Minggu 15 Februari – Allah Mengetahui Kebutuhan Kita (1 Raja-raja 17:7-16)


Minggu 15 Februari – Allah Mengetahui Kebutuhan Kita (1 Raja-raja 17:7-16)

Kalau Allah Menegtahui kebutuhan kita  mengapa kita harus berdoa meminta-Nya memberi ini dan itu ?  Bahkan ada diantara kita yang menanti permohonannya pada-Nya nggak diberi-beri lalu ngambek, menyalahkan Tuhan, nggak mau ke gereja, nggak mau pelayanan, bahkan ada yang cari alternatif lain.

Why ? karena manusia pada dasarnya tidak pernah puas atas berkat yang sudah terima, menuntut dan berupaya memperoleh yang lebih banyak lagi. Akibatnya fatal, banyak di antara mengambil jalan pintas yang tidak berkenan dan jika ketahuan pasti berujung penjara karena kita mengambil alih pekerjaan Allah.

Sering, kebutuhan berlebihan membuat kita buta  dan sok tau bahwa Tuhan akan memberi apa yang kita butuhkan. Sadarlah, Yang terbaik  menurut kita belum tentu yang terbaik di mata-Nya, karana Dia sangat tau apa yang kita butuhkan. Kita harus memahami dan mengerti apa yang Tuhan mau untuk kita. Jika tidak, kita akan menghakimi -Nya.

Ada hal yang sunggh hebat harus kita pahami tentang mujizat yang terjadi pada seorang janda di Sarfat yang sangat miskin.  Janda terebut tidak mampu memberi roti pada Elia karena tepung yang dimiliki hanya tersisa segenggam terakhir dan setelah dia dan anaknya  memakannya merek akan mati sebab tidak ada lagi yang mereka makan.

Ada kepasrahan dan keberserahan  dalam situasi yang paling buruk, yaitu mati kelaparan. Tetapi disaat Elia mengatakan rencana Tuhan terhadapnya bahwa Tuhan akan membuat tepung itu tidak habis janda tersebut tidak heboh, heran  dan terkaget-kaget. Janda tersebut tanpa banyak bicara mengolah tepung tersebut, tetapi janda tersebut PERCAYA..

Jika itu diperhadapkan dalam kehidupan kita , mana mungkin kita memberi roti pada orang jika adonan itu hanya tingal untuk kita besok kita sudah tidak makan lagi dan terjadi kekeringan di mana-mana.

PERCAYA dengan resiko, bagaimana jika Elia berbohong?  Iman yang luar biasa dari seorang janda di Sarfat, bahwa ia percaya bahwa Tuhan tidak mungkin mencelakakannya melalui Elia bahwa tepung itu tidak akan habis adalah LUAR BIASA. Mungkin 1 diantara sejuta bahkan mungkin lebih yang memiliki rasa PERCAYA dengan resiko seperti janda tersebut.

Banya cara yang dilakukan Tuhan untuk mendeliveri kebutuhan kita baik kebutuhan sehari-hari , bahkan pemberian tersebut  tak disangka-sangka, melalui proses pergumulan yang luar biasa…Tinggal kita “believe or not” .

Terkadang di antara kita tidak menyadari, bahwa di dalam kekurangan menurut ukuran manusia dan dalam kesederhanaan Tuhan memelihara kita. Ada banyak rumah tangga yang miskin, orang tua tidak bekerja tetapi anak-nak bisa sekolah, bisa makan, hidup dalam kesederhanaan , Tuhan menolong mereka melalui orang-0rang yang dijadikan alat untuk menghidupkan keseharian mereka sekalipun dalam kesederhanaan.

Dipihak lain ada banyak diantara kita pasrah dengan penderitaan dan tidak sanggup melakukan untuk Tuhan dan sesama. Kita tidak mau berusaha untuk PERCAYA dan tidak peka dengan kehendak Tuhan karena kita sering memaksakan kehendak.

Karakter dasar manusia aalah nggak pernah puas dengan apa yang sudah dimiliki , inilah akar dari semua masalah . Setiap manusia memiliki banyak keingina,  ingin rumah, ingin punya uang bermilyar-milyar, ingin mobil yang mewah. Berbicara tentang keinginan, rasanya tidak akan pernah ada habisnya.

Bersyukurlah kita sebagai anak Tuhan jika Dia  tidak menuruti semua kehendak dan kebutuhan kita . Tuhan bukanlah sosok yang memanjakan anak-anak-Nya, Ia tidak ingin anak-anaknya terjerat dalam dunia materialis yang pada akhirnya membuat kita lupa diri  melupakan diri-Nya.

Ingat ! , Tuhan tidak harus memenuhi keninginan-keinginan kita , tetapi PERCAYALAH Ia selalu mencukupi kebutuhan kita. Ia buktikan itu Janda di Sarfat.  Sebuah pemberian akan berarti sekali ketika pihak penerima sedang membutuhkan. Tuhan tau apa yang menjadi kebutuhan kita saat ini dan akan memenuhkannya. life must go on, hidup harus tetap berjalan.

Tuhan berkataJadilah  priadi yang setia dengan proses yang Tuhan  lakukan bagi kita. Jalani proses hidup ini dan respon kehendak Tuhan dengan benar, sebab kepekaan  kita akan menentukan hasil akhir yang kita terima.  MBT

tukang2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s