Rabu 12 Nov.14 Habakuk 1:2-11 Kegalauan Habakuk


1:2 Berapa lama b  lagi, TUHAN, aku berteriak 2 , tetapi tidak Kaudengar, c  aku berseru kepada-Mu: “Penindasan!” tetapi tidak Kautolong? d  1:3 Mengapa Engkau memperlihatkan kepadaku kejahatan, sehingga aku memandang e  kelaliman? f Ya, aniaya dan kekerasan g  ada di depan mataku; perbantahan h  dan pertikaian terjadi. 1:4 Itulah sebabnya hukum i kehilangan kekuatannya dan tidak pernah muncul keadilan, sebab orang fasik mengepung orang benar; itulah sebabnya keadilan j  muncul terbalik. k 

Pekerjaan menunggu terkadang sangat menyebalkan apalagi jika kita tidak tau pasti  dan sampai kapan kita menunggu. Tetapi jika kita sabar dalam penantian apalagi menanti jawaban Tuhan, pasti iman kita berada di “level atas.”

Banyak diantara kita yang tidak sabar dalam penantian, seperti seorang “rentenir”  yang menanti janji orang yang berhutang terhadapnya. Sering kita sepeti seorang anak kecil pada umumnya yang selalu menrengek rengek agar permintaannya dikabulkan.

1:2 Berapa lama lagi, TUHAN, aku berteriak, tetapi tidak KAUdengar, aku berseru kepada-MU: “Penindasan!” tetapi tidak KAUtolong?

Apakah Habakuk seperti anak-anak yang merengek dan marah karena menunggu jawaban dari tuhan ? Apakah dengan rengekannya menunjukkan Habakuk adalah seorang nabi yang tidak beriman?  Apakah kerohanian Habakuk perlu dipertanyakan, dengan sikapnya “mempersalahkan Tuhan?”

“Keberanian” Habakuk melontarkan pernyataan “Aku berteriak, tetapi tidak KAU dengar”  apakah merupakan bukti Habakuk menyalahkan TUHAN?  Apakah  Habakuk  tidak memahami   rancangan  TUHAN? Benarkah TUHAN tidak mendengar keluhan Habakuk seperti yang dituduhkannya?GalauDSC_0024

Habakuk sebenarnya mengalami “Galau tingkat Dewa” yang sinonimnya adalah: berat otakbimbangbingungcemasgelisah,  kacaukarutkeruhkhawatir,kusutnanarpakau, resahrisausemak hatisenewensesat pusatterombang-ambingwas-was, hilang akal, dan frustasi. “Galau tingkat Dewa” terjadi karena Habakuk berada di tengah-tengah kesulitan, ketertindasan dan keteraniayaan. Apa yang dialami Habakuk adalah hal yang wajar. Pemerintahan Yoyakim melakukan kejahatan, memutarbalikan kebenaran

Setiap manusia akan mengalami tekanan mental atau emosional yang tinggi jika mengalami kesulitan , pendertaan dan teraniaya. “Galau tingkat dewa” tidak memandang bulu, baik oang kaya,miskin, generasi muda, pejabat, bahkan para pendeta. Jika kita tidak mampu mengatasinya maka kita akan terhempas ditelan penderitaan.

Sebagai orang beriman kita harus waspada, selalu bersandar pada Tuhan , jangan bersandar pada pengertian kita sendiri. Percaya dan yakin TUHAN selalu mendengar dan akan memberikan pertolongan tepat pada waktunya.

Karena Habakuk mengalami “Galau tingkat dewa” ia tidak ingat atau tidak memahami rencana besar ALLAH di dalam kehidupan mereka.

Sebagai orang Kristen, kita harus memahami bahwa Tuhan mempunyai rencana yang lebih besar dengan peran kita sebagai alat-Nya.

Melihat degradasi moral, penyelewengan hukum, dan ketidakadilan di tengah-tengah bangsa ini, apa yang harus kita perbuat? Jangan pikirkan kepentingan diri sendiri saja, tapi jadilah teladan dan penyuara keadilan.

Seringkali keduniawian  menghalangi  sikap kita terhadap janji Tuhan.  Kita dikalahkan dengan apa yang terlihat oleh mata jasmani kita sehingga kita pun bertanya dalam hati,  “Apakah benar janji Tuhan itu?  Jangan biarkan akal dan pikiran kita membatasi cara Tuhan bekerja karena sampai kapan pun kita tidak akan mampu menyelami pikiran Tuhan,

“Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman Tuhan.”  (Yesaya 55:8).  Justru dalam keadaan demikian, kita harus makin melekat kepada Tuhan.

Jika kita menantikan janjinya, sabarlah, Dia  tidak  lupa dan tak mungkin  mengingkari terhadap apa yang Dia janjikan, ada suatu proses yang harus kita lalui untuk menguatkan diri kita.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s