Minggu 7 Desember 2014 Tetap teguh berpengharapan- Maz 80:2-4


don

80:2 (80-3) di depan Efraim dan Benyamin dan Manasye! Bangkitkanlah keperkasaan-Mu dan datanglah untuk menyelamatkan kami.
80:3 (80-4) Ya Allah, pulihkanlah kami, buatlah wajah-Mu bersinar, maka kami akan selamat.
80:4 (80-5) TUHAN, Allah semesta alam, berapa lama lagi murka-Mu menyala sekalipun umat-Mu berdoa?

Efraim, Benyamin, dan Manasye, adalah keturunan Rahel, dan mereka mewakili Kerajaan Utara.

Mazmur ini merupakan keluhan dan erangan sekaligus   pujian bangsa Israel pada saat tertekan.
Bangsa Israel tertekan karena Jatuhnya kerajaan utara Israel  ke Asyur pada 722 SM.
Jatuhnya Israel utara ke tangan Asyur membawa tragedi/bahala  yang luar biasa. Ayt :4 “Ya Allah, pulihkanlah kami, buatlah wajah-Mu bersinar, maka kami akan selamat”.Bukankah itu kelakuan kita juga ,saat tertekan baru mencari Tuhan ?
Bangsa Israel berada pada “kegalauan tingakta dewa” yang dapat mengakibatkan bencana atau kehancuan yang luar biasa. Karena  , Ayt: 5-6 “TUHAN, Allah semesta alam, berapa lama lagi murka-Mu menyala sekalipun umat-Mu berdoa? Engkau memberi mereka makan roti cucuran air mata, Engkau memberi mereka minum air mata berlimpah-limpah,

“Kegalauan tingkat dewa”  orang Israel  terjadi karena mereka sudah berdoa berulang-ulang kepada Allah tetapi doa mereka tidak dijawab oleh Tuhan…penyebabnya II Raja-raja 16:8 Ahas mengambil perak dan emas yang terdapat dalam rumah TUHAN dan dalam perbendaharaan istana raja, dan  hal ini turut menggoyahkan iman bangsa Israel sehingga mereka melakukan penyembahan berhala dengan mempersembahkan perak dan emas yang terdapat dalam rumah TUHAN kepada raja Asyur.

Ilustrasi

Pada suatu hari, iblis sedang bokek (=kurang uang), lalu mengiklankan bahwa ia akan mengobral perkakas-perkakas kerjanya. Pada hari H, seluruh perkakasnya dipajang untuk dilihat calon pembelinya, lengkap dengan harga jualnya. Seperti kalau kita masuk ke toko hardware, barang yang dijual sungguh menarik, dan semua barang kelihatan sangat berguna sesuai fungsinya. Harganyapun tidak mahal. {buat list}

Barang yang dijual antara lain; Dengki, Iri, Tidak Jujur, Tidak Menghargai Orang Lain, Tak Tahu Terima Kasih, Malas, Dendam, dan lain-lainnya.

Di suatu pojok display, ada satu perkakas yang bentuknya sederhana, sudah agak aus, tampaknya sering sekali dipakai, tetapi harganya sangat tinggi, bahkan jauh lebih tinggi dibandingkan yang lain.

Salah satu calon pembeli bertanya, “Ini alat apa namanya?” Iblis menjawab: “Itu namanya Putus Asa” “Kenapa harganya mahal sekali, padahal sudah aus?” “Ya, karena perkakas ini sangat mudah dipakai dan berdaya guna tinggi. Saya bisa dengan mudah masuk ke dalam hati manusia dengan alat ini dibandingkan dengan alat lain. Begitu saya berhasil masuk ke dalam hati manusia, saya dengan sangat mudah melakukan apa saja yang saya inginkan terhadap manusia tersebut. Barang ini menjadi aus karena saya sering menggunakannya kepada hampir semua orang, karena kebanyakan manusia tidak tahu kalau Putus Asa itu milik saya”.

COPAS

Penderitaan akan bisa diterima jika kita dapat memaknainya

Penderitaan tidak akan menjadi kata terakhir dalam hidup kita. Kecuali jika kita yang merelakannya..

Rasul Paulus mengatakan, bahwa kita harus berjuang terus “sebagai seorang prajurit yang baik dari Yesus Kristus”. Kita harus mengalahkannya.

Dekaplah penderitaan itu bukan untuk menjadi mangsa dan korban darinya, tetapi untuk mengubahkannya. Lewat penderitaan itu lahirlah kemenangan dan kehidupan yang sebenarnya. Bukan saja untuk diri sendiri tapi untuk semua manusia.

So, itulah penderitaan kita tidak perlu melarikan diri dari padanya. Justru kita harus mendekapnya, bukan sebagai sikap menyerah, tetapi justru untuk mengalahkannya ! mengubahnya menjadi kemenangan !

Jangan biarkan keluh kesah kita menghujam semangat kita. Ayo, tegarkan hati jangan biarkan semangat hilang hanya karena keluhkesah kita. Temukan secercah sinar yang berpengharapan.

Sebenarnya banyak diantara kita yg lebih berhak mengeluh, sayangnya suara mereka parau dan tak terdengar, karena mereka tak sempat lagi mengeluh. Beban kehidupan yang berat lebih suka mereka jalani daripada disesali. Jika demikian, apakah kita lebih suka mengeluh daripada menjalani tantangan hidup? Terkadang ketidakadilan dan kejahatan memprovokasi kita untuk bertindak gegabah, dan tidak menggunakan akal sehat pemberian Allah.

Hidup adalah perjuangan yang tak kan pernah usai, ungkapan itu sangat familiar dan sering kita dengar serta terucap dengan mudahnya oleh seseorang, dari mulai pengamen, penyanyi, pengembara, penulis dan kalangan lainnya. Jika kita urai perjalanan hidup kita maising-masing, jalan kehidupan kita laksana serangkaian dari potongan-potongan episode kehidupan yang disambung menjadi serangkaian alur cerita yang mana diri kita menjadi pemain utama untuk diri kita sendiri. Tuhan yang menjadi sutradara dan sekaligus sebagai penulis skenario.

Sudah sepantasnya kita menghargai diri kita dengan mengambil peran yang baik-baik, peran yang mampu membuat penonton dan lawan main kita terkesima dengan sifat dan karakter yang kita perankan, peran yang mampu memikat sang sutradara agar sang sutradara merasa puas dengan apa yang dikehendaki Nya, sehingga kita akan mendapat kan reward dari Nya, baik itu reward berupa peran yang lebih menantang atau reward

Jangan biarkan penderitaan berjalan seorang diri…tetapi temanilah sepanjang waktu, maka anda akan mengenal lebih dalam akan dia dan menjadi sahabat sejati anda untuk bersatu menaikkan doa-doa Anda pada-Allah….Martha belawati

“ Derajat anda tidak dapat diukur disaat ia berada di alam yang nyaman dan ramah.  Mentalitas yang tangguh   mampu menghadapi tantangan seberat apapun, disitulah derajat anda dapat   diukur “ -Donny

Percayalah pada kebenaran. Benar itu sifat Tuhan. Benar itu sederhana, tidak menyakiti dan tidak menimbulkan penyesalan.

Untuk setiap orang yang sedang dalam masalah, percayalah bahwa kalian mampu menyelelesaikan itu jika tetap teguh dalam pengharapan akan kasih-Nya. Bukankah Tuhan mempercayakan masalah itu kepadamu, Kawan?
Lihat, Tuhan saja percaya padamu, mengapa kau masih ragu?

Terkadang hidup sulit tuk di jalani..
Namun tetaplah melangkah tuk gapai cita – cita dan harapan..
Syair terkadang bisa di jadikan ungkapan perasaan apa yang ada dalam benak, dan bait – baitnya bisa di jadikan sebuah nyanyian jiwa..

Dalam masa Adven kita menantikan kelahiran Yesus.

Tidak disangkal bahwa kesulitan, kekecewaan, kehilangan, dan derita yang lain adalah bagian dari kehidupan. Namun hidup juga ditandai dengan harapan akan kedatangan Anak Manusia yang akan memampukan kita melihat dengan jelas, mendengar dengan jernih dan merasakan pengalaman penyertaan Allah, sehingga membuat kita dapat bersinar seperti cahaya dalam gelap.

Berpengharapan  adalah sikap tenang, tidak terburu nafsu, dan tekun dalam menghadapi segala macam situasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s