, sebab kamu telah meninggalkan perintah – perintah Tuhan dan engkau ini telah mengikuti para Baal ”

Mengapa banyak di antara kita  tidak berani menyatakan kebenaran ? Bisa jadi karena mengatakan kebenaran itu berisiko karena itu lebih baik cari aman saja. Banyak di dalam gereja, baik jemaat maupun pendeta yang takut atau “banci”. Saya tidak mengambil contoh sosok Ahok yang berani terlalu tinggi, cukup anak SD saja.  Kita malu dan kalah sama  kisah anak SD yang berani  mengungkap kecurangan dalam ujian nasional walaupun pada akhirnya dia dimusuhi dan dikucilkan karena membuka “borok” sekolah dan teman-temannya.

Kebenaran yang dia paparkan di depan umum  berdampak tak menyenangkan dan secara langsung merugikan. Tetapi disitutulah di membuka mata dan memberi contoh pada kita; apa yang benar kita katakan benar dan apa yg salah kita katakan salah.  Harusnya kita sangat malu.

Seperti yang terjadi di depan mata kita, saat kolega kita dipecat tanpa alasan yang jelas oleh pimpinan , bukan masalah moral…kita sebagai pendeta banyak yang diam, pura-pura nggak tau, takut dan terlalu banyak alasan…kolegalitas hanya sekedar di bibibr saja. Hal yg wajar setiap kita butuh sandang pangan dan papan (ekonomi) tetapi jangan jadikan kebutuhan ekonomi (uang) sebagai baal.

Maka, bisa dipahami jika banyak terjadi  penyimpangan, ketidakadilan, bahkan dosa, terus terjadi. Sangat mungkin karena orang takut pada ketidaknyamanan yang bisa timbul saat kebenaran diungkap…(yang merasa jangan tersinggung karena ini kebenaran Firman Tuhan…intropeksi diri jauh lebih baik)

Bukankah kita sebagai gereja  sering mendengar bahkan mungkin diri kita yang mengatakan;  “ kami ini minoritas, apa yang dapat kita lakukan ?”…  nggak usah macam-macamlah . Ada suatu ketakutan dimusuhi bahkan “dilukai” . Sepertinya kita harus bercermin dari kisah nabi Elia yang tidak pernah gentar walaupun dianggap pemberontak bahkan diancam akan dilenyapkan.

Mari kita malakukan perenungan  daripada sibuk menghakimi orang lain . Mari jadilah Elia-Elia yang berani menyatakan kebenaran seturut kehendak-Nya  walaupun harus berhadapan 400 ratus orang nabi baal. Sebab dengan suara kenabian kita,  kuasa Allah akan dinyatakan atas dunia ini

Hidup kita sebagai ornag beriman   adalah bagian  dari rencana Tuhan . Ada kebenaran yang Tuhan ingin kita ungkapkan. Bukan untuk mencelakakan orang-orang yang kita kasihi, tetapi untuk mencegah mereka mencelakakan diri sendiri . Dengan pertolongan Tuhan, beranilah karena benar!

“KADANG KEBENARAN SEPERTI OBAT YANG PERIH BAGI LUKA YANG MAU DISEMBUHKAN”

One thought on “Minggu 9 Nov 14- 1Raja-raja 18:16-19 BUKAN AKU, TAPI KAMU (Maju tak gentar membela yang benar)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s