Rabu, 19 Nov 14=> Tuhan sumber sukacita & kekuatan (Hab 3:17-19)


3:17 Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, a  kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, b  3:18 namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN 4 , c  beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan d  aku. 3:19 ALLAH Tuhanku itu kekuatanku: e  Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku. f  (Untuk pemimpin biduan. Dengan permainan kecapi).

Pada jaman nabi Habakuk seluruh kehidupan bergantung pada agriculture seperti pohon ara, anggur, pohon zaitun, hasil ladang, kambing domba dan lembu sapi. Mereka hidup hanya dari tanaman dan dari hasil peternakan.

Ada apa dan  mengapa dengan Habakuk  ?  Nggak masuk akal dan di luar jangkauan pikiran kita, mana mungkin ; ay 17 sudah masuk dalam kondisi yang hopeless total tetapi dalam kondisi seperti ini Habakuk bisa berkata, ” aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN ,   beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan   aku. sekalipun pohon ara tidak berbunga,  dan tidak ada lembu sapi dalam kandang namun Habakuk berkata, “Aku akan bersorak-sorak di dalam Tuhan, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkanku.”  Hampir mirip dengan pepatah “Mangan nggak mangan ngumpul” (Makan tidak makan tetap kumpul)

Distingtif/istimewa ,  dimana  kitab ini  berkaitan dengan kegalauan Habakuk sendiri. Kitab ini merupakan perenungan dari dua pertanyaan yang diajukan Habakuk kepada Allah (1:2-3, 12-13). Kitab Habakuk justru terfokus pada diri sang nabi.

Kemungkinan besar  Habakuk sudah berpikir realistis sehingga mengalami pembaharuan dalam pola pikirnya dalam memandang realita hidup.  Tetapi realitanya penindasan masih tetap berlangsung bahkan lebih parah.

Kemungkinan juga  ungkapan tersebut adalah bentuk tanggung jawab Habakuk  tanpa limitasi, mandiri , dimana satu kondisi yang sangat presensi  (keberadaan)   untuk berhubungan dengan  realita dan dengan Allah.  Jika diantra kita memiliki komitmen seperti Habakuk maka hidup kita akan melihat segala sesuatu dengan cara yang berbeda.

Kalau sebelumnya Habakuk marah-marah sekarang justru Habakuk penuh belas kasih. Sekalipun Tuhan akan menghukum  dengan murka-Nya, dia sempat menyisipkan satu kalimat, “Tuhan dalam murkaMu ingatlah akan kasih sayang!”

Habakuk sebelumnya sama dengan kita sering ngedumel daripada bersyukur. Suka menonjolkan kekurangan-kekurangan pada diri kita (mengeluh) daripada melihat “talenta” yang ada pada kita.

Dengan bersyukur kita bisa menerima keadaan apapun yang kita alami . Rasa syukur dapat membawa kita dalam damai. Sama dengan orang pandai membuat rumahnya di atas batu karang yang teguh dan menciptakan visi untuk masa depan.

“Kedamaian akan kita rasakan  jika  hati yang bersyukur untuk hal-hal kecil yang sudah ada dalam diri kita kita.”

Berbuahlah  di dalam komitmen ketaatan . Proses pertumbuhan iman adalah melalui pergumulan maka Tuhan mengajar kita bergumul, berkomitmen.Mari kita belajar bertumbuh dan berbuah  dari Habakuk. Dalam Tuhan ada sukacita dan kekuatan.

Diamkanlah  sukacita dari Tuhan dengan erat di dalam hati Anda. Paulus berkata, “Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!” (Flp. 4:4). Jangan Galau. Bersukacitalah senantiasa di dalam Tuhan, dan Ia akan menjadi sumber kekuatan Anda. Bagikanlah sukacita itu dengan orang-orang lain.

Jika kita  ada dalam kegalauan ? Jangan fokus pada kegalauan karena itu dapat membawa bencana, seperti yang di tulis di Media Sosial baru-baru ini terjadi pemukulan terhadap presbiter yang berakibat fatal, harus dioperasi dan dibuka tengkoraknya hanya masalah mutasi seoerang pendeta, sungguh miris. FDSC_0183okus pada Yesus dan percayalah  Ia akan beri jalan keluar bagi setiap kegalauan  kita. Ijinkan Ia membebat hati yang terluka. Izinkan Ia mengkoreksi dirimu dan membentuk dirimu sesuai rencanaNya.

Doa: Tuhan, Kau adalah sumber sukacita dan sumber  kekuatan kami. Tolong kami pada hari ini untuk senantiasa fokus padaMU dalam menghadapi permasalahan dalam kehidupan ini. Amien.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s