Minggu 23 Nov 14 =>Pengharapan Anak-anak Allah-(Roma 8:18-25)


Pengharapan anak-anak Allah

Pengharapan dapat kita artikan sebagai permohonan, minta ,keinginan supaya sesuatu terjadi dan sesuatu itu biasanya hal yang sesuai dengan kebutuhan atau keinginan. (Baca Ibrani 6:19-20)

Jadi Pengharapan tidak berdiri sendiri tapi bersanding  dengan iman, karena iman membuat orang memiliki pengharapan kepada Allah.

Yang harus kita pahami, pengharapan berbeda dengan keinginan . Menginginkan adalah sesuatu yang kita mau untuk memuaskan diri kita pribadi. Sedangkan pengharapan adalah sikap dan cara hidup yang mengandalkan pada apa yang Allah kehendaki. Hidup dalam pengharapan adalah hidup yang mendasarkan diri pada anugerah keselamatan Allah di dalam diri Tuhan Yesus Kristus, karena di dalam diri-Nya ada pengharapan kehidupan.

Banyak orang  kecewa, marah dengan keadaan atau penderitaan yang dialami dalam kehidupannya. Mereka mulai menyalahkan Tuhan atas apa yang dialami. Dengan kekecewaan yang kita  alami. Akhirnya kita melakukan tindakan  yangtidak logis  untuk keluar dari permasalahan yang ada, apa pun caranya, tidak peduli apakah jalan yang ditempuhnya nanti berujung pada kesia-siaan, seperti tertulis:  “Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut.” Itu terjadi karena kita di dalam berpengharapan hanya “suam-suam kukuoh Kudus.

Hidup oleh Roh di samping hidup dipimpin oleh Roh Kudus, tetapi hidup itu memiliki orientasi atau juntrungan akan pengharapan dari  Allah selama kita hidup bahkan pada saat kemuliaan dinyatakan pada kita. Pemuliaan inilah tujuan pengharapan sejati di dalam Kristus.  Hal inilah yang Paulus ajarkan.

Tetapiapan  pengharapan sejati  tidak membuat kita terbebas dari penderitaan… Paulus menyatakan hal ini ;    8:22 Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh  dan sama-sama merasa sakit bersalin. 8:23Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh,  kita juga mengeluh  dalam hati kita sambil menantikan  pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan

Meskipun kita memiliki pengharapan akan kemuliaan kita di dalam kekekalan, kita tetap harus rela menderita di dalam dunia yang semu ini. Hidup dan keselamatan Kristen bersifat paradoks, yaitu sudah (already) dan belum (not yet).

Pengharapan itulah yang akan dinikmati oleh setiap kita yang hidup menurut Roh. Sudahkah kita hidup menurut Roh dan beriman akan pengharapan yang pasti  ?

Setiap kita pasti selalu berharap bahwa perjalanan hidup kita baik-baik saja tanpa hambatan yang merintangi.  Demikian pun Tuhan selalu ingin kita menjadi kuat seperti rajawali, yang meskipun harus melewati badai tetapi  mampu terbang tinggi.

Tuhan tidak pernah membiarkan kita bergumul seorang diri, Dia sangat peduli dan sanggup memberikan pengharapan yang pasti dan tidak pernah mengecewakan!

Kita harus yakin dan berpengharapan bahwa di dalam Tuhan bahwa “pasti ada jalan keluar.” Sesulit apapun persoalannya, jalan keluar selalu tersedia. Yang perlu diingat, kesulitan adalah bukan akhir dari segala-galanya.

Tekun dan penuh motivasi   dalam berpengharapan  merupakan syarat untuk bisamemiliki pengharapan yang berkemenangan.
Tantangan kehidupan adalah sebuah harapan bahwa di balik sebuah tantangan, selalu ada makna, hasil sesuatu yang didapatkan. Berserah kepada kehendak Tuhan Filipi 4:13 menyaksikan bahwa “segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.”

Hidup sebagai orang percaya bukanlah hidup yang hanya untuk mendapatkan sesuatu dari Tuhan.
Hidup berpengharapan dapat mengandung sikap dan tindakan yang percaya akan pengharapan janji Tuhan dalam kemuliaan.

Sikap dan tindakan hidup yang terus menerus berjuang menuju kesempurnaan walaupun susah kita tetap berusaha . Hidup yang terus memandang ke depan kepada rencana Allah.

Kehidupan adalah anugerah Allah bagi manusia dan juga bagi gerejaNya. Hidup adalah kesempatan untuk berkarya. Hidup bukan hanya sekedar menjalani hari-hari sampai kematian menjemput. Makna hidup ditandai dengan seberapa banyak hasil karya yang dapat dilakukan. Kehadiran gereja dan kehadiran orang percaya dirasakan dengan seberapa banyak hasil karya yang sudah dilakukannya.

Ada suatu quote yang mengatakan manusia dapat menulis apapun dalam suatu kertas yang kosong, namun berikanlah penghapusnya kepada Tuhan. Analogi ini mengesankan bahwa manusia dapat merencanakan segala sesuatu yang ia inginkan untuk hidupnya, namun tetap saja Tuhanlah yang memiliki kuasa atas hidup kita, yang artinya Tuhan berhak mengabulkan atau bahkan menghapus rencana kita sesuai dengan kehendakNya  jika tidak sesuai dengan harapan-Nya.

Sebagai manusia yang lemah haruslah kita dalam berencana ataupun bertindak tidak mencongkakkan diri sendiri namun menyerahkan segala sesuatunya sesuai dengan kehendak Allah. Sebab sesungguhnya Tuhan mengetahui setiap rancangan manusia (Mazmur 94 : 11) dan janganlah sampai kita jatuh atas rancangan yang kita lakukan sendiri karena apa yang kita rencanakan adalah hal yang salah (Mazmur 5 :11).

“Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan.”  Lukas 8:15

Apa yang kita capai di hari ini adalah hasil dari apa yang kita lakukan di masa lalu kita. Segala sesuatu di dunia ini selalu terkait dengan hukum tabur – tuai. Sama seperti kita menanam sebuah pohon, tentunya buahnya baru bisa kita nikmati, tidak instan saat kita menanamnya, akan tetapi memerlukan proses waktu. Karena itu “Ketekunan membawa hasil yang mengarah pada kemuliaan”

Sampai hari ini, kita tetap diingatkan agar bertekun dalam menghadapi segala perkara. Perkara kecil maupun besar kita hadapi dengan penuh sukacita. Firman Tuhan dalam Roma 12 : 12 “Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!”

Seuntai Kata Mutiara tentang

‘Ketekunan yang Berengharapan’

Tak Ada Apapun di Dunia yang Sanggup Menggantikan Ketekunan berpengharapan…

Bakat?

Bukan – tidak ada yang lebih lumrah daripada orang-orang berbakat yang tidak berhasil …

Kekayaan?

Bukan – orang-orang kaya sejak lahir yang mati melarat banyak sekali …

Sang Jenius?

Bukan – orang jenius yang tidak mendapat penghargaan hampir merupakan sebuah peribahasa …

Pendidikan?

Bukan – dunia ini penuh dengan gelandangan terpelajar …

Keberuntungan?

Bukan – ketidaksetiaan telah meruntuhkan banyak raja …

 DSC_0196Ketekunan yang berpengharapan  itu sendiri adalah ”mahakuasa”

INGAT ! FIRMAN TUHAN SUMBER PENGHARAPAN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s