Minggu 12 Juli 2015 (Yesaya 45:1-3) Jangan batasi Kehendak-Nya sebatas logika


45:1 Beginilah firman TUHAN: “Inilah firman-Ku kepada orang yang Kuurapi,   kepada Koresh   yang tangan kanannya Kupegang   supaya Aku menundukkan bangsa-bangsa   di depannya dan melucuti raja-raja, supaya Aku membuka pintu-pintu di depannya dan supaya pintu-pintu gerbang tidak tinggal tertutup: 45:2 Aku sendiri hendak berjalan di depanmu dan hendak meratakan   gunung-gunung, hendak memecahkan pintu-pintu   tembaga dan hendak mematahkan palang-palang besi.   45:3 Aku akan memberikan kepadamu harta  benda yang terpendam dan harta kekayaan yang tersembunyi, supaya engkau tahu, lbahwa Akulah TUHAN, Allah Israel, yang memanggil engkau dengan namamu.

Sangat mengejutkan!  dan tidak masuk akal, tergemap,terheran-heran, terkesiap,terperengah, terperanjat, tersentak dan yang pasti jemaat GPIB mengutuk bahkan mungkin lebih radikal lagi jika  para presbiter memilih seorang pemimpin dari agama lain…sama halnya  Koresh, raja dari bangsa penyembah berhala, yang tidak mengenal Allah Israel dipakai Tuhan untuk menyelamatkan umat-Nya. Heran dan bingung toh!, MengapaTuhan memanggil, mengurapi, dan memimpin Koresh untuk menaklukkan raja-raja dunia ?. Dan Tuhan sendiri yang memastikan keberhasilan Koresh . Padahal pengurapan dalam Perjanjian Lama ialah penugasan Tuhan kepada orang pilihan-Nya dari umat-Nya untuk jabatan tertentu!

Gak usah  heran dan bingung juga kaget ,  mengapa? ….karena Tuhan berdaulat, berhak, berjaya, berkuasa, bertuah, independen, otonom, swapraja, untuk memakai siapa saja sebagai alat-Nya.  Allah melalui Yesaya memberitahu umat Israel, dan bangsa-bangsa bahwa Koresh adalah alat di tangan-Nya, yang dipakai untuk kebesaran dan kemuliaan-Nya . Tujuan Tuhan, yaitu untuk membebaskan bangsa Israel.  Koreshlah  menjadi “mukhalis” bagi bangsa Yahudi.

Jika kita kaget , heran dan tidak percaya atas  tindakan Tuhan ini, Berarti  kita secara tidak sadar membatasi kehendak Tuhan sebatas logika kita, bukankah itu sering terjadi dalam kehidupan orang percaya?  Apa yang bagi kita di luar logika, Tuhan  sanggup melakukannya. Harus ada kesadaran “spiritualitas” bahwa Tuhan bisa menggunakan siapa saja di luar kehendak manusia walaupun itu orang yang tidak seiman, bahkan mungkin musuh kita…Seperti Koresh dipilih oleh Tuhan untuk melakukan sebuah pelayanan, membebaskan orang Yehuda yang tertawan, membiarkan mereka pulang ke negeri asal mereka dan membiarkan mereka beribadah kepada Tuhan.

Dalam Yesaya 45:1 malah dikatakan “Inilah firman-Ku kepada orang yang Kuurapi, kepada Koresh yang tangan kanannya Kupegang…”. Ketika Tuhan mengatakan Kuurapi biasanya ditujukan kepada: orang yang akan menjadi raja atas Israel ,umat Tuhan,  imam ,  dan Mesias yang akan datang .

Memang cerita ini luar biasa dan tidak biasa. Dia mengurapi seorang raja yang sama sekali tidak mengenal-Nya, untuk membebaskan umatNya dari kekuasaan Babel, mengapa Tuhan tidak mamakai umat pilihan-Nya ?…karena Ia berdaulat dan berkuasa. Bagi kita sebagai orang yang percaya bahkan mungkin fanatik dengan hidup kerohanian kita seperti orang Yahudi  pasti heran cara Tuhan memberlakukan keadilan di bumi,  dengan cara yang Dia ingini. Kebijakan Tuhan yg di luar logika kita mengajak kita berpikir, mengapa?, ada apa?…Kemungkinan Tuhan marah, jengkel dengan umat pilihan-Nya yang tegar tengkuk, tidak menjadi pelaku2 Firman, mereka hidup seperti “manusia duniawi” (baca: ay 7-13)

Allah dapat memakai Gusdur. Perjuangan Gus Dur yang tak mengenal lelah dalam membela hak-hak minoritas menunjukkan kepekaannya terhadap rasa keadilan.  Ingat bagaimana Gusdur berjuang demi orang-orang Tionghoa di Indonesia.  Gusdur berjuang   untuk kebebasan beribadah umat beragama lain.

Tahun ini , bulan Oktober di Balikpapan, GPIB akan mengadakan perhelatan akbar/ Persidangan Sinode 5 tahunan sekaligus pergantian pengurus FMS (Fungsionaris Majelis Sinode).Jika kita melihat respons Gereja/jemaat/presbiter terhadap perhelatan akbar yang menelan beaya fantastis, minimal ada 3 respons.

(1) Bersemangat mendukung dan memilih calon pemimpin-pemimpin  yang baru.

(2). Tidak asal milih

(3)  Menggunakan hak pilih kita

Yesaya 45 mengatakan bahwa Tuhan mengurapi Koresh, seorang raja Persia; artinya, Koresh adalah orang yang dipilih Tuhan untuk menjalankan kehendak dan rencana Tuhan dalam hidupnya. Sebagai alat Tuhan. Dari sini kita dapat memahami bahwa Tuhanlah yang berdaulat di  dunia ini. Semua ada dalam kehendak-Nya, Kita boleh berencana tetapi Tuhan adalah Sang penentu. Kita boleh mengatur strategi siapa2 yang akan kita pilih, mereka yg digadang-gadang sebagai calon pemimpinpun bisa memiliki rencana siapa2 yg akan menjalin kerja sama dengannya, tetapi ingat, Tuhanlah yang menentukannya karena Tuhan tahu, masih banyak di antara kita yang berpikir SEBATAS LOGIKA.

Calon pemimpin2 GPIB , jika Anda2 terpilih teladani tindakan nabi Yesaya yang jujur dan berani menyatakan suara kenabiannya dan menjaga sikap hidupnya, sehingga mereka hidup mereka dapat menjadi sosok “guru”, digugu lan ditiru, yaitu ditaati dan diteladani.

unduhan (6)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s