Minggu 16 Nov 14 -2 Raja-raja 2: 1-14 Transfigurasi Elia kepada Elisa


DSC_01962:12 Ketika Elisa melihat itu, maka berteriaklah ia: “Bapaku, bapaku! Kereta q  Israel dan orang-orangnya yang berkuda!” Kemudian tidak dilihatnya lagi, lalu direnggutkannya pakaiannya dan dikoyakkannya r  menjadi dua koyakan. 2:13 Sesudah itu dipungutnya jubah Elia yang telah terjatuh, lalu ia berjalan hendak pulang dan berdiri di tepi sungai Yordan. 2:14 Ia mengambil jubah s  Elia yang telah terjatuh itu, dipukulkannya t  ke atas air itu sambil berseru: “Di manakah TUHAN, Allah Elia?” Ia memukul air itu, lalu terbagi ke sebelah sini dan ke sebelah sana, maka menyeberanglah Elisa.

Alkitab mencatat ada dua orang yang naik ke surga hidup-hidup, tanpa mengalami kematian, yaitu Henokh dan Elia. Keduanya hidup bergaul dengan Allah.

Rupanya kenaikan Elia ke surga ini sudah diberitahukan lebih dulu, baik kepada Elia, Elisa maupun rombongan nabi di Betel dan Yerikho.

Sepertinya  Elia berusaha untuk meninggalkan mungkin  ia ingin menghadapi peristiwa pemuliannya  itu. 3 x Elia berusaha melakukan hal ini, dan 3 x Elisa menolak untuk ditinggalkan Elisa dan Elisa   tahu bahwa itu adalah saat-saat terakhir ia bisa bersama tuannya .

Elisa tidak bicara satu katapun tentang peristiwa pemuliaan Elia ke surga, mungkin sebagai pelayannya ia  merasa sedih  karena sudah sekian lamanya ia selalu bersama tuannya dan melihat/menjadi saksi pelayanan dan mijizat-mujizat yg dilakukan Elia bahkan tidak menutup kemungkinan Elisa berharap ia akan seperti Tuannya.

Tawaran Elia dan permintaan Elisa.

Elisa meminta 2 bagian dari roh Elia… ”  2:10 Berkatalah Elia: “Yang kauminta itu adalah sukar. Tetapi jika engkau dapat melihat aku terangkat dari padamu, akan terjadilah kepadamu seperti yang demikian, dan jika tidak, tidak akan terjadi.”

Mungkin bagi kita membingungkan, mengapa Elisa meminta 2 bagian roh dari Elia ? Elia  merasa tidak mampu dan  tidak mempunyai  hak untuk mengabulkan permintaan tersebut, karena itu adalah anugerah Tuhan dan hak prerogatif Tuhan…jadi kemungkinan permintaan Elisa  akan “2 bagian roh Elia” merujuk pada karunia-karunia yang ada pada diri Elia.

Permintaan nabi Elisa tersebut sebenarnya merupakan pemenuhan dari perintah Allah kepada nabi Elia (I Raj. 19:16).  Allah telah menunjukkan kepada nabi Elia seorang calon penggantinya yang baik dan setia, sehingga ketika nabi Elia diangkat ke sorga, Allah berkenan membuka mata Elisa. Karena Elisa memperoleh  kekuatan dan wibawa kenabian dari nabi Elia (transfigurasi) . Nabi Elisa pun memiliki kuasa mukjizat untuk menyelamatkan  banyak orang yang menderita.

Tetapi ada catatan yg menarik, bahwa Elia lebih besar dari Elisa, terlihat dari fakta bahwa yang muncul bersama Yesus pada waktu pemuliaan di gunung adalah Musa dan Elia, bukan Elisa (Mat 17:3-4).

Ada hal luar biasa dari Elisa sebagai seorang pelayan, ia tidak meminta hal-hal duniawi atas permohonannya, Elisa hanya minta “justifikasi.” Tuhan mengabulkannya dimana ia menyaksikan peristwa pengangkatan Elia…

Untuk meyakinkan dirinya, Elisa meniru apa yang Elia lakukan, apakah ia betul-betul mendapatkan warisan 2 bagian roh Elia. Ternyata ia berhasil melakukan mujizat itu .

Elisa  menjadi ahli waris “roh” Elia, dalam hal ini tidak diartikan sebagai reinkarnasi. Dengan bekal itu Elisa dapat menyaksikan kepada umat Israel tentang peristiwa itu. Namun, yang lebih penting bukanlah kesaksian tentang Elia yang naik ke sorga. Melainkan Elisa mendapat legalitas atau justifikasi (pengesahan) untuk meneruskan tugas panggilan Elia. Itulah kesaksian iman: meneruskan perjuangan yang dilakukan pendahulunya.

Hal yang serupa tersebut juga terjadi  dengan para murid yang melihat Yesus dipermuliakan? Petrus, Yakobus dan Yohanes , mereka menyaksikan Yesus yang berubah rupa (transfigur) diliputi pakaian putih berkilauan. Tampak di hadapan mereka Elia dan Musa. Figur-figur yang sangat dihormati oleh orang Israel. Suasana itu dipakai Allah untuk melegitimasi atau menyatakan bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah yang harus di dengar.

Peristiwa kenaikan Elia dan Tuhan Yesus yang di saksikan oleh murid-murid mereka adalah keistimewaan. Peristiwa tersebut tidak ada dalam kesaksiaan atau perjalanan hidup kita sebagai umat Tuhan  ini. Tetapi itu bukan menjadi hal yang krusial bagi kita.   Petemuan  dalam  iman percaya pada Kristus dan membuka diri kita  untuk dibentuk oleh-Nya adalah jauh lebih penting daripada  “bermimpi” mengalami  perjumpaan secara fisik.

“Perjumpaan iman”  mampu menjadi saksi dan memampukan orang lain berjumpa dengan Kristus. Di situlah kesaksian kita  dalam  memuliakan Tuhan.

Legalitas/justifikasi Yesus sebagai Tuhan bukan menjadikan kita “sombong rohani” ,Tetapi bertujuan untuk memotivasi  siapa saja yang sedang berjuang menegakkan keadilan dan menyerukan kebenaran seperti Elia dan seperti Yesus sendiri. Kemuliaan Tuhan   yang adil dan benar haris kita”deliveri”  secara cuma-cuma jangan mengharapkan sesuatu, karena Tuhan sudah menyediakan bagian/berkat atas jerih payah kita.

Kita harus memiliki mental seorang pelayan, memiliki motivasi seorang abdi, dan bersikap seperti seorang hamba.               Jangan kita hanya bisa berkoar-koar dan mengumbar kata-kata di di dalam pelayanan bahkan sebagai seorang pelayan di atas mimbar. Kita dituntut  melakukan tindakan nyata. Itulah “pelayanan” , TINDAKAN NYATA…Bukan “rumusan” atau “OMDO” (omong doang) bahkan berwacana doang. Sebagai seorang pelayan kita dituntut memiliki KERENDAHAN HATI dan PENYANGKALAN DIRI.  Sebab tidak ada yang lebih mulia dan luhur dari keduanya . Dengan kita melakukan tindakan aksi yang sesuai kehendak Tuhan maka itu  membuktikan adanya kemampuan melayani yang sejati terhadap sesama.

Sebab itu, tunjukkan dan nyatakan diri Anda sebagai pelayan  umat yang sejati…a true leader, melalui KERENDAHAN HATI  DAN PENYANGKALAN DIRI dalam melayani.

Sebagai umat  Tuhan yang telah ditebus  oleh Tuhan Yesus  gereja mengalami transfigurasi, menjadi garam dan terang di tengah dunia .

 “Jika diri Anda menjadi  tolak ukur dalam pelayanan, maka pelayanan menjadi sia-sia.  Jika keteladanan Yesus yang menjadi tolak ukur pelayanan Anda, maka semua menjadi elok dan mulia dipandang     mata.”

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s